{"id":292004,"date":"2024-08-13T12:12:55","date_gmt":"2024-08-13T05:12:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=292004"},"modified":"2024-08-14T20:26:46","modified_gmt":"2024-08-14T13:26:46","slug":"es-teh-jumbo-nikmat-ala-teh-solo-begini-resepnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-jumbo-nikmat-ala-teh-solo-begini-resepnya\/","title":{"rendered":"Resep Nikmat Es Teh Jumbo Ala Teh Solo: Segar Tehnya, Nikmat Cuannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal Juli 2024, saya pernah menulis perihal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-licik-oknum-pedagang-es-teh-jumbo-meraup-keuntungan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara licik pedagang<\/a> es teh jumbo untuk meraup keuntungan. Artikel itu mendapat sambutan yang beragam. Nah, ada satu komentar dari teman yang cukup membuat saya berpikir. Dia bertanya: \u201cTeh yang enak itu campurannya kayak apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu muncul karena bagi lidahnya, warung es teh jumbo menghasilkan rasa yang mirip-mirip. Malah banyak warung yang gagal menghadirkan rasa teh di dalam produksinya. Tidak ada rasa sepat, kata teman saya. Yang tertinggal di lidah hanya seperti air gula ditambah es batu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu membuat saya berpikir. Jadi, es teh jumbo yang enak itu yang seperti apa? Jika mencoba patuh terhadap pakem rasa teh, setidaknya harus ada <a href=\"https:\/\/dlh.semarangkota.go.id\/ciri-ciri-air-yang-tercemar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kombinasi rasa sepat dan aroma melati<\/a> di sana. Ini kata pakar, ya. Bukan kata saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah membaca beberapa sumber dan bertanya kepada orang yang sering membuat teh, saya bisa merangkum 3 hal penting perihal oplosan teh. Izinkan saya menjelaskannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Air bersih tetap menjadi kunci<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penuturan orang yang sering membuat oplosan teh untuk acara keluarga, yaitu ibu saya sendiri, air itu krusial. Air yang untuk membuat oplosan es teh jumbo harus bersih. Ini sudah pakem dan aturan utama. Kamu sedang membuat minuman untuk orang lain, bukan mau bikin celaka karena air yang tidak bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jangan menggunakan air yang berbau. Biasanya, kalau muncul bau, air tersebut mengandung masalah. Selain bau, biasanya airnya berwarna dan memiliki rasa. Yah, pokoknya perhatikan betul hal-hal standar terkait air yang tidak tercemar. Ini bisa mengubah rasa oplosan teh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Waspada terhadap rasa \u201cdekokan\u201d teh yang sudah terlalu lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan lalu saya juga menulis soal ini. Ada saja oknum warung es teh jumbo yang tidak mengganti oplosan teh. Hasilnya, teh jadi basi dan terasa kecut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain rasa yang tidak lagi nikmat, kesehatan pembeli juga terancam. Kata ibu saya, mending \u201cberkorban\u201d sedikit modal untuk rajin mengganti \u201cdekokan\u201d teh ketimbang meracuni pembeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teh basi tentu mengurangi kenikmatan. Selain itu, teh basi itu juga mengandung bahaya jika dikonsumsi. Misalnya, kamu bisa kena diare atau hingga infeksi karena kuman di dalamnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Oplosan teh Solo untuk membuat es teh jumbo yang nikmat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah menggali beberapa sumber, saya menemukan pola oplosan teh yang disukai orang Solo. Kita sama-sama tahu kalau urusan teh, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/es-teh-di-khazanah-kuliner-solo-lebih-nikmat-dibandingkan-kuliner-jogja-jangan-tanya-soal-harga-dan-rasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Solo memang nomero uno<\/a>. Sementara oplosan ini datang dari seorang peracik teh yang reputasinya sangat baik. Dia adalah Pakdhe Blontank Poer, pemilik BlonTea.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakdhe Blontank bilang begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya kasih info saja, oplosan menu ngeteh paling populer di Solo adalah yang terdiri dari teh cap Nyapu dan Sintren. Itu paling standar. Untuk kepekatan, orang sering mencampurkan merk Dandang. Ada yang menambahkan merek Gopek atau 999. Merek terakhir ini jarang dijumpai di pasar di luar Solo.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah rahasia teh enak dan oplosan yang bisa kamu coba. Siapa tahu usaha es teh jumbo yang sedang kamu rintis bisa menjadi hits. Ingat, teh yang enak pasti akan menemukan pembelinya sendiri. Semoga sukses!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/djangan-anggap-remeh-oeroesan-ngeteh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Djangan Anggap Remeh Oeroesan Ngeteh!<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini berisi oplosan rahasia teh Solo untuk membuat es teh jumbo yang nikmat. Cocok untuk kamu yang ingin bisnis es teh.  <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":292005,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[627,19215,16048,25731,2284,25734,25732,11455,25733,16049],"class_list":["post-292004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-es-teh","tag-es-teh-jumbo","tag-es-teh-solo","tag-racikan-es-teh","tag-solo","tag-teh-999","tag-teh-cap-nyapu-solo","tag-teh-dandang","tag-teh-gopek","tag-teh-solo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=292004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=292004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=292004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=292004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}