{"id":291653,"date":"2024-08-11T10:45:35","date_gmt":"2024-08-11T03:45:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=291653"},"modified":"2024-08-11T10:30:47","modified_gmt":"2024-08-11T03:30:47","slug":"masjid-di-jawa-timur-yang-paling-cantik-dan-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/masjid-di-jawa-timur-yang-paling-cantik-dan-nyaman\/","title":{"rendered":"3 Masjid Paling Cantik di Jawa Timur, Menyejukan Mata dan Menentramkan Jiwa"},"content":{"rendered":"<p><em>Banyak masjid di Jawa Timur yang indah dan cocok jadi tujuan wisata religi.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Jawa Timur terkenal dengan berbagai jenis wisata, salah satu yang menjadi primadona adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/sosial\/5-tujuan-wisata-religi-di-klaten-dari-makam-para-sunan-hingga-candi-prambanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisata religi<\/a>. <span style=\"font-weight: 400;\">Semakin ke sini, wisata religi Jawa Timur kian populer. Selain pilihannya yang semakin banyak, wisata religi begitu digemari karena bisa menyasar segala usia. <\/span><\/p>\n<p>Nah, kalau kalian dalam waktu dekat ingin mengunjungi provinsi paling timur di Pulau Jawa ini, coba mampir ke beberapa tempat ini. Tiga masjid di Jawa Timur bawah ini sedang viral banget dan destinasi utama warga ketika melancong.<\/p>\n<h2><b>#1 Masjid Ar-Rahman Blitar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain terkenal sebagai persemayaman terakhir Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kota-blitar-tempat-indah-yang-diteror-kotoran-burung-kuntul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Blitar<\/a> juga terkenal dengan wisata religi. Salah satu yang menjadi andalan adalah Masjid Ar-Rahman yang keindahannya bagaikan Masjid Nabawi di Kota Madinah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid ini berlokasi di Jalan Ciliwung, Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur. Halaman masjid yang luas dan suci, seakan menyambut hangat kedatangan para pengunjung. Selasar yang panjang dan rapi dilengkapi dengan loker-loker guna penitipan sandal dan sepatu yang nantinya kunci loker diserahkan pada kita. Inilah yang membuat masjid Ar-Rahman berbeda dengan masjid lainnya, pengunjung tidak perlu khawatir sandal atau sepatunya hilang ketika ditinggal menunaikan ibadah salat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya desain bangunannya yang indah, fasilitas di masjid Ar-Rahman Blitar nggak kaleng-kaleng. Peralatan salat, mukena dan sarung, selalu bersih dan wangi. Asal tahu saja, setelah sekali dipakai, alat salat itu langsung dicuci, dikeringkan, dan destrika. Selain tiu ada jamuan gratis berupa teh hangat, kopi, dan minuman jahe turut memanjakan para pengunjung yang selalu berdatangan dari segala penjuru. Kehangatan teh dan arsitekturnya, sehangat sambutan para petugas di masjid ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjung masjid Ar-Rahman Blitar juga tidak perlu khawatir merasa gerah, karena di dalam masjid disediakan AC yang dinginnya bagaikan di kutub utara.\u00a0 Setelah menunaikan shalat di masjid Ar-Rahman Blitar, mayoritas pengunjung akan berfoto-foto dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">background <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">masjid yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">instagramable<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Saking viralnya, sekarang menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">trending<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, akad nikah di Masjid Ar Rahman. Tak ketinggalan, di mana ada keramaian, disitu UMKM bergerak. Kegemaran masyarakat Indonesia berbelanja (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">shopping<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) menumbuhkan titik sentra ekonomi ummat. Ar Rahman menjelma menjadi masjid sebagai pusat ibadah dan pengerak ekonomi kerakyatan. Kalo lagi main ke Blitar, jangan lupa berkunjung ke masjid yang satu ini ya, guys!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Masjid Muhammad Cheng-Hoo Pasuruan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang yang membaca nama Masjid Muhammad Cheng-Hoo pasti bertanya-tanya dari mana asal nama masjid yang satu ini. Nama masjid Cheng-Hoo yang diambil dari nama pelaut muslim asal China yang berekspedisi hingga ke Nusantara yaitu <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Cheng_Ho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Laksamana Cheng Hoo<\/a>. Lokasi pasti masjid ini berada di Jalan Raya Kasri No. 18, Petung Sari, Petung Asri, Kecamatan Pandaan, Pasuruan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur Masjid Muhammad Cheng-Hoo sangat khas. Atapnya berwarna hijau mirip pagoda, tanpa kubah sebagaimana masjid lainnya. Hiasan lampion-lampion yang tergantung berpadu dengan keindahan khat\/kaligrafi. Karpet merah yang empuk dan wangi, serta kesejukan di dalam masjid tentu akan membuat seluruh jama\u2019ah betah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halaman masjid yang luas sangat cocok untuk pengunjung menikmati keindahan arsitekturnya. Bukti akulturasi budaya antara Tionghoa, Jawa, dan Arab dapat dilihat dalam bangunan masjid Cheng-Hoo karena bentuk bangunannya merupakan perpaduan dari ketiga jenis arsitektur. Keberhasilan menggerakkan ekonomi kerakyatan juga dibuktikan oleh Masjid Cheng Hoo dengan tersedianya pusat belanja oleh-oleh yang luasnya bukan main. Yang menarik lagi, kita bisa belanja jeruk peras yang ukurannya jumbo, manis, dan murah dengan dipatok harga Rp 5.000\/kg.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Masjid Jami\u2019 Imam Baidhowi Plemahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mampir ke Kabupaten Kediri <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jangan hanya mengunjungi\u00a0 SLG (<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simpang-lima-gumul-kediri-tempat-jahanam-yang-kini-jadi-ikon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Simpang Lima Gumul<\/a>) sebagai ikon andalan. Di Kediri juga ada wisata religi populer yakni\u00a0 Masjid Jami\u2019 Imam Baidhowi Plemahan. Masjid ini berjarak sekitar 17 km dari monumen SLG. Apabila ditempuh dengan kendaraan bermotor, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri dan baru diresmikan pada tahun 2023, masjid yang dibangun dengan desain seperti masjid Nabawi ini merebut perhatian masyarakat, terutama ibu-ibu jama\u2019ah pengajian dan santri TPA\u00a0 (Taman Pendidikan Al Qur\u2019an) yang sangat gemar berwisata religi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid ini punya nuansa sejuk dan asri, terutama di halaman masjidnya. Saya yakin pengunjung yang mampir akan betah di sana. Di dalam bangunan masjid pun tidak kalah nyaman karena sudah ber-AC. Selain itu, karpet hijaunya empuk dan wangi, desain interior yang mirip Masjid Nabawi, sungguh menunjang kekhusyukan beribadah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sholat, kita bisa beristirahat di bangku-bangku kayu jati yang artistik, baik di bawah payung-payung khusus bagaikan di masjid Nabawi maupun di teras rumah Haji Imam Baidhowi (pemilik masjid). Di teras tersebut disediakan meja, kursi full<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">berbahan kayu jati yang kuat, cantik, cocok untuk rapat, wifi-an mengerjakan tugas, atau menikmati bekal yang kita bawa dari rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa masjid di Jawa Timur yang paling cantik dan nyaman. Selain arsitektur dan suasana yang memikat wisatawan, fasilitas masjid begitu lengkap dan memuaskan. Benar-benar nyaman dan menunjang ibadah lebih khusyuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Najwa Filzah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makam-wali-songo-kebanyakan-kotak-amal-merusak-kesakralan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makam Wali Songo Terlalu Banyak Kotak Amal, Merusak Kesakralan Tempat Ziarah<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masjid di Jawa Timur yang paling cantik dan nyaman ada Ar-Rahman di Blitar, Muhammad Cheng-Hoo Pasuruan, Jami\u2019 Imam Baidhowi Plemahan.<\/p>\n","protected":false},"author":2580,"featured_media":291729,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[2501,565,25692,14319],"class_list":["post-291653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-jawa-timur","tag-masjid","tag-masjid-jawa-timur","tag-wisata-religi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/291729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}