{"id":291122,"date":"2024-08-06T15:53:58","date_gmt":"2024-08-06T08:53:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=291122"},"modified":"2024-08-06T15:53:58","modified_gmt":"2024-08-06T08:53:58","slug":"cara-mahasiswa-s1-agar-bisa-survive-setelah-lulus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-mahasiswa-s1-agar-bisa-survive-setelah-lulus\/","title":{"rendered":"Cara Mahasiswa S1 agar Bisa Survive setelah Lulus dan Tidak Hidup secara Menyedihkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya menulis <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-mahasiswa-s1-lulus-7-tahun-tapi-hidup-saya-baik-baik-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel ini<\/a>, saya diprotes kawan saya. Katanya, tulisan saya kurang mendetil perkara taktik. Maksudnya, saya harusnya menjelaskan begitu detil apa yang harusnya mahasiswa S1 lakukan menuju kelulusan. Setelah saya lihat-lihat lagi, betul juga, ini terlalu mengambang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawan dekat saya bilang, perencanaan adalah hal krusial yang lucunya begitu jarang oleh mahasiswa yang mau lulus. Padahal, yang punya planning jelas saja hancur lebur. Kok bisa-bisanya mereka go with the flow. Saya memahami kawan saya satu ini, sebab memang dia orang yang berhasil membangun empire dengan rencana-rencana gilanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, sayang, kawan saya satu ini tak mau disebut namanya. Padahal dia bisa banget menginspirasi banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan saya kemarin memang ditujukan untuk para social rejects. Kali ini, saya coba perluas tulisan saya untuk kalian semua, mahasiswa S1 yang mau lulus. Saya bukan orang yang berhasil banget di hidup, tapi tips ini menghindarkan kalian jadi remukan peyek yang digilas roda kehidupan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa S1 harus tau mau kerja di mana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, sebelum lulus S1, saya bikin dua skenario. Kalau saya lulus, saya mau daftar kerja di sini. Kalau saya DO, saya mau kerja di sini. Skenario itu saya buat dengan mempertimbangkan kemampuan saya yang saya kuasai. Kenapa? Soalnya saya nggak punya beking kuat dalam hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya, saya nggak punya koneksi orang dalam yang bisa masukin saya ke mana-mana. Orang tua saya bisa sih, tapi kan saya nggak mau. Jadi, saya harus bikin rencana yang paling masuk akal untuk mahasiswa S1 yang mau mentas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang perlu kalian perhatikan sih, bagian paling masuk akalnya. Begini maksudnya. Kalian harus tau mau kerja di mana sekaligus persentasinya. Kalau kecil, jangan. Kalau besar, ambil. Jangan lihat gaji dulu, jangan. Ini penting, tapi kalian baru memulai. Baiknya ekspektasi kalian dipasang rendah dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian memang harus balik modal, tapi kalian nggak bisa buru-buru juga. Jadi sabar. Untuk yang sandwich generation, ini bakal lebih susah. Tapi, grit your teeth. Im sorry, but you have to grit your teeth.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bikin proyeksi 5 tahun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa S1 yang saya tahu sekarang pada lulus pada umur 22-an. Bagus, itu artinya kalian masih punya waktu yang cukup panjang. Nah, kalian harus bikin proyeksi karier 5 tahun itu mau kek mana. Jangan go with the flow, kalian nggak bisa pakai cara ini karena tren industri berubah-ubah seenak jidat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian coba bikin rencana yang konkret 5 tahun mau ngapain. Dalam 5 tahun, kalian harus mencapai apa, harus di perusahaan mana, jabatan apa, serta bagaimana mencapainya. Nah, bagian bagaimana ini kalian harus pahami detilnya. Soalnya kalau nggak, kalian susah mencapainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah nonton <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Itaewon_Class\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Itaewon Class<\/em><\/a> kan? Nah, tiru semangat dan bagaimana Park Saeroyi merencanakan semuanya secara detil. Tiru aja semangat sama caranya, nggak usah potong buzz cut juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rencana harus detil, tapi masuk akal. Misal gini. Kalian setelah lulus S1, misal jadi CS. Nah, dalam 5 tahun, kalian pengin jadi katakanlah kepala departemen. Jangan tinggi-tinggi penginmu. 3 tahun jadi kepala cabang yo keplak ndasmu. Sabar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rencana yang masuk akal, membuat kalian bisa mencapainya tanpa pressure yang kelewat gede. Pressure kelewat gede justru bikin kalian hilang arah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Variabel<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian harus memahami bahwa rencana itu selalu ada pengganjalnya. Nah, kalian harus sedia banyak alternatif, sebanyak variabel kegagalan yang bisa kalian temukan. Ini penting, sebab mahasiswa S1 kebanyakan itu dibebani ekspektasi kelewat tinggi oleh orang tuanya. Maka dari itu, kalian harus sedia buanyak rencana dan menemukan variabel-variabel yang ada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keberuntungan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberuntungan adalah faktor sukses terpenting sekaligus paling sulit diraih karena memang random. Tapi bagi saya, sebenarnya nggak random-random amat karena semakin banyak usaha, semakin besar peluang untuk beruntung. Mahasiswa S1 harusnya paham ini sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, yang perlu dipahami adalah, keberuntungan orang itu beda-beda. Misal, ada yang beruntung kerja di perusahaan gede bergaji 40 juta per bulan. Nah, bukan berarti yang di bawahnya tidak beruntung. Cuma beda aja. Pokoknya ini baru kalian sadari nanti kalau udah nemu keberuntungan kalian sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisa kuliah S1 sendiri sudah termasuk modal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kerap dengar, privilege mengalahkan apa pun. Anak orang kaya jelas lebih bisa berhasil ketimbang yang lain. Saya setuju banget untuk itu, tapi, bentar. Kalian lupa kalau bisa kuliah aja udah privilege.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya pribadi, kuliah itu membukakan banyak jalan, koneksi, serta pemikiran. Ini sudah modal besar sebenarnya, asal mau melakukan yang sebelumnya. Bukan modal yang hebat, tapi penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tuh lupa kalau kuliah itu artinya bersinggungan dengan banyak orang, yang artinya ada ribuan kemungkinan muncul dari manusia tersebut. Koneksi kalian sewaktu S1, itu bisa membawa kalian jauh ke titik yang nggak kalian bayangkan. Maka, bagi kalian yang belum lulus, bangun koneksi sebaik mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Eksekusi rencana, ingat, kalian ini anak S1<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya kalian sudah tahu ini. Semua rencana harus dieksekusi, kalau tidak, ya hasilnya nggak ada lah cok. Sebenarnya saya males nulis bab ini, tapi saya kerap nemu mahasiswa S1 yang sebenarnya brilian, tapi bisa-bisanya sambat bingung mau ngapain setelah lulus. Cuk, ya eksekusi rencana atau berusaha lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kek gini masih ditanyain, haesh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang di atas terasa panjang, oke saya coba kasih singkatnya. Sebelum lulus, pilih 2 perusahaan yang kira-kira mau nerima kalian. Setelah keterima, bikin proyeksi 5 tahun karier kalian kek mana. Udah, sesimpel itu. Tapi, saya yakin saat ngejalaninnya terasa nggak simpel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalian mahasiswa S1 sekarang saya pikir pada pinter-pinter kok. Jadi, tetap semangat. Dunia emang bajingan, tapi, kalian harus bisa lebih bajingan, biar nggak terinjak-injak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menu-red-flag-dari-rumah-makan-padang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa S1 harus bikin proyeksi 5 tahun mau ngapain, mencari variabel, menyadari potensi, agar bisa lulus dan tidak menganggur.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":291123,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[4693,25558,3173,2312],"class_list":["post-291122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-lulus","tag-mahasiswa-s1","tag-rencana","tag-wisuda"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/291123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}