{"id":289479,"date":"2024-07-25T10:43:52","date_gmt":"2024-07-25T03:43:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289479"},"modified":"2024-07-31T11:01:51","modified_gmt":"2024-07-31T04:01:51","slug":"kabupaten-sidoarjo-butuh-banyak-perbaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-sidoarjo-butuh-banyak-perbaikan\/","title":{"rendered":"Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten yang Perlu Banyak Berbenah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu kelakar yang berbunyi, \u201cTuhan memberikanmu tempat tinggal di Sidoarjo, tapi kamu malah ngaku wong Suroboyo\u201d Dan, saya adalah salah satu manusia yang melakukan hal tersebut. Bukan saya gengsi atau krisis identitas, tapi memang ada keruwetan tersendiri yang bikin saya males ngaku sebagai orang Kabupaten Sidoarjo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keruwetan yang pasti terjadi adalah harus menjelaskan letak geografis tepat setelah saya menyebutkan daerah tempat tinggal. Selain itu, saya juga malas menghadapi pertanyaan susulan seputar apa yang menarik dari kabupaten ini. Percayalah, saya yang tumbuh besar di sini juga nggak ngerti apa yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, yang ikonik dari Kabupaten Sidoarjo adalah perempatan Gedangan dan pusat semburan lumpur lapindo. Kan ngenes banget. Saya harus menerima takdir tinggal di kabupaten yang membosankan. Bahkan, saking membosankannya daerah ini, di titik tertentu bikin saya muak. Bayangkan saja ada daerah yang bertahun-tahun kondisinya tetap gitu-gitu aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mimpi pembangunan yang langsung sirna<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, dalam beberapa tahun terakhir, saya sempat menaruh harapan besar terhadap kemajuan Sidoarjo. Bukan tanpa alasan, sebab banyak pembangunan infrastruktur yang dirampungkan Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan mantan bupati Gus Muhdlor. Mulai dari renovasi alun-alun, pembangunan flyover, dan berbagai fasilitas publik lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikir saya saat itu, kabupaten ini mulai memasuki masa pencerahan. Saking bangganya saya sampai nulis soal prospek cerahnya masa depan Sidoarjo di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-sidoarjo-makin-maju\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, semua berubah sejak Gus Muhdlor tertangkap karena terlibat kasus korupsi. Harapan saya langsung pupus. Mimpi saya diinjak-injak di depan mata. Brengkes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih parahnya lagi, kasus ini juga menjadi \u201cprestasi\u201d tambahan bagi Sidoarjo karena punya 3 bupati yang korupsi berturut-turut. Bayangkan, sudah jadi korban PHP, saya juga masih harus menahan malu dari ejekan kawan perkara kasus hattrick tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Real Madrid threepeat Liga Champions. Sidoarjo threepeat bupati diciduk KPK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh, iya, kalau kalian penasaran mengenai kondisi kabupaten ini sekarang, jawabannya tetap sama. Perempatan Gedangan masih macet, fasilitas publik nggak bertambah, dan daerah ini tetap membosankan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kondisi jalan dan PJU mengenaskan, tapi Pemkab Sidoarjo lepas tangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal kalian tahu, banyak titik jalan di Sidoarjo itu kondisinya mengenaskan. Saya menduga, hal ini diakibatkan dari banyaknya truk bermuatan berat yang sering kali lalu-lalang. Maklum, memang daerah ini banyak pabrik. Beberapa jalan rusak yang sering saya lewati adalah Jalan Medaeng, Jalan Waru, dan Jalan Kletek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumpah, ya, saya mau sungkem kalau ada orang yang nggak jengkel ketika melewati tiga jalan tersebut, apalagi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kletek,_Taman,_Sidoarjo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Kletek<\/a>. Sebab, jalan ini kondisinya rusak parah, saya sering menemui lubang sebesar ban mobil dengan kedalaman yang mengkhawatirkan. Akan lebih bahaya lagi kalau musim hujan dan ada genangan. Bisa selamat dari jalan ini aja udah syukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kondisi jalanan yang ekstrem, penerangan jalan umum (PJU) di tiga titik yang saya sebutkan tadi juga nggak kalah remuk. Memang sudah disediakan PJU, tapi entah kenapa lampunya nggak nyala kalau malam. Kan sama aja bohong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Sependek ingatan saya, sudah lebih dari 1 tahun, tapi masih tetap belum ada perbaikan. Malah kadang warga sekitar yang inisiatif memberi pasir atau tambalan semen di jalan yang berlubang. Bayangkan, kurang berdikari apa coba orang-orang yang tinggal di kabupaten ini?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-sidoarjo-kabupaten-paling-membosankan\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Minim tempat hiburan<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Kabupaten yang minim tempat hiburan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pendapat beberapa kawan saya, Sidoarjo itu nggak menarik karena minim tempat untuk mencari hiburan, seperti kafe, mall, bioskop, dan semacamnya. Jujur saja saya kurang sepakat karena sebenarnya daerah ini punya tempat-tempat kayak gitu. Tapi, ya, cuma ada di pusat kabupaten yang jaraknya jauh pake banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sebabnya hiburan saya kalau lagi di rumah cuma makan Mie Gacoan atau beli Mixue. Lha, gimana, di sekitar rumah saya\u2014Kecamatan Taman\u2014adanya cuma itu. Wkwkwk. Saya juga ogah motoran hampir 1 jam cuma untuk ke pusat, mending langsung ke Surabaya yang jaraknya lebih dekat, cuma 30 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, saya sangat legowo kalau tahu ada orang yang malas diajak main ke Sidoarjo. Wong saya yang warlok aja juga lebih milih main ke Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BTW, beberapa minggu terakhir, mulai bertebaran baliho calon bupati. Kalau dilihat dari taglinenya, sih, semuanya hampir mirip. Intinya, janji untuk berpihak pada masyarakat kecil. Sangat klise, tapi saya lagi nggak mau nyinyir. Pokoknya, siapa pun yang terpilih kelak, semoga nggak korupsi dan bisa menjadi \u201cpilot\u201d beneran untuk Kabupaten Sidoarjo.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dito Yudhistira Iksandy<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sidoarjo-dan-surabaya-itu-kembar-sama-sama-ruwet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sidoarjo dan Surabaya Itu Saudara Kembar, Sama-sama Ruwet, Sama-sama Minim Tempat Wisata<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan saya gengsi atau krisis identitas, tapi memang ada keruwetan tersendiri yang bikin saya males ngaku sebagai orang Kabupaten Sidoarjo.<\/p>\n","protected":false},"author":2368,"featured_media":234097,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9655,10928,20572,18043,405,22702],"class_list":["post-289479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-infrastruktur","tag-kabupaten-sidoarjo","tag-perempatan-gedangan","tag-pju","tag-surabaya","tag-tempat-hiburan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2368"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}