{"id":289929,"date":"2024-07-30T10:37:29","date_gmt":"2024-07-30T03:37:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289929"},"modified":"2024-07-30T10:39:21","modified_gmt":"2024-07-30T03:39:21","slug":"tipu-daya-penjahit-pakaian-yang-jarang-disadari-pelanggan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tipu-daya-penjahit-pakaian-yang-jarang-disadari-pelanggan\/","title":{"rendered":"Tipu Daya Penjahit Pakaian yang Jarang Disadari Pelanggan"},"content":{"rendered":"<p>Selama manusia masih menggunakan pakaian dari kain, maka profesi penjahit pakaian akan terus eksis. Profesi ini jadi sangat dibutuhkan pada momen-momen tertentu. Misalnya saja ketika pakaian yang baru dibeli di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-online-shop-kebaya-murah-untuk-kondangan-sampai-tunangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">online shop<\/a> ukurannya terlalu besar, atau bagi siswa yang ingin mengecilkan celananya supaya tampak keren. Mau tidak mau, atau bahkan sekali seumur hidup, kita pasti membutuhkan jasa penjahit pakaian ini. Tidak heran jika sampai sekarang profesi ini tak tergantikan.<\/p>\n<p>Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya menggunakan jasa penjahit, ada saja okn<span class=\"selectable-text copyable-text\">um yang menodai profesi ini. Mereka sering kali membuat tipu daya yang jarang disadari pelanggan. Hal ini tentu saja merugikan pelanggan dan membuat mereka kapok menjahit pakaian lagi<\/span>.<\/p>\n<h2><strong>Sudah diukur tapi malah tidak sesuai ekspektasi<\/strong><\/h2>\n<p>Tahap awal ketika datang ke penjahit adalah pelanggan memberi tah<span class=\"selectable-text copyable-text\">u dulu masalahnya dan ingin diapakan pakaian tersebut. Kemudian langkah selanjutnya pakaian pasti akan diukur terlebih dulu. Pengukuran ini dilakukan agar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pakaian\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pakaian<\/a> yang akan dijahit nantinya sesuai dengan yang diharapkan pelanggan<\/span>.<\/p>\n<p>Setelah pekerjaannya selesai, penjahit biasanya langs<span class=\"selectable-text copyable-text\">ung memberikan pakaian dan seolah-olah menyuruh untuk dicoba saja di rumah. Pelanggan yang merasa tidak enakan seperti saya pasti akan menurut saja. Nyatanya ketika dicoba di rumah, pakaian yang telah dijahit malah tidak sesuai ekspektasi. Terlalu kekecilan, misalnya, sehingga lebih tidak nyaman dipakai dari sebelumnya<\/span>.<\/p>\n<h2><strong>Ketika protes karena jahitan tidak sesuai, malah minta biaya lagi<\/strong><\/h2>\n<p>Lanj<span class=\"selectable-text copyable-text\">utan dari poin sebelumnya, ketika pelanggan protes karena jahitan tidak sesuai, penjahit yang licik akan berusaha membuat tipu daya bahwasanya apa yang dia lakukan sudah benar dan instruksi pelanggan lah yang kurang jelas. Ketika pelanggan protes ingin memperbaiki jahitan, biasanya penjahit malah minta biaya lagi dengan alasan harus merombak pakaian dan butuh biaya lumayan. Memang menyebalkan kalau bertemu dengan oknum yang seperti ini<\/span>.<\/p>\n<h2><strong>Penjahit mematok biaya tambahan untuk jahitan yang sebetulnya tidak diperlukan<\/strong><\/h2>\n<p>Tipu daya lainnya yang dibuat oleh oknum penjahit adalah menambah jahitan tambahan yang sebet<span class=\"selectable-text copyable-text\">ulnya tidak perlu-perlu amat. Cara ini sebetulnya sangat jarang disadari pelanggan, apalagi yang masih polos dan baru pertama kali menggunakan jasa mereka. Memang sekilas, penjahit seperti berjasa lebih terhadap pakaian yang dijahit sehingga dia meminta biaya tambahan<\/span>.<\/p>\n<p>Akan tetapi kenyataannya, jahitan tambahan yang dilak<span class=\"selectable-text copyable-text\">ukan oknum nakal ini tidak terlalu berpengaruh apa-apa. Ya karena memang tujuannya adalah untuk meraup cuan tambahan dari hasil mengelabui kepolosan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pelanggan<\/a><\/span>.<\/p>\n<h2><strong>Penjahit menjahit seenak jidat hanya karena sudah langganan<\/strong><\/h2>\n<p>Pada kasus lain, ada juga oknum penjahit yang malah sudah dianggap sebagai langganan. Namun, kenyamanan saya berlangganan menggunakan jasa jahitnya malah dimanfaatkannya secara licik dan penuh tipu daya.<\/p>\n<p>Saya pernah mengecilkan pakaian ke penjahit yang s<span class=\"selectable-text copyable-text\">udah saya anggap langganan, eh, tapi pakaian saya malah dijahit asal-asalan. Alasannya karena dia masih dikejar deadline pesanan lain. Pernah di waktu lain, celana yang ingin saya kecilkan ukurannya malah dibuat beda sebelah. Masalahnya di daerah saya kalau sudah berlangganan dengan satu penjahit, orang tidak boleh pindah ke penjahit lainnya. Agak menyebalkan, tapi gimana lagi, akhirnya saya balik lagi untuk <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/permak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">permak<\/a> celana.<\/span><\/p>\n<p>Jadi b<span class=\"selectable-text copyable-text\">uat siapa pun yang ingin menjahit pakaian, sebaiknya hati-hati dan selektif memilih jasa penjahit. Tipu daya yang mereka lancarkan sekilas memang tak kelihatan dan jarang disadari pelanggan. Meski begitu percayalah masih ada kok penjahit yang memang amanah dan profesional terhadap pekerjaannya<\/span>.<\/p>\n<p>Penulis: Handri Setiadi<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjahit-kebanjiran-pesanan-menjelang-lebaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Derita Penjahit Kebanjiran Pesanan Menjelang Lebaran hingga Nggak Punya Waktu Libur<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penjahit adalah profesi yang dicari apabila ingin menjahitkan atau mengecilkan pakaian. Sayang, tak semua penjahit jujur pada pelanggan.<\/p>\n","protected":false},"author":1354,"featured_media":290154,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[6424,22227],"class_list":["post-289929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-penjahit","tag-penjahit-pakaian"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1354"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/290154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}