{"id":292440,"date":"2024-08-16T17:00:31","date_gmt":"2024-08-16T10:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=292440"},"modified":"2024-08-17T11:34:31","modified_gmt":"2024-08-17T04:34:31","slug":"plat-ab-plat-nomor-paling-meresahkan-di-jogja-bukan-plat-b","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plat-ab-plat-nomor-paling-meresahkan-di-jogja-bukan-plat-b\/","title":{"rendered":"Bukan Plat B, Plat AB Adalah Plat Nomor Paling Meresahkan di Jalanan Jogja"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sesungguhnya Plat AB adalah kendaraan paling bikin mangkel di Jogja.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi yang cerah, matahari bersinar. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-cewek-tetap-pilih-motor-matic-padahal-nggak-bisa-engkol-manual\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sepeda motor<\/a> melaju dengan cantiknya. Bayangan indah tentang pekerjaan yang menanti di meja kerja sudah terlintas. Tiba-tiba, seonggok manusia dengan sepeda motornya tiba-tiba memotong jalur di depan Anda. Sepersekian detik, keputusan Anda untuk mengerem atau berbelok diuji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syukurlah, semua baik-baik saja. Tapi, emosi sudah tersulut dengan amarah. Kira-kira inilah gambaran pagi hari di jalanan Jogja. Motor kurang ajar tadi juga tersemat Plat AB. Artinya, motor milik penduduk Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, media sosial dipenuhi hujatan tentang kendaraan dengan plat nomor daerah lain. Terutama plat B dan AA. Seolah-olah, pengendara dari daerah tersebut adalah setan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan jalanan Jogja. Padahal, Plat AB juga sama menyebalkan di jalanan. Bahkan, lebih menyebalkan daripada kendaraan dan pengendara dari daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja perilaku meresahkan para pengendara Plat AB? Sebenarnya ada banyak sekali, tapi saya ambil beberapa saja. Bisa jadi Anda dan saya pernah melakukan. Toh, saya juga orang Jogja dengan kendaraan berplat AB.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Asal memotong jalur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti skenario tadi, asal motong jalur adalah penyakit para Plat AB. Jangankan menyebrang, jalan selurus shiratal mustaqim saja jadi ajang memotong jalur. Entah apa alasannya, padahal melenggang tanpa pindah jalur itu lebih nyaman lho. Tapi hobi pindah jalur mendadak ini seperti mendarah daging.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ini lebih kompleks ketika yang memotong jalur adalah mobil atau truk pick up. Sudah berdimensi besar, masih nekat memotong jalur mendadak. Maka jangan kaget kasus kecelakaan tertinggi di Jogja bukan adu banteng atau tersundul, tapi terserempet oleh kendaraan semacam ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Melambat di jalur cepat, ngebut di jalur lambat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengguna rutin jalur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-jogja-menyebalkan-bikin-saya-malas-melewatinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ringroad Jogja<\/a>, tiap hari saya bertemu Plat AB yang tidak paham jalur. Salah satu yang paling saya jumpai adalah mereka tiba-tiba melambat di jalur cepat tanpa sebab yang pasti. Mereka tidak sadar, melambat sedikit saja bisa berdampak besar bagi kendaraan di belakang. Entah berakhir tabrakan, atau semua melambat secara berantai. Akhirnya potensi kemacetan makin mungkin terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dengan jalur lambat. Bukannya makin seperti siput, Plat AB malah seperti kesetanan. Inilah masalah Plat AB, susah konsisten dengan kecepatan kendaraan. Entah wangsit dari mana yang membuat mereka mudah bermain tuas gas kendaraan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kebodohan Plat AB di\u00a0 perlintasan kereta api<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendara Jogja tidak hanya menyebalkan ketika bermain dapur pacu, tapi juga saat berhenti di jalan. Terutama saat menanti kereta melintas di depan palang perlintasan. Ketika sedang menunggu kereta api lewat, mereka seolah-olah lupa akan lajur kanan-kiri. Di depan palang perlintasan kereta, lajur kanan pun akan disikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya kian pelik ketika palang dibuka. Silakan menikmati kebodohan plat AB ini. Mereka bingung dan berdesakan untuk kembali ke lajur yang benar. Akhirnya kekacauan yang sempurna terjadi di jalan yang bergelombang oleh batang besi rel. Yang tersisa adalah kegoblokan unfaedah karena hobi kendaraan ini di perlintasan kereta api.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Marka jalan adalah tanda untuk dilanggar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan <a href=\"https:\/\/auto2000.co.id\/berita-dan-tips\/kode-plat-nomor-belakang-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Plat B<\/a> dianggap menyebalkan adalah hobi menyalakan klakson di simpang jalan. Namun, itu tidak seberapa ketika Plat AB yang beraksi di jalanan Jogja. Dari berhenti di zebra cross, sampai tiba-tiba menerobos lampu merah. Belum lagi melaju kencang ketika lampu kuning menyala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara garis marka juga sering dilanggar. Sudah jelas ada garis lurus di jalan, tapi Plat AB tetap seenaknya menyalip melewati marka tersebut. Sudah tahu kalau garis zigzag adalah larangan berhenti, Plat AB malah hobi parkir dan berhenti di atasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Papan peringatan jalan juga ada untuk dilanggar oleh Plat AB. Jangankan ambang atas kecepatan, larangan putar balik saja sering dilanggar. Belum lagi peringatan satu arah yang tetap ditembus oleh pengendara pencari sensasi adrenalin.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Plat AB adalah mimpi buruk ketika malam tiba<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua poin di atas bisa anda temukan ketika malam tiba. Ketika senja<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyatanya-romantisme-jogja-itu-diskriminatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Jogja terkesan romantis<\/a>, malam Jogja adalah mimpi buruk. Dari seenaknya memotong jalan, main tuas gas, memenuhi lajur jalan lain, sampai melanggar setiap marka jalan yang ada. Semua sempurna di bawah rembulan dan lampu temaram Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum cukup, setan jalanan ini kadang bermain nyawa. Baik balapan liar atau klitih. Lihatlah, plat apa yang jadi pelaku utama dua kenakalan ini. Sudah pasti Plat AB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian akan membantah,\u00a0 \u201cTapi kan perilaku itu juga dilakukan plat lain!\u201d \u201cLho, daerah lain juga sama saja!\u201d Ya memang, semua plat akan sama saja. Karena sumber perilaku meresahkan ini ada di dalam tempurung kepala tiap pengendara. Maka jangan pikir Plat AB lebih suci daripada kendaraan pendatang. Di Jogja, Plat AB yang paling menyebalkan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Prabu Yudianto<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-lumrah-yang-nggak-bisa-dilakukan-orang-jogja\/\"><b>5 Hal Lumrah di Daerah Lain, tapi Orang Jogja Nggak Bisa Melakukannya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya bukan plat B yang paling menyebalkan di jalanan Jogja, tapi plat AB. Mereka ugal-ugalan, apalagi di malam hari. <\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":292446,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[529,115,25781,25780,21565],"class_list":["post-292440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta","tag-jogja","tag-kendaraan-jogja","tag-plat-ab","tag-plat-b"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=292440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=292440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=292440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=292440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}