{"id":290476,"date":"2024-08-01T15:57:07","date_gmt":"2024-08-01T08:57:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=290476"},"modified":"2024-08-01T15:57:07","modified_gmt":"2024-08-01T08:57:07","slug":"jakarta-menurut-perantau-jogja-nggak-enak-buat-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jakarta-menurut-perantau-jogja-nggak-enak-buat-hidup\/","title":{"rendered":"Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta boleh menang soal pembangunan dan UMR, tapi bisa mati berdiri. Jogja jelas jauh lebih mendingan<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin sudah jadi impian banyak anak muda Indonesia untuk berkarier di Jakarta, pusat ekonomi yang apa-apa serba ada. Kerja di perusahaan startup terkenal, di gedung-gedung pencakar langit, dan tempat-tempat keren. Jakarta selalu diromantisasi sebagai tempat yang punya peradaban maju, punya gaya hidup yang mentereng, standar upah dengan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Siapa coba yang nggak mau kerja di Jakarta?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apakah Jakarta memang sebaik itu untuk para perantau?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabnya sih, (kayaknya) nggak. Upah yang besar kerja di gedung pencakar langit itu juga berbanding lurus sama kerasnya kehidupan di (mantan) Ibu Kota Negara itu. Slogan \u201cJakarta keras\u201d kayaknya bukan isapan jempol belaka. Jakarta memang keras, persaingan antar individu adalah nyata. Mungkin bakalan benar teori evolusi yang mengatakan siapa yang kuat dialah yang bakal bertahan. Kalau nggak kuat secara mental dan fisik kayaknya harus berpikir banyak kali untuk merantau di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman kolega yang seorang fresh graduate dari Jogja, menuturkan culture shock di Jakarta yang sangat berbeda dari Jogja. Anggapan Jakarta sebagai kota yang maju pembangunannya, gemerlap gaya hidup anak mudanya, dan <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/01\/10\/085304026\/rincian-umr-jakarta-2024-dan-seluruh-jabodetabek-terbaru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">punya UMR<\/a>\u00a0dua kali lebih besar dari Jogja, tersamarkan ketika ia tinggal di perkampungan Jakarta yang menurutnya jauh dari kata layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baginya, bukan masalah biaya hidup di Jakarta yang tinggi saja tapi setidaknya ada empat hal yang bikin ia nggak kuat kalau harus menetap lama di perkampungan Jakarta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kebersihan yang memprihatinkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Separah apa pun masalah sampah di Jogja, masalah sampah di perkampungan Jakarta masih lebih parah lagi. Selokan dan sungai nggak ngalir karena sampah, got yang baunya naudzubillah, dan kesadaran manusia-manusianya akan kebersihan masih minus. Belum lagi bau pesing ada di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolega saya, dengan mata kepalanya sendiri, melihat ada tukang ojek yang turun dari motornya langsung kencing di selokan di pinggir jalan. Dan itu bukan kejadian satu dua kali, tapi sering terjadi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makanan yang nggak bersih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan di perkampungan di Jakarta kebanyakan juga jauh dari kata bersih. Ada oknum pedagang ngelayanin pembeli sambil garuk-garuk alat vital. Belum lagi mereka berjualan di atas selokan bau yang mampet tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang bikin kaget lagi adalah, membungkus makanan langsung di kantong kresek, kresek hitam lagi. Udah gitu yang dibungkus bakso beserta kuahnya tanpa plastik pemisah lain. Agak nggak habis fikri dan di luar nayla. Memang harus cukup selektif soal cari makanan kalau nggak mau kena tifus atau hepatitis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Polusi udara, cahaya, dan suara di Jakarta yang tak ada lawan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah rahasia umum kalau polusi udara di Jakarta itu parah banget. Pokoknya bikin produksi upil meningkat. Polusi cahayanya juga cukup masif. Kalau malam, pasti nggak kelihatan bintang di langit. Belum lagi polusi suara dari kendaraan sampai suara orang nyetel lagu pake speaker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pulang ke Jogja, kolega saya itu selalu bersyukur bisa menghirup udara yang lebih bersih, bisa lihat bintang di malam hari, dan merasakan suasana yang lebih tenang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sopan santun warga Jakarta yang minus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan antara Jogja sama Jakarta yang paling mencolok adalah sopan santun warganya. Di Jogja jarang mendengar anak kecil dan ibu-ibu paruh baya berteriak misuh-misuh dengan frontal di pinggir jalan sampai semua orang dengar. Di Jakarta hal tersebut lumrah terjadi. Kata kotor yang paling kotor yang pernah kita dengar, dilontarkan tanpa beban. Kalau gini agak nggak yakin sama Indonesia Emas 2045 kalau anak-anak kecil dan emak-emaknya akhlaknya minus begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya beberapa masalah di atas bisa juga dijumpai di kota-kota besar lainnya, nggak hanya Ibu Kota saja. Tapi karena faktor Jakarta adalah pusat ekonomi dan kehidupannya yang lebih maju ketimbang kota-kota lainnya di seluruh indonesia, bikin masalah-masalah tersebut jadi kelihatan sangat bermasalah. Kebantinglah sama kemajuan kotanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kolega saya itu, kalau bukan untuk cari uang buat bangun rumah di Jogja, berkeluarga, dan ngasih makan anak-anak kucingnya di rumah, ia nggak mau kerja ke Jakarta. Tahu sendiri kan harga rumah di Jogja bagaikan bumi dan langit sama UMR-nya. Dengan segala problemnya, Jogja (masih) selalu jadi tempat yang nyaman dan tenteram buat pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta boleh menang soal pembangunan dan UMR, tapi bisa mati berdiri juga terhimpit kerasnya Jakarta kalau harus tinggal lama di kota seperti itu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizqian Syah Ultsani<br \/>\nEditor:\u00a0Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-nggak-istimewa-setelah-saya-merantau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pandangan Saya Terhadap Jogja Berubah Setelah Merantau, Ternyata Kota Ini Nggak Istimewa Amat<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta boleh menang soal pembangunan dan UMR, tapi bisa mati berdiri. Jogja jelas jauh lebih mendingan, dan tenang.<\/p>\n","protected":false},"author":2509,"featured_media":265076,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[529,115,234,5807,375],"class_list":["post-290476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta","tag-jogja","tag-kebersihan","tag-perantau","tag-sampah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2509"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=290476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/290476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=290476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=290476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=290476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}