{"id":292229,"date":"2024-08-15T13:30:19","date_gmt":"2024-08-15T06:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=292229"},"modified":"2024-08-15T13:01:30","modified_gmt":"2024-08-15T06:01:30","slug":"wadaslintang-bak-pusat-kota-di-perbatasan-wonosobo-kebumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wadaslintang-bak-pusat-kota-di-perbatasan-wonosobo-kebumen\/","title":{"rendered":"Pertigaan Wadaslintang bak Pusat Kota bagi Warga Perbatasan Wonosobo-Kebumen"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tinggal di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.\u00a0 Itu, lho daerah yang dikelilingi Waduk Wadaslintang. Nggak tahu? Ya emang kalah pamor sama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pergi-ke-dieng-saat-weekend-niat-healing-berakhir-sinting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dieng<\/a> sih. Kecamatan ini berjarak 37 kilometer di sisi barat daya dari pusat Kota Wonosobo dan berbatasn langsung dengan kabupaten Kebumen. Dengan kata lain, perlu waktu 30-40 menit berkendara menggunakan sepeda motor untuk sampai ke pusat Kota Wonosobo.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya sebuah daerah perbatasan yang jauh dari pusat kota, Wadaslintang diwarnai dengan berbagai persoalan. Hal yang paling terlihat adalah jalan rusak, akses pendidikan yang sulit, hingga persoalan administratif lain karena jauh dari pusat kota. Selain itu, bisa dibilang daerah ini kurang hiburan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa keberadaan pertigaan Wadaslintang bak angin segar bagi warga sekitar. Pertigaan ini perlahan menjelma jadi pusat kota bagi warga Wadaslintang dan daerah lain yang berada di perbatasan Wonosobo-Kebumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertigaan Wadaslintang bagaikan alun-alun bagi warga setempat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Wadaslintang nggak punya alun-alun, tapi itu bukan masalah karena kami punya pertigaan Wadaslintang. Bak pusat kota, segala hal bisa didapat di sana. Nggak heran kalau pertigaan ini selalu ramai pengunjung. Terutama warga perbatasan Kabupaten Wonosobo-Kebumen seperti <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kaligowong,_Wadaslintang,_Wonosobo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desa Kaligowong<\/a>, Padureso, atau Sendang Dalem.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan sekedar sebagai tempat hiburan bagi warga, beberapa kegiatan besar juga diselenggarakan di pertigaan ini. Maksud saya kegiatan besar khas kabupaten seperti lomba 17-an, pertunjukan kesenian daerah, hingga upacara bendera. Acara-acara seperti itu biasanya mengambil tempat di lapangan yang ada di pinggir jalan dekat pertigaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau udah begini ya jangan heran kalau pertigaan Wadaslintang selalu ramai tiap harinya. Di pagi hari tempat ini ramai dilewati oleh anak sekolah atau mereka yang pergi ke pasar. Di sore dan malam hari, daerah ini ramai sama anak muda yang mau nongkrong, cukur rambut, atau sekadar beli martabak di depan polsek.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertigaan yang begitu besar jasanya bagi pemudik dan perantau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertigaan Wadaslintang juga jadi tempat favorit pemudik dan perantau. Orang-orang biasanya milih buat turun atau nunggu bus dan jemputan di pertigaan ini. Apalagi pas lebaran dan libur panjang, siap-siap aja banyak bus atau travel yang menaikan dan menurunkan penumpang di tempat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi warga perbatasan Wonosobo-Kebumen, titik pertigaan Wadaslintang memang strategis. Selain pusat keramaian bagi warga Wadaslintang, pertigaan ini berlokasi di salah satu jalan utama, yaitu <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=Jalan+Raya+Prembun+mojok&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;oq=Jalan+Raya+Prembun+mojok&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIGCAEQRRg80gEHODQ5ajBqN6gCALACAA&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Raya Prembun<\/a>. Asal tahu saja jalan ini jadi salah satu jalan utama buat pergi ke Wonosobo atau ke pusat Kota Kebumen. Sebenarnya ada jalan lain buat ke dua daerah itu. Hanya saja jalannya tidak sebesar dan sebagus Jalan Raya Prembun Wadaslintang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Perputaran ekonomi\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertigaan ini juga menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi Wadaslintang dan sekitarnya. Banyak sekali warga perbatasan Wonosobo dan Kebumen yang menggantungkan hidupnya di pertigaan ini. Mulai dari tukang ojek, abang-abang martabak, tukang cukur rambut, tukang bensin, dan masih banyak lagi. Masyarakat sekitar juga terbantu dengan hal ini. Mereka punya spot untuk refreshing, nggak harus ke kota untuk refreshing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, pertigaan Wadaslintang jadi tempat yang luar biasa. Bayangkan saja, tempat kecil yang jalannya rusak dan kelihatannya biasa saja ternyata sangat membantu masyarakat sekitar. Selama saya hidup, pertigaan Wadaslintang selalu punya tempat di hati saya. Berkat tempat ini saya bisa merasakan banyak hal yang nggak bisa saya dapat di desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arzha Ali Rahmat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cepu-kecamatan-paling-ramai-di-tengah-blora-yang-sepi\/\"><b>Mempertanyakan Alasan Cepu Bisa Jadi Kecamatan yang Ramai di Tengah Kabupaten Blora yang Sepi<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertigaan Wadaslintang Wonosobo jadi pusat keramaian bagi warga perbatasan Wonosobo-Kebumen. Kegiatan ekonomi dan sosial terjadi di sana. <\/p>\n","protected":false},"author":2697,"featured_media":292298,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10477,25761,25760,8615],"class_list":["post-292229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kebumen","tag-pertigaan-wadaslintang","tag-pertigaan-wadaslintang-wonosobo","tag-wonosobo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2697"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=292229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=292229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=292229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=292229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}