{"id":292118,"date":"2024-08-18T13:32:43","date_gmt":"2024-08-18T06:32:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=292118"},"modified":"2024-08-18T13:32:43","modified_gmt":"2024-08-18T06:32:43","slug":"ancaman-tenggelamnya-stasiun-semarang-tawang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ancaman-tenggelamnya-stasiun-semarang-tawang\/","title":{"rendered":"Ancaman Tenggelamnya Stasiun Semarang Tawang Menyusul Penurunan Muka Tanah di Semarang Utara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun terakhir, kita sering mendengar beberapa daerah di Indonesia akan tenggelam. Kita sering mendengar nama Jakarta, misalnya. Di Semarang sendiri, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-bakal-tenggelam-duluan-di-laut-jawa-daripada-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menurut Mas Bondan Attoriq dalam tulisan beberapa waktu lalu<\/a>, tengah merasakan ancaman yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan menurut Mas Bonda, kota ini bisa tenggelam lebih dulu ketimbang Jakarta. Salah satu lokasi yang terancam adalah Stasiun Semarang Tawang di Semarang Utara. Stasiun ini menjadi yang terbesar di Kota Semarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah tidak asing dengan kondisi \u201ctenggelam\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia perkeretaapian di Semarang sebenarnya nggak asing sama kondisi \u201ctenggelam\u201d. Sebelum Stasiun Semarang Tawang lahir, sebetulnya ada stasiun lain yang lebih tua bernama Stasiun Samarang. Stasiun ini mengalami nasib apes yaitu mati, ditinggalkan, tenggelam, dan akhirnya \u201chilang\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stasiun Samarang sendiri berlokasi di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Konon, ini adalah stasiun pertama dan titik nol kereta api di Pulau Jawa yang <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Samarang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mulai dibangun tahun 1864 dan dibuka pada 1867<\/a> oleh NIS (perusahaan kereta swasta Belanda).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1914, pemerintah Belanda membongkar bangunan Stasiun Samarang. Hal ini bertujuan untuk membangun rel baru untuk Stasiun Stasiun Semarang Tawang. Maklum, lokasi Stasiun Samarang nggak jauh dari laut, berdiri di atas bekas rawa, dan selalu tergenang banjir rob. Bahkan sejak 1914 saja Semarang sudah terancam tenggelam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, Belanda memisahkan fungsi dua stasiun ini. Stasiun Samarang untuk angkutan barang. Sementara itu, Stasiun Semarang Tawang untuk angkutan penumpang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menggali kembali sejarah yang sudah tenggelam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Jepang berkuasa, Stasiun Samarang benar-benar ditinggalkan. Stasiun yang amat sangat bersejarah bagi dunia perkeretaapian di Indonesia ini dibiarkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-banjir-besar-rata-di-banyak-daerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diterjang abrasi dan tenggelam<\/a> di antara tambak-tambak ikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun kemudian, Stasiun Samarang beserta emplasemennya bersalin muka jadi permukiman penduduk. Eksistensinya sebagai stasiun pertama di Indonesia hilang dan terlupakan. Dan Stasiun Semarang Tawang kini (mungkin) mengalami ancaman yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun terakhir, pegiat sejarah kereta api menelisik kembali keberadaan Stasiun Samarang yang sempat simpang siur lokasinya. Hal ini karena bangunan stasiunnya, selain tertutup permukiman, juga sudah tenggelam ke dalam tanah sedalam dua meter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langit-langit bangunan khas Belanda yang terkenal tinggi, bisa diraih dengan tangan manusia dewasa. Agak miris memang, tapi kalau alam sudah bertindak, mau gimana lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ancaman nyata kepada Stasiun Semarang Tawang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin para pemangku kebijakan bisa memikirkan dengan serius agar kotanya nggak tenggelam. Paling tidak nggak duluan tenggelam ketimbang Jakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nggak Stasiun Semarang Tawang akan segera menyusul Stasiun Samarang yang mati dan \u201chilang\u201d. Bisa-bisa kota ini betulan jadi tempat wisata underwater kayak yang dibilang Mas Bondan Attoriq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rizqian Syah Ultsani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daerah-langganan-banjir-di-semarang-dan-tips-hidup-di-sana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daerah Langganan Banjir di Semarang dan Tips Hidup di Sana<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stasiun Semarang Tawang berada dalam ancaman nyata. Stasiun besar ini tenggelam menyusul pendahulunya yang telah mati dan ditinggalkan.<\/p>\n","protected":false},"author":2509,"featured_media":292649,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24381,19833,10004,4652,25811,25810],"class_list":["post-292118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banjir-rob-semarang","tag-banjir-semarang","tag-jawa-tengah","tag-semarang","tag-stasiun-semarang","tag-stasiun-semarang-tawang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2509"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=292118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292118\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292649"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=292118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=292118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=292118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}