{"id":289135,"date":"2024-07-27T17:00:14","date_gmt":"2024-07-27T10:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289135"},"modified":"2024-07-27T16:14:04","modified_gmt":"2024-07-27T09:14:04","slug":"tradisi-menjemput-jemaah-haji-dengan-konvoi-di-madura-benar-benar-meresahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tradisi-menjemput-jemaah-haji-dengan-konvoi-di-madura-benar-benar-meresahkan\/","title":{"rendered":"Menjemput Jemaah Haji (Harus) dengan Konvoi di Madura Itu Meresahkan, Nggak Semua Orang Harus Tahu kalau Situ Baru Naik Haji"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan merupakan formula yang tepat untuk menciptakan karakter kemasyarakatan. Seperti halnya orang Madura yang mengamini bahwa kearifan akan tercipta kala kebiasaan itu dipelihara. Namun bertambahnya usia zaman, salah satu kebiasaan masyarakat Madura mulai bergeser ke arah yang tidak seharusnya. Seperti halnya kebiasaan menjemput jemaah haji yang saya anggap sudah kelewat batas. Soalnya religiusitas masyarakat Madura sudah menjadi kiblat bagi etnis sesamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya sendiri yang sangat suka membaca tentang kebiasaan masyarakat sekitar. Atau boleh dibilang sampai ingin &#8216;menemukan&#8217; diri saya sendiri dalam kehati-hatian masyarakat Madura. Namun ada satu hal yang menutupi citra lestari ke-Madura-an, setelah saya semakin tumbuh dewasa. Yaitu tentang kebiasaan masyarakat Madura yang bila menjemput jemaah haji harus dengan cara yang kurang tepat. Yakinlah!<\/span><\/p>\n<h2><b>Momentum yang patut dirayakan, tapi nggak harus berlebihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, menjemput jemaah haji di Madura ini saya akui sebagai momentum yang sangat patut dirayakan, namun merayakan sesuatu tidak boleh hukumnya sampai berlebihan. Apalagi sampai mengganggu atau mengambil hak orang lain. Jalan yang biasanya tidak macet, gara-gara konvoi penjemputan jemaah haji, jadi macet. Apakah ketika orang haji harus dijemput sebegitunya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap jemaah haji di Madura punya konvoinya sendiri. Okelah jika satu-dua, keramaian jalan masih bisa dimaklumi. Tapi bagaimana jika yang dijemput adalah tiga, empat, lima, atau lebih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian tidak ada salahnya jika keluarga dekat saja yang menjemput. Tanpa harus mengundang tetangga jauh untuk menyambut kedatangan jemaah haji, yang itu pula harus memakan banyak biaya. Malah lebih baik yang mainnya itu diam tapi tersampaikan. Seperti ilmu kento&#8217; maleng (kentut yang tidak berbunyi namun sangat bau). Tak usah diumbar, ketimbang menimbulkan kemudharatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa juga bisa meminimalisir terjadinya gunjingan, bila upah yang dikasih kepada penjemput tidak sesuai ekspektasi. Lebih baik lagi diperbanyak di hidangan kala para kerabat atau tetangga datang untuk a sajereh (tradisi menyambangi kala ada orang datang dari tanah suci). Memang ini tradisi di Madura, tapi bisa kok dibuat lebih baik.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ingat pepatah Madura<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukuplah menyambut jemaah haji yang diiringi oleh grup <a href=\"https:\/\/dprd.jatengprov.go.id\/media-tradisional-kesenian-hadrah-perkuat-ukhuwah-melalui-musik-rebana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hadrah<\/a> menjadi doa kepada orang yang sudah melaksanakan ibadah haji di Madura. Nilai-nilai religiusitas tidak kurang, dan jelas tidak merugikan orang-orang di sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya katakan lagi, bahwa (sebenarnya) masyarakat Madura (itu) sungguh berhati-hati dalam bersikap. Baik di lingkungan sendiri, apalagi di lingkungan orang lain yang lebih beragam manusianya. Jika memang masih ingat pepatah Madura &#8220;kennengih kennengnah, lakonih lakonah&#8221;, yang berarti setiap orang ada garis hidup (hak) yang sudah ditakar dan tidak dibiarkan berat sebelah. Pasti tidak akan membiarkan ketidaknyamanan tersampaikan kepada orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ya, sebaiknya mulai dipikirkan untuk menjemput jemaah haji secara lebih kalem. Tak perlu konvoi, tak perlu membuat kemacetan yang tak perlu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: F.A Lillah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/negara-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Negara Madura Harga Mati!<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak harus berlebihan.<\/p>\n","protected":false},"author":2715,"featured_media":289330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2787,19517,5020,1671],"class_list":["post-289135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-haji","tag-konvoi","tag-madura","tag-tradisi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2715"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289135\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}