{"id":291510,"date":"2024-08-09T14:30:25","date_gmt":"2024-08-09T07:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=291510"},"modified":"2024-08-09T14:19:40","modified_gmt":"2024-08-09T07:19:40","slug":"martabak-har-palembang-layak-dikenal-lebih-luas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/martabak-har-palembang-layak-dikenal-lebih-luas\/","title":{"rendered":"Martabak HAR: Kuliner Palembang Sejak 1947 yang Layak Mendapat Sorotan, Jangan Pempek Melulu!"},"content":{"rendered":"<p><em>Kalau mampir ke Palembang jangan cuma mencicipi pempek, cicipi juga martabak HAR yang sulit ditemukan di daerah-daerah lain.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu yang lalu, <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/mojokdotco\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">akun Instagram Mojok<\/a> mengunggah kuliner Palembang yang wajib dicoba. Tidak usah ditanya, urutan pertama pasti pempek. Siapa yang sih yang nggak kenal olahan ikan yang selalu bersanding sama cukonya itu. Kuliner ini sudah begitu terkenal di luar Palembang, bahkan hingga luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pempek, kuliner Palembang lain yang masuk daftar ada tekwan, pindang, burgo, tempoyak, dan sambal lingkung. Semua panganan itu memang khas Palembang dan enak. Namun, ada satu panganan yang luput dari radar Mojok yakni martabak HAR Pelembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini sudah tidak asing bagi warga Palembang atau yang pernah ke Palembang. Namun, martabak HAR tampaknya memang belum dikenal orang di luar Palembang, termasuk orang Jawa. Patut disayangkan mereka belum tahu bagaimana enaknya martabak satu ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Martabak HAR Palembang yang unik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Martabak HAR Martabak HAR memang bukan panganan khas, tapi merek ini sudah begitu melekat di hati warga Palembang. Bentuk dan proses martabak ini seperti martabak pada umumnya. Namun, panganan ini punya keistimewaan dari sisi makanan pendampingnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara kultur, martabak HAR memang lebih dekat dengan gaya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-bersyukur-tidak-terlahir-di-negara-india\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">India<\/a>. Di mana martabaknya disajikan bersama kuah kari yang kental dan pedas berempah dengan potongan kentang atau yang versi spesialnya pakai potongan daging. Nggak lupa, martabak juga ditaburi sama irisan cabai hijau. Martabak yang renyah dicocol sama kuah kari yang pedas gurih adalah perpaduan yang terbaik. Sangat memanjakan indera pengecap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh India ini karena pencipta atau pendirinya adalah keturunan India yang kemudian mukim di Palembang. Tahu sendiri sejak dulu Palembang jadi pusat berkumpulnya banyak etnis, termasuk dari India. Dia adalah Haji Abdul Rozak. Sematan nama \u201cHAR\u201d dalam martabak yang sudah ada sejak 1947 ini berasal dari nama pendirinya. Ya, HAR itu adalah singkatan dari Haji Abdul Rozak. Unik, kan. Awalnya mungkin untuk membedakan sama nama martabak lainnya, tapi lama kelamaan HAR jadi nama yang melekat erat sama martabak ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga terjangkau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu porsi martabak HAR yang dijual di outlet martabak HAR di depan Masjid Agung Palembang dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Kalau nggak salah, antara Rp20.000 sampai Rp60.000 tergantung varian dan isiannya. Harga segitu untuk menikmati makanan selezat martabak HAR sangatlah worth it. Kalau ke Palembang jangan hanya mencicipi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjual-pempek-palembang-nggak-semuanya-bersih-hati-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pempek<\/a>, tekwan, pindang, burgo, tempoyak, dan sambal lingkung. Wajib coba juga martabak HAR yang lezat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, dilihat secara orisinalitas, panganan ini bukanlah kuliner asli Palembang. Namun, perjalanan martabak HAR yang panjang di Palembang seperti sudah tidak bisa dipisahkan dari warga. Sayangnya, di luar Bumi Sriwijaya, panganan ini masih kalah populer oleh pempek. Di Jogja misalnya, dahulu sekali memang sempat ada penjual martabak semacam ini, tapi kini sudah tidak ada lagi. Ayo lah, martabak HAR buka cabang juga di Jogja. Banyak lho yang menunggu-nunggu juga selain saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rizqian Syah Ultsani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-tegal-enak-yang-layak-dikenal-lebih-banyak-orang\/\">5 Kuliner Tegal yang Layak Dikenal Lebih Luas, Ayo Orang Tegal Jangan Buka Warteg Melulu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Martabak HAR salah satu kuliner Palembang yang layak dikenal lebih banyak orang. Rasanya enak, penyajiannya berbeda dengan martabak lain. <\/p>\n","protected":false},"author":2509,"featured_media":291553,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[25569,25668,25667,7729],"class_list":["post-291510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-palembang","tag-martabak-har","tag-martabak-har-palembang","tag-palembang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2509"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/291553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}