{"id":290787,"date":"2024-08-04T12:41:19","date_gmt":"2024-08-04T05:41:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=290787"},"modified":"2024-08-04T12:41:19","modified_gmt":"2024-08-04T05:41:19","slug":"geblek-kuliner-khas-kulon-progo-yang-murah-meriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/geblek-kuliner-khas-kulon-progo-yang-murah-meriah\/","title":{"rendered":"Geblek Kuliner Khas Kulon Progo yang Murah Meriah, Harganya Ada yang Cuma 100 Perak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini saya mengunjungi salah satu daerah di kabupaten Magelang. Di sana saya menemukan makanan bernama geblek. Awalnya saya pikir makanan berbahan dasar singkong itu jajanan khas daerah tersebut. Nyatanya, geblek adalah makanan khas Kulon Progo, Yogyakarta. Mungkin saking enaknya penjaja makanan ini dapat dengan mudah ditemukan di Magelang ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geblek makanan yang cukup populer bagi warga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bojong-kota-magelang-daerah-yang-menyenangkan-untuk-menepi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Magelang<\/a>. Panganan ini terbuat dari bahan dasar tepung tapioka yang dibumbui bahan-bahan dasar seperti garam dan bawang putih. Walau bahan dan bumbunya sederhana, rasanya enak betul!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang lebih mengejutkan, harga panganan ini sangat murah, cuma Rp100. Membeli geblek dengan harga Rp100 dialami oleh salah seorang teman yang sedang KKN di salah satu kabupaten Magelang. Sebenarnya, nggak semua penjual memasang harga Rp100. Itu tergantung kalkulasi bahan baku dan jasa tiap pedagang. Dengan kata lain, harga geblek di pedagang lain bisa jadi berbeda, Rp100 bukan patokan. Namun, tetap saja, saya nggak menyangka di zaman seperti sekarang ini masih ada makanan semurah itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Makanan murah meriah yang kaya tekstur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geblek yang murah meriah ini, punya bentuk ring seperti karet gelang berwarna putih susu. Makanan ini gampang dijumpai di pasar-pasar tradisional kabupaten maupun Kota Magelang. Biasanya, jajanan ini dijual dalam keadaan sudah digoreng atau masih mentah seharga Rp5.000 tiap satu plastik yang berisi beberapa biji. Wujudnya yang sudah digoreng bergandeng satu sama lain karena berbahan dasar tepung tapioka. Dari segi tekstur, makanan khas Kulon Progo ini memang lebih enak dinikmati ketika masih hangat karena lebih \u2018kriuk\u2019. Sayangnya, kebanyakan geblek yang saya jumpai di pasar tradisional di Magelang seperti <a href=\"https:\/\/magelangkab.go.id\/images\/dokumen\/pasar_tradisional.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pasar Krasak<\/a>, Pasar Sidowangi, dan Pasar Kajoran, sudah tidak hangat ketika dijajakan sehingga sedikit bertekstur alot<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kita tetap bisa kok menikmati geblek hangat kapan saja. Caranya dengan membeli geblek mentah yang biasanya dikemas dalam plastik. Geblek mentah ini bisa dibeli di penjual sayur alias eyek, sebutan untuk penjual sayur di Magelang atau mencarinya di pasar. Kalian cukup menggoreng bahan mentah itu tanpa tambahan bumbu karena sudah gurih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dua versi geblek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut informasi beberapa teman saya yang asli Magelang, makanan satu ini ternyata punya dua versi yang memengaruhi tekstur atau tingkat alotnya. Pertama, geblek tanpa bahan tambahan parutan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/varian-olahan-singkong-berikut-patut-kamu-coba-biar-nggak-bosan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">singkong<\/a> dan kelapa. Kedua, geblek yang dicampuri ampas singkong dan kelapa. Geblek yang proses pembuatannya tidak ditambah parutan singkong dan kelapa, hasilnya cenderung bertekstur alot ketika sudah dingin. Adapun geblek yang diberi campuran parutan singkong dan kelapa, rasanya tidak berakhir alot. Tambahan kedua bahan tersebut, menjadikan geblek versi ini tidak alot meskipun sudah dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sudah berkali-kali membeli geblek, saya masih tidak tahu bagaimana cara membedakan kedua versi tersebut secara kasat mata. Namun jika ingin merasakan makanan ini yang gurih dan kriuk yang maksimal, saya sarankan beli saja versi mentahnya lalu goreng sendiri di rumah. Agak repot sedikit, tapi lebih sesuai di lidah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan asal Kulon Progo ini mengingatkan betapa makanan enak tidak melulu dibeli dengan harga yang mahal. Menjajal jajan tradisional juga bisa alternatif, hitung-hitung sekalian melestarikan makanan khas Indonesia. Bagaimana, kalian jadi tertarik mencicipinya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anita Sari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gudeg-kaleng-jogja-enak-tapi-punya-banyak-kekurangan\/\"><b>Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan\u00a0<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Geblek kuliner khas kulon progo yang cukup populer di Magelang. Selain rasanya yang gurih dan enak, makanan ini harganya sangat murah. <\/p>\n","protected":false},"author":2664,"featured_media":290803,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[25577,115,25578,13152,8599],"class_list":["post-290787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-geblek","tag-jogja","tag-kuliner-kulon-progo","tag-kulon-progo","tag-magelang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290787\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}