{"id":289114,"date":"2024-07-23T13:30:31","date_gmt":"2024-07-23T06:30:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289114"},"modified":"2024-07-24T11:06:54","modified_gmt":"2024-07-24T04:06:54","slug":"4-hal-yang-tak-ingin-kalian-dengar-saat-servis-di-bengkel-ahass","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-tak-ingin-kalian-dengar-saat-servis-di-bengkel-ahass\/","title":{"rendered":"4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah genap setahun saya memiliki motor baru keluaran Honda, CB150 Verza. Sebagai pengguna baru, tentunya saya punya privilese, yaitu Kupon Perawatan Berkala (KPB). Saya dapat empat kupon, artinya saya berhak memperoleh layanan jasa servis motor secara gratis di bengkel resmi AHASS. Layanan ini berlaku selama setahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi saya sungguh na\u00eff. Bagaimanapun, bengkel resmi bukanlah lembaga sosial. Sebagai bagian dari perusahaan otomotif ternama, ia dituntut untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Terlebih lagi ia termasuk usaha di bidang jasa dan penjualan. Jadi, mereka dibayar karena pelayanan dan keuntungan dari sparepart yang dijual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi teringat kenangan saat awal-awal memiliki Honda Supra X 125 pada 2005 silam. Meski cuma ngancani, saya ingat betul betapa frustrasinya kakak saat mendengar penjelasan dari mekanik\u2014sebut saja Kang AHASS\u2014dan membayar tagihan di bengkel AHASS. Sejak itu, ia kapok dan nggak pernah datang ke bengkel resmi lagi sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi cerita orang-orang sekitar yang selalu merasa takut kalau harus servis motor ke bengkel resmi. Bukannya bikin hati jadi tenang, yang ada malah konsumen auto kena serangan jantung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berangkat dari pengalaman itu, saya seperti dihadapkan kembali dalam situasi yang sama. Nggak cuma gestur yang menyiratkan udang di balik batu, tapi juga kalimat yang muncul di AHASS yang sukses bikin konsumennya auto senam jantung. Seperti apa contohnya?<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cKeluhannya apa?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat datang ke bengkel AHASS, kita akan bertemu dengan mbak-mbak customer service. Seperti petugas hotel yang menyambut tamunya, mereka akan menyapa dan menanyai kita dengan ramah-tamah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKeluhannya apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggap saja kata-kata ini sebagai pemanasan sebelum jantung kita akan memompa darah lebih keras lagi. Kita akan lihat mereka memegang kertas berisi daftar atau poin-poin dalam perawatan motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai informasi, saat servis KPB 1, saya nggak dikenai biaya sepeser pun. Saat servis KPB 2 dan 3, saya cuma diwajibkan bayar olinya saja. Jadi, kedatangan saya kali ini dalam rangka memenuhi jadwal servis KPB 4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, saya pikir kalau servis kali ini akan sama halnya dengan servis-servis sebelumnya. Tapi, saya nggak tahu kalau ada aturan tersirat. Jika keluhan kita di luar poin-poin yang ditentukan dalam KPB, otomatis kita harus bayar. Jadi, pastikan kita ngeluh seperlunya saja. Jangan sampai kalap ngeluh ini-itu atau dompet kita yang jadi tekor nantinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cMas\/Mbak, bisa ke sini sebentar?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya kalau di bengkel AHASS, ada ruang tunggu buat kita selaku konsumen saat motor diperbaiki. Tersedia juga makanan ringan dan minuman gratis yang bisa kita bikin atau ambil sendiri. Ditambah lagi adanya televisi LED berukuran besar serta kipas angin di setiap penjuru kian memanjakan kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua berjalan asyik-asyik saja hingga pekerja di AHASS memanggil-manggil nama saya. Hiruk-pikuk suara peralatan bengkel serta kencangnya volume televisi kian menjadikan saya abai akan panggilan itu. Akhirnya, ia datang menghampiri saya dengan sopan. Wajahnya murah senyum dan tutur katanya lemah lembut. Tapi, seperti ada yang nggak beres dari sikapnya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMas, bisa ke sini sebentar?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika itu juga jantung saya berdegup kencang. Padahal, saya merasa nggak ada yang salah dengan motor ini. Dalam artian, motor ini saya pakai dengan wajar, nggak pernah mengalami jatuh, tabrakan, benturan, kejeglong, atau semacamnya. Tapi, ada apa ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, saya dipersilakan duduk di loket pembayaran dan terjadilah pembicaraan empat mata di antara kami. Ia bilang kalau sebenarnya untuk jadwal servis kali ini, saya dinyatakan telat. Jadi, jasa servis gratisnya hangus. Padahal kalau dihitung-hitung, total biaya jasa servisnya saja bisa sampai 80 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai konsumen, tentu saya melakukan negosiasi terlebih dahulu. Singkat cerita, akhirnya Kang AHASS mengalah. Ia bersedia menggratiskan seluruh biaya jasa servisnya. Lumayan, lah hemat uang segitu. Bisa buat beli kuota atau bensin bulanan. Terima kasih, Kang AHASS. Jantung pun kembali aman.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tradisi-menjemput-jemaah-haji-dengan-konvoi-di-madura-lama-lama-meresahkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>&#8220;Ini sih harus ganti!&#8221;<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>\u201cIni sih harus diganti!\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut ke topik selanjutnya, yaitu soal sparepart. Setelah melakukan pengecekan di bagian stang, ia menganjurkan agar <a href=\"https:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2020\/07\/28\/110200515\/kenali-gejala-komstir-motor-yang-bermasalah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">komstir motor<\/a> saya diganti baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ini sih harus diganti!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ritme jantung saya kembali berdebar cepat. Padahal, ini motor baru setahun dengan pemakaian normal. Saya duga kalau ini semua pasti ulahnya polisi tidur. Tahu sendiri, kan betapa nggak manusiawinya polisi tidur di Indonesia. Sudah jumlahnya banyak, bentuknya tinggi-tinggi, jaraknya berdekatan lagi. Ya jelas, kaki-kaki motor lambat laun juga bisa keseleo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, saya melakukan negosiasi lagi. Singkat cerita, pihak AHASS menyetujui alasan saya. Komstir nggak jadi diganti baru, tapi cukup disetel saja dengan biaya 30 ribu. Lumayan, lah, hemat 100 ribuan, bisa buat bayar pajak PBB sebelum jatuh tempo. Terima kasih lagi, Kang AHASS. Ritme jantung stabil kembali.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cIni semua demi kenyamanan konsumen\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pindah ke topik lainnya yaitu soal brebet. Meski jasa servisnya gratis, injector cleanernya tetap dipungut biaya 35 ribu. Saya mengiyakan karena mempertimbangkan kalau motor ini sudah setahun pemakaian. Pastinya ada komponen injeksi motor yang kurang bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kemudian merembet lagi ke soal lain. Kang AHASS bilang kalau motor ini mending dicek throttle body sekalian. Ditambah lagi kata-katanya yang cukup bikin jantung saya deg-degan nggak keruan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami bukannya mau memberatkan konsumen, tapi ini semua demi kenyamanan konsumen sendiri.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah merenung cukup lama, akhirnya saya putuskan untuk menolak. Alasannya, cek throttle body motor biasa dilakukan sekitar dua tahun pemakaian. Untungnya, orang-orang di AHASS mau mengerti keputusan saya. Alhasil, saya nggak jadi keluar uang 40 ribu. Jantung pun kembali normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, untuk servis KPB 4 kali ini, saya cuma bayar oli 65 ribu, injector cleaner 35 ribu, dan setel komstir 30 ribu (totalnya 130 ribu saja). Andai mengiyakan semua kemauan orang-orang di AHASS tadi, saya pasti sudah keluar uang 350 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian kata-kata Kang AHASS yang bikin konsumen auto senam jantung. Jadi, ada dua kesimpulan yang bisa ditarik dari tulisan ini. Pertama, mentang-mentang ada embel-embel garansi atau jaminan servis berkala gratis, berarti semuanya juga gratis. Oh, tidak! Ingatlah pepatah lama kalau nggak ada yang gratis di dunia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, pastikan usai datang ke bengkel AHASS, jangan sampai kita keluar uang lagi buat cek kesehatan di poli atau klinik spesialis jantung. Namanya juga bengkel resmi, SOP-nya pasti jauh lebih ketat. Meski begitu, kita sebagai konsumen ternyata masih berhak untuk menolak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dhimas Muhammad Yasin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-cs1-motor-yang-bawa-derita-servis-mahal-disinisin-montir-pula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa hal yang tak pengin kalian dengar saat servis motor di bengkel AHASS. Apa saja itu? Ini daftarnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1700,"featured_media":289241,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[25391,11146,6989,25390],"class_list":["post-289114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bengkel-ahass","tag-bengkel-resmi","tag-motor-honda","tag-servis-berkala"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1700"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}