{"id":290515,"date":"2024-08-02T15:01:46","date_gmt":"2024-08-02T08:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=290515"},"modified":"2024-08-02T15:01:46","modified_gmt":"2024-08-02T08:01:46","slug":"makanan-khas-jogja-yang-mulai-jarang-ditemui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makanan-khas-jogja-yang-mulai-jarang-ditemui\/","title":{"rendered":"3 Makanan Khas Jogja yang Mulai Punah dan Susah Ditemui, padahal Enak!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja, dengan kekayaan budayanya yang mendalam, dikenal sebagai salah satu pusat kuliner tradisional di Indonesia. Meski saat ini Jogja semakin dikenal dengan berbagai inovasi kuliner modern, sejumlah makanan khas Jogja, terutama yang tradisional perlahan mulai jarang ditemui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan makanan tradisional ini bukan hanya tentang hilangnya rasa. Tetapi juga tentang mengurangi keragaman budaya yang kaya. Berikut adalah empat makanan tradisional khas Jogja yang kini mulai langka dan patut kita lestarikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tiwul, makanan khas Jogja yang ikonik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiwul adalah makanan tradisional yang berasal dari olahan singkong atau ketela pohon yang dikeringkan dan digiling menjadi butiran-butiran kecil seperti beras. Biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Gunungkidul.\u00a0 Tiwul biasanya dimasak dengan cara merebusnya hingga menjadi lembut dan siap disantap. Pada masa lalu, tiwul sering dijadikan makanan pokok oleh masyarakat Jawa, terutama saat masa-masa sulit.<\/span><\/p>\n<p>Meski tak bisa dibilang makanan khas Jogja alias eksklusif milik Jogja, tapi tiwul begitu erat dengan sejarah Jogja. <span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tiwul mulai tergantikan oleh beras dan makanan pokok lainnya. Selain itu, proses pembuatan tiwul yang memerlukan keterampilan dan waktu juga menjadi faktor mengapa makanan ini semakin jarang ditemukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kipo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kipo adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari adonan ketela pohon atau singkong yang diparut dan dicampur dengan kelapa parut serta gula merah. Setelah dicampur, adonan ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang. Kipo memiliki rasa manis yang khas dan tekstur yang kenyal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kini kipo mulai sulit ditemukan di pasar modern. Kurangnya minat generasi muda terhadap makanan tradisional dan juga karena proses pembuatannya yang rumit bikin kipo perlahan menghilang. Kipo sering ditemukan di pasar tradisional, namun kehadirannya semakin menurun.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sagon<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sagon\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sagon<\/a> adalah kue tradisional Jogja yang terbuat dari kelapa parut dan tepung ketan yang dicampur dengan gula merah. Campuran ini kemudian dicetak dalam cetakan khas dan dipanggang hingga matang. Sagon memiliki rasa manis dan tekstur yang kenyal, menjadikannya camilan yang populer pada acara-acara tertentu. Meskipun sagon merupakan makanan yang sangat populer di masa lalu, sekarang kue ini mulai jarang dijumpai karena banyaknya pilihan camilan modern yang lebih praktis dan mudah didapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan makanan tradisional ini adalah bagian dari fenomena global di mana makanan tradisional seringkali tergantikan oleh makanan modern. Faktor-faktor seperti kemajuan teknologi, perubahan pola makan, serta kesibukan hidup sehari-hari membuat makanan tradisional kurang diperhatikan. Untuk menjaga agar makanan tradisional ini tetap hidup, penting bagi kita untuk mendukung usaha-usaha pelestarian kuliner lokal dan mendorong generasi muda untuk melibatkan diri dalam praktik-praktik kuliner tradisional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelestarian makanan tradisional bukan hanya tentang menikmati rasa dari masa lalu, tetapi juga tentang menghargai dan melestarikan budaya serta tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa warisan kuliner seperti tiwul, kipo, sagon, dan gudeg mercon tetap menjadi bagian dari identitas budaya Jogja yang kaya dan beragam.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi<br \/>\nEditor:\u00a0Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-jogja-nggak-cocok-di-lidah-banyak-orang-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap<\/a> <\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski dikenal dengan berbagai inovasi kuliner modern, sejumlah makanan khas Jogja, terutama yang tradisional perlahan mulai jarang ditemui.<\/p>\n","protected":false},"author":2339,"featured_media":290615,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[115,1582,14752,9682],"class_list":["post-290515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-jogja","tag-makanan-khas-jogja","tag-sagon","tag-tiwul"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2339"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}