{"id":289659,"date":"2024-07-26T18:11:28","date_gmt":"2024-07-26T11:11:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289659"},"modified":"2024-07-27T22:44:41","modified_gmt":"2024-07-27T15:44:41","slug":"konflik-grup-pencak-silat-nggak-bisa-selesai-atau-nggak-mau-selesai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/konflik-grup-pencak-silat-nggak-bisa-selesai-atau-nggak-mau-selesai\/","title":{"rendered":"Konflik Grup Pencak Silat Tiap Tahun Selalu Terjadi, Nggak Bisa Selesai atau Nggak Mau Selesai?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya muak dengan berita geger grup pencak silat vs everybody yang selalu berulang tiap tahun. Muak banget karena ya nggak pernah selesai dan seakan-akan tak diusahakan untuk selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya bagaimana tidak muak. Tiap tahun, lagunya sama: grup pencak silat konvoi, ketemu polisi\/rival, berantem, lalu viral. Tiap tahun, lagu tersebut berulang dan tak ada satu pun yang berani mematikan pemutar musiknya. Pelakunya sama, caranya sama, rusuhnya sama. Pertanyaannya adalah, kenapa kerusuhan yang diciptakan pelaku yang sama ini tak pernah berakhir?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja ini tak pernah berakhir, karena memang tak ada yang peduli. Sekalipun ada yang mati, bagi mereka, itu risiko. Bagi negara, itu statistik. Orang-orang tinggal bilang \u201citu oknum\u201d, masalah selesai. Mereka tahu bahwa api dendam tak akan mati, tapi mereka memilih tak peduli.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kenapa selalu terulang?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, kata-kata saya \u201cmereka memilih tak peduli\u201d mungkin klaim yang berlebihan. Tapi coba pikir lagi, kalau peduli, kenapa konflik grup pencak silat selalu terulang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemetaan masalah sudah jelas harusnya. Sebab kejadian ini berulang tiap tahun. Pelaku hampir selalu sama, modus operandinya pun sama. Saya pikir menyelesaikan masalah konflik ini harusnya tak sekompleks yang orang-orang bilang. Yang perlu ditingkatkan tentu saja usahanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korban sudah terlalu banyak. Masyarakat sipil yang tak tahu apa-apa kerap kena collateral damage yang jelas tak mereka inginkan. Mereka harus menanggung konflik yang tak mereka ikuti dan ketahui. Bagi saya, terlampau jahat jika membiarkan masalah ini dan menimpakannya ke oknum, sedangkan korbannya menanggung apa-apa sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melempar argumen \u201cini tidak sesederhana itu\u201d hanyalah alasan yang kelewat dibuat-buat. Siapa pun tahu, kalau mau selesai, bisa selesai dari dulu. Lagi-lagi, korbannya menanggung apa-apa sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Konflik grup pencak silat lestari karena jumlah<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah menulis bahwa konflik grup pencak silat ini <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kita-tidak-takut-dengan-grup-pencak-silat-kita-hanya-takut-pada-jumlah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lestari karena jumlah<\/a>. Jumlah yang besar selalu berhasil menanamkan ketakutan. Tapi masalah ini tak eksklusif milik grup pencak silat. Maksudnya, siapa pun, dengan jumlah yang besar, bisa menanamkan ketakutan ke siapa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kita punya penegak hukum. Kita punya aturan, yang membuat kita tetap pada koridor yang seharusnya, tidak merugikan manusia yang lain. Siapa pun yang melanggar, harusnya ditindak dengan tegas. Sebab itulah guna aturan: menunjukkan bahwa siapa pun bisa mendapat konsekuensi atas tindakan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, jika konflik berulang tiap tahun, dan tak pernah ada konsekuensi jelas, kesimpulan paling sederhana adalah ada satu pihak yang abai terhadap aturan, dan penegaknya tidak (bisa) melakukan tugasnya secara proper.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya, yang mana yang benar?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Hukum oknumnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sedang mengutuk satu grup pencak silat. Tidak. Tapi sebagai warga sipil yang ikutan takut kena imbas, saya terpaksa bicara karena konflik yang ada tidak kunjung selesai. Bukankah damai itu menyenangkan? Bukankah tawuran itu menyakitkan? Apakah kalian tidak lelah melihat badan lebam, muka berdarah, teriakan ancaman bertebaran di media sosial?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ditanya solusinya gimana, saya hanya bisa jawab: hukum yang bersalah. Jika benar itu oknum, hukum oknum tersebut. Bila penegak hukum salah dalam menegakkan aturan, akui kesalahan dan terima konsekuensi. Jika ada oknum anggota grup pencak silat yang bersalah, beri mereka hukuman atau apalah itu, yang penting mereka tahu konsekuensinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang oknum, harusnya jauh lebih mudah menyelesaikannya. Kecuali jika yang bermasalah adalah pada <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/xgz78q\/sejarah-konflik-perguruan-silat-setia-hati-terate-dan-tunas-muda-winongo-madiun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">doktrinasinya.<\/a> Saya kira siapa pun pasti menyerah jika masalahnya ada pada doktrinasi. Mau dilawan dengan apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama pihak-pihak yang terlibat abai terhadap konsekuensi, yang menanggung derita lagi-lagi ya warga sipil. Tak tahu apa-apa, tapi harus menanggung deritanya, dan tiap tahun harus menyaksikan baku hantam yang akan merugikan mereka, sekalipun mereka tak terlibat dan menolak untuk terlibat.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jago-silat-kagak-jago-cari-musuh-iya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jago Silat Kagak, Jago Cari Musuh Iya. Kayak Gitu Pendekar?<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jujur saja, saya muak dengan berita geger grup pencak silat vs everybody yang selalu berulang tiap tahun. Muak banget karena ya nggak pernah selesai dan seakan-akan tak diusahakan untuk selesai. Ya bagaimana tidak muak. Tiap tahun, lagunya sama: grup pencak silat konvoi, ketemu polisi\/rival, berantem, lalu viral. Tiap tahun, lagu tersebut berulang dan tak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":289662,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[25448,17456,3306,2104,8997,13098,2504,3293],"class_list":["post-289659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-grup-pencak-silat","tag-highlight","tag-hukum","tag-konflik","tag-oknum","tag-pilihan-redaksi","tag-polisi","tag-tawuran"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}