{"id":291965,"date":"2024-08-13T15:53:06","date_gmt":"2024-08-13T08:53:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=291965"},"modified":"2024-08-13T15:53:06","modified_gmt":"2024-08-13T08:53:06","slug":"5-cara-menabung-yang-agak-aneh-tapi-berhasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-cara-menabung-yang-agak-aneh-tapi-berhasil\/","title":{"rendered":"5 Cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menabung mungkin menjadi kata yang cukup sering kita dengar dan temui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ikut seminar finansial, kita sering mendengar pentingnya memiliki tabungan. Di zaman anak-anak dulu, kita sering mendengar pepatah &#8220;menabung pangkal kaya&#8221; dilontarkan oleh orang tua atau guru kita. Di media sosial pun kita sering melihat tawaran produk tabungan yang ditawarkan bank konvensional maupun digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menabung memang banyak manfaatnya, sayangnya banyak orang yang kesulitan ketika harus menabung. Ada saja penghambat (lebih tepatnya alasan) yang menghalangi orang untuk menabung. Entah karena penghasilan yang kurang, ingin memberi reward dulu kepada diri sendiri, atau alasan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman kuliah saya dulu sering beralasan tidak bisa menabung. Entah kiriman orang tua yang seret, jumlahnya pas-pasan, dan sering dipinjam teman lain tapi tidak dikembalikan. Teman saya yang lain mengaku sulit menabung karena terlalu sering nombokin kupon bazar penggalian dana yang nggak laku terjual. Maklum, dia mahasiswa yang kelewat aktif di kepanitiaan. Pokoknya ada-ada saja alasan di baliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari alasan yang mungkin jumlahnya lebih banyak dari jumlah bintang di langit, pastinya ada jalan yang bisa dilakukan agar tetap bisa menabung. Saya bukan seorang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-financial-planning-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">financial planner<\/a> atau perencana keuangan, tapi di sini saya ingin berbagi beberapa trik menabung yang saya lakukan sejak masih kuliah. Trik ini masih saya gunakan sampai saat ini. Mungkin beberapa trik ini terlihat aneh, tapi bisa dicoba siapa tahu berhasil. Berikut ini beberapa cara yang saya coba dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Coba buat financial plan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Financial plan adalah rencana keuangan teman-teman selama satu periode tertentu, biasanya satu bulan. Masukkan rencana pengeluaran dan pendapatan teman-teman di sini, beserta target-target yang ingin dicapai termasuk target jumlah tabungan yang ingin dicapai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ingin memiliki tabungan sejumlah sekian juta untuk membeli ponsel baru. Masukkan jumlah penghasilan, lalu perkirakan berapa yang perlu ditabung untuk membeli ponsel itu. Sisa yang muncul baru dialokasikan untuk hal lain. Cara ini juga dapat membantu kita untuk mengetahui penyebab kita tidak bisa menabung. Apakah karena penghasilan kita kelewat kecil, atau justru karena ada banyak pengeluaran nggak penting. Iya, saya tahu trik ini terlihat biasa saja, tapi ada baiknya dicoba juga bersama saran yang lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Menabung di awal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Financial plan sudah dibuat, lalu sekarang waktunya untuk eksekusi. Tabunglah uang sejumlah rencana yang sudah ada, baru sisanya dibelanjakan. Jangan dibalik, karena biasanya jika belanja duluan, maka biasanya tidak ada uang yang tersisa. Lalu bagaimana jika masih ada sisa? Sisanya itu boleh dihabiskan, atau ditabung. Saya sih, jika ada sisa, biasanya ditabung, agar target tabungan saya bisa tercapai, hehehe<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Pilih tempat menabung yang tepat, dengan jenis tabungan yang tepat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trik ini mungkin jarang terpikir oleh orang. Tapi mungkin bisa dicoba untuk kalian yang sudah menabung di awal bulan, tapi di tengah bulan atau di akhir bulan uangnya ditarik lagi, alias sama saja bohong nabungnya. Pilihlah jenis tabungan yang mudah menyetor uangnya, tapi agak sulit menarik uangnya. Misalnya, tabungan yang tidak ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-ogah-punya-m-banking-padahal-zaman-sudah-canggih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">internet banking<\/a> dan kartu atm-nya, tabungan yang memotong saldo ketika ditarik, atau tabungan yang membatasi jumlah penarikan setiap bulannya, atau tabungan mudah menarik uangnya, tapi cabang banknya ada sedikit dan harus antri ketika menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya atau tidak, ada bank yang memiliki produk tabungan \u201cagak aneh\u201d macam begini. Intinya, pilih jenis tabungan yang mudah menabungnya, tapi agak sulit menariknya. Ingat, tabungan yang agak sulit menariknya ya, bukan tabungan yang nggak bisa ditarik sama sekali.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Cobalah menabung kembalian atau uang kecil di celengan tanah liat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar kata celengan mungkin kita terbayang masa kecil. Cara menabung yang terdengar kanak-kanakan ini ini menurut saya cukup ampuh diterapkan oleh orang dewasa. Celengan yang tertutup rapat, seperti celengan tanah liat tidak dapat dibuka selain dengan cara dipecahkan. Otomatis kita akan lebih sulit mengambil uang yang sudah kita tabung di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin mencoba trik ini, mulailah dengan menabung uang kecil yang tersisa di dompet setelah seharian beraktivitas. Misalnya, setelah seharian beraktivitas wara wiri, keluarkan semua uang kecil dengan pecahan di bawah Rp5.000, lalu masukkan ke dalam celengan itu. Ulangi setiap harinya sampai celengan itu penuh. Setelah penuh? Celengan boleh dipecahkan, lalu uangnya bisa disetor ke rekening kita di bank.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Buat tabungan dalam bentuk lain, misalnya dalam bentuk tabungan saham<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menabung ini juga saya gunakan dulu ketika kuliah. Saya membuka rekening saham di sebuah perusahaan (yang biasanya disebut perusahaan sekuritas). Kemudian mulai menyetor sebagian uang yang saya sisihkan ke rekening itu dan membelanjakan untuk saham. Proses ini saya ulangi setiap bulannya, sehingga di masa itu saya memiliki tabungan yang cukup banyak (untuk ukuran saya).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya merekomendasikan trik ini? Karena pada umumnya uang yang sudah ada dalam wujud <a href=\"https:\/\/www.idx.co.id\/id\/produk\/saham\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saham<\/a>, tidak dapat berubah menjadi uang dalam waktu yang singkat. Biasanya perlu waktu sekitar dua-tiga hari setelah sahamnya dijual, baru uangnya bisa kita tarik, dan bisa dibelanjakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan pula yang bisa dilakukan demi menabung. Jika ada yang selalu gagal menabung dengan berbagai alasan, mungkin lima cara yang agak aneh di atas dapat dicoba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anak Agung Ananda Satwika<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menabung-emas-di-pegadaian-punya-beberapa-kelemahan\/\"> <b>Kelemahan Menabung Emas di Pegadaian yang Perlu Disadari Banyak Orang<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5 cara menabung: buat financial plan, tabung sesuai rencana, pilih jenis tabungan, tabung uang kecil, dan menabung dalam bentuk lain. <\/p>\n","protected":false},"author":2717,"featured_media":292041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[25741,34,207,4404],"class_list":["post-291965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-cara-menabung","tag-mahasiswa","tag-menabung","tag-tabungan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2717"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}