{"id":290875,"date":"2024-08-05T11:22:43","date_gmt":"2024-08-05T04:22:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=290875"},"modified":"2024-08-05T11:22:43","modified_gmt":"2024-08-05T04:22:43","slug":"saya-menyesal-keluar-dari-remaja-masjid-kalau-nggak-kan-bisa-dapat-jatah-tambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-menyesal-keluar-dari-remaja-masjid-kalau-nggak-kan-bisa-dapat-jatah-tambang\/","title":{"rendered":"Saya Menyesal Keluar dari Remaja Masjid, kalau Nggak kan Bisa Dapat Jatah Tambang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi jagad publik Indonesia digemparkan oleh ormas yang mengirimkan sinyal tertarik untuk mengelola tambang. Ormas tersebut adalah BKPRMI, kepanjangan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia. Saya hanya bisa berkomentar, \u201cngerih kali ketua!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, bagi saya, ini langkah yang agak gimana gitu. Benar, bahwa izin tambang terkesan sedang dibagi-bagikan, tapi bukan berarti siapa pun ikutan ambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Syafrida, Organisasi BKPRMI itu mempunyai tujuan yaitu mengembangkan seluruh potensi kemampuan pemuda remaja. Lebih detailnya lagi nih, seorang remaja harus mampu memahami Al-Quran serta mengembangkan dakwah Islam. Sebab, tangan pemudalah yang menentukan kemajuan dan kemunduran suatu bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi dari esensi saja, ormas remaja masjid jelas tidak senada dengan tambang. Keliatan banget, nggak perlu ada perdebatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan Aly Reza di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/aktual\/sinyal-muhammadiyah-susul-pbnu-urus-tambang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojok<\/a> menjelaskan pihak Muhammadiyah mengelola pertambangan dengan melibatkan berbagai ahli. Tujuannya juga jelas, bahwa untuk menghindari kerusakan alam dan memanfaatkan SDM dari Muhammadiyah. Masalahnya, sejauh mana SDM BKPRMI siap dalam mengelola tambang?<\/span><\/p>\n<h2><b>Sikap BKPRMI sudah benar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya ketahui tentang BKPRMI, terutama cabang Sumut, masih berfokus pada perilaku remaja. Makanya, para pengurus BKPRMI sering mengadakan kegiatan positif untuk mengurangi kenakalan remaja. Ya selayaknya badan remaja masjid gitulah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah BKPRMI itu sudah benar, agar tidak tergesa-gesa dalam menangani tambang. Atau saran saya, ada baiknya ketika remaja Muhammadiyah dan BKPRMI ikut berkolaborasi dalam mengelola tambang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi alangkah baiknya, masukan dari saya yang hanya seorang mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, kalo BKPRMI tetap fokus saja pada kegiatan memakmurkan masjid. Fokus dalam membina pendidikan remaja. Fokus pada apa sajalah, asalkan jangan tambang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Benarnya Ramalan Prof Kuntowijoyo dalam karyanya Muslim Tanpa Masjid<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umat Islam saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat. Belum lagi sindiran-sindiran yang digaungkan kepada kedua kubu ormas Islam yaitu NU dan Muhammadiyah. Semua pasti sudah mengetahui sindiran itu, menuliskan di sini hanya mengulang hal yang tak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Jones, pergeseran makna umat kian menyempit yang hanya diberikan kepada dua organisasi umat Islam terbesar di Indonesia. Belum lagi saat ini, berbagai kelompok keagamaan kian menjamur. Bahkan menurut <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kuntowijoyo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prof. Kunto<\/a>, generasi baru Islam mengalami gejala keterasingan dari umat. Keadaan remaja telah berada pada tahap mereka tidak lagi menjadi bagian dari umat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya khawatir, jika pemerintah mengamini BKPRMI untuk mengurus tambang, semakin hilang daya tariknya terhadap masjid. Atau kemungkinan besar, permasalahan tambang akan dibawa ke dalam masjid. Duh, Gusti. Jangan sampai pertengkaran ambisi terjadi di dalam masjid.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Masjid sebagai orientasi kehidupan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Kunto berharap bahwa masjid sebagai orientasi hidup seorang Muslim agar ketika melakukan aktivitas di ruang publik, seperti pasar, parlemen, institusi pendidikan, sanggar budaya, maupun ormas, bisa didasarkan atas keimanan serta diintegrasikan dalam kehidupan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, kita semua tahu, kalau masjid sudah seharusnya menjadi pusat peradaban dan kebudayaan. Tapi alangkah baiknya, permasalahan tambang dikesampingkan dulu. Setidaknya umat Islam di Indonesia harus fokus pada permasalahan lainnya, entah itu di bidang pendidikan, kesehatan, menjaga lingkungan dengan cara lain, memperbaiki manajemen pengelolaan sedekah dan zakat, serta hal lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi menolak ormas Islam untuk mengelola tambang. Mau bagaimana pun, ormas Islam belum punya rekam jejak pada bidang pertambangan. Dan masalah umat masih jauh lebih banyak yang lebih urgent ketimbang tambang.<\/span><\/p>\n<p>Tapi kalau misal dapat jatah tambang beneran, saya jadi menyesal keluar dari remaja masjid. Kan lumayan tuh.<\/p>\n<p>Penulis: Fachri Syauqii<br \/>\nEditor:\u00a0Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/pbnu-memanf-sudah-benar-mengurus-tambang-batu-bara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sudah Benar, Tambang Batu Bara Harus Dipegang Ormas Keagamaan Terutama PBNU!<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kan lumayan.<\/p>\n","protected":false},"author":2682,"featured_media":290907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[25590,525,2801,25589,5534],"class_list":["post-290875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-izin-tambang","tag-muhammadiyah","tag-nu","tag-remaja-masjid","tag-tambang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2682"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}