{"id":289986,"date":"2024-07-29T14:24:25","date_gmt":"2024-07-29T07:24:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289986"},"modified":"2024-07-29T14:24:25","modified_gmt":"2024-07-29T07:24:25","slug":"sapi-misterius-di-wiyung-surabaya-meresahkan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sapi-misterius-di-wiyung-surabaya-meresahkan-warga\/","title":{"rendered":"Sapi &#8220;Misterius&#8221; Berkeliaran di Wiyung Surabaya, Bikin Repot dan Resah Warga"},"content":{"rendered":"<p><em>Sapi yang nggak jelas asal-usulnya berkeliaran di Kecamatann Wiyung Surabaya, ada-ada saja.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan sekitar menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang memilih tempat tinggal. Selain kondisi lingkungan yang sehat, tetangga juga menjadi faktor penting. Terdengar sepele memang, tapi perilaku <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tetangga-menyebalkan-yang-lebih-baik-dihindari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tetangga yang menyebalkan<\/a> berpengaruh cukup signifikan terhadap kenyamanan lho. Bahkan, peliharaan tetangga bisa jadi sumber konflik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara soal hewan peliharaan di sekitar tempat tinggal, saya jadi teringat salah satu persoalan paling legendaris di Wiyung, Surabaya. Di kecamatan tempat tinggal saya sering ditemui sapi berkeliaran di jalan raya. Iya kalian nggak salah mendengar, sapi-sapi berkeliaran dengan bebas, bahkan kadang menganggu lalu lintas jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sapi berkeliaran di Wiyung Surabaya bukanlah hal baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sapi berkeliaran bukanlah hal baru. Konon katanya, permasalahan ini sudah ada sejak 2007. Kalau ada orang Wiyung yang baca, tolong koreksinya ya. Saya sendiri baru menyaksikan sapi nongkrong \u2500sukanya memang duduk santai di jalan raya\u2500 sekitar 2014. Saya memang baru pindah ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/aktual\/surabaya-punya-ikon-baru-yang-penuh-masalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Pahlawan<\/a> ini pada 2010.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sapi-sapi tersebut doyan nongkrong di jembatan di Jalan Raya Wiyung, Kelurahan Jajartunggal sejak pagi. Jumlahnya juga beragam, kadang 2 atau bahkan lebih. Awalnya saya kira kejadian ini hanya di satu titik itu saja. Eh ternyata, setelah saya lihat unggahan Instagram Asli Suroboyo, sapi-sapi ini sudah ke kelurahan lain seperti Babatan dan Karangan. Bahkan, kabarnya pernah sampai ke <a href=\"https:\/\/www.unesa.ac.id\/page\/id\/kampus-lidah-wetan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unesa Lidah Wetan<\/a> dan Kecamatan Kebraon. FYI, sapi-sapi ini waktu nongkrongnya juga nggak tentu, kadang pagi, siang, bahkan sore.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ada banyak versi soal sapi ini<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking seringnya sapi-sapi ini berkeliaran, jelas saya jadi bertanya-tanya. Siapa sih pemiliknya? Kenapa pula dibiarkan peliharaannya berkeliaran? Selain membahayakan hewan peliharaannya, warga Wiyung juga jadi resah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selidik punya selidik, konon katanya, sapi-sapi tersebut dirawat oleh seorang penggembala bernama Sugik. Dia adalah salah satu warga Gang Kramat, Kelurahan Jajartunggal. Katanya, sapi itu adalah milik seorang tentara yang punya \u201cnama\u201d di Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Versi lain menyebutkan kalau sapi Wiyung punya kesaktian. Konon, sapi ini pernah dicuri dan dibawa ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bojonegoro-kabupaten-terkaya-di-jawa-timur-yang-miskin-kuliner-khas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bojonegoro<\/a>. Selang beberapa bulan, sapi-sapi ini dengan ajaib bisa kembali sendiri. Entah itu karena koneksinya banyak sehingga ada yang menolong, atau memang betulan diberikan mukjizat saya kurang tahu juga ya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sapi yang meresahkan warga\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa warga mengaku tidak begitu terganggu dengan keberadaan sapi-sapi itu. Namun, tidak sedikit juga yang mengeluhkannya. Apalagi mereka yang beraktivitas di pagi hari seperti pelajar, mahasiswa, dan orang kantoran. Sapi yang berkeliaran membuat jalanan macet. Mau diklakson takut sapi-sapi kaget dan malah ngamuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi soal kotorannya yang berceceran. Beuh, baunya menusuk hidung banget! Nggak jarang saya sering menahan nafas ketika lewat. padahal di sekitar situ ada beberapa warung lho. Apa nggak hilang itu nafsu makan para pelanggannya? benar-benar sapi yang bikin repot saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sapi-sapi ini dikabarkan pernah diamankan oleh aparat pada 2018 lalu. Kendati demikian, beberapa hari berselang sapi-sapi itu kembali ditemukan asyik nongkrong di jalan. Saya harap ke depan kejadian ini benar-benar ditindaklanjuti dengan serius. Takutnya, kalau dibiarkan terlalu lama bisa lebih merepotkan dan meresahkan saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plat-m-bikin-resah-pengendara-di-jalanan-surabaya\/\"><b>Kendaraan Plat M Meresahkan, Jadi Momok Jalanan di Surabaya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sapi yang nggak jelas asal-usulnya berkeliaran di Wiyung Surabaya, mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Bikin resah dan repot saja. <\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":290036,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7057,405,21919,23814],"class_list":["post-289986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-sapi","tag-surabaya","tag-wiyung","tag-wiyung-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}