{"id":289050,"date":"2024-07-23T16:58:11","date_gmt":"2024-07-23T09:58:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=289050"},"modified":"2024-07-23T16:58:11","modified_gmt":"2024-07-23T09:58:11","slug":"teh-naga-malang-nikmatnya-nggak-ada-obat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teh-naga-malang-nikmatnya-nggak-ada-obat\/","title":{"rendered":"Teh Naga Malang Cocok di Lidah Orang Jawa Timur yang Nggak Suka Manis dan Sepet, Nikmatnya Nggak Ada Obat!"},"content":{"rendered":"<p><i>Semua orang Jawa Timur penyuka teh tubruk wajib tahu kenikmatan Teh Naga Malang kemasan rentengan.<\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya orang Jawa Timur yang kurang cocok dengan teh yang manis dan ada rasa sepet-sepetnya. Sialnya, teh-teh seperti itulah yang selalu direkomendasikan orang-orang. Hingga pada suatu hari, saya menemukan sebuah ulasan teh di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/konter\/logo-twitter-ganti-x-langkah-sinting-elon-musk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial X atau Twitter<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ulasan itu dimulai dengan kalimat, \u201cTeh Naga Gold. Yang kemasannya renceng. Wanginya nggak ada obat.\u201d Ulasan itu dibuat oleh Mas Widino. Iya, mas-mas pecinta teh yang lebih terkenal karena kehilangan tablet itu.\u00a0 Setelah membaca utas tersebut, saya check out Teh Naga Gold kemasan rentengan melalui <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cod-marketplace-sekarang-nyusahin-mending-hilangkan-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marketplace<\/a> warna oranye.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Teh Naga Malang punya aroma memikat\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya langsung unboxing ketika pesanan sampai. Seketika menyeruak aroma teh yang kuat dan harum. Bukan aroma kuat yang mengganggu ya, lebih ke aroma yang sedap dengan semburat bau vanila. Dari baunya saja sudah terbayang betapa nikmat teh yang satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar, setelah diseduh dan diseruput, Teh Naga produksi lokal asal Malang itu terasa begitu nikmat. Kekentalannya sebenarnya cukup pekat, tapi pas di lidah saya. Cocok dipadukan dengan sentuhan rasa vanila yang lembut. Jujur saja, ini adalah teh dengan genre vanila terenak yang pernah saya coba. Saya sampai membatin dengan penuh penyesalan, \u201cUmur segini kok baru tahu ada teh enak dari Malang\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teh ini cocok untuk diminum ketika malam hari, apalagi pas sedang banyak pikiran. Mungkin <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/kesehatan\/3-cara-atasi-overthinking-menurut-psikolog-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">overthinking<\/a> kalian nggak akan selesai begitu saja, tapi setidaknya teh ini bisa merilekskan pikiran dan tubuh. Kalian akan menjadi lebih tenang, nyaman, dan kembali sumringah. Yah, sebuah minuman yang sempurna untuk meredakan kegelisahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teh Naga sebenarnya memiliki beberapa varian. Ada kemasan celup dan kemasan tubruk dengan bungkus kertas. Menurut saya, varian tubruk Teh Naga Gold yang dikemas dalam bentuk kertas rentengan yang paling nikmat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian yang membaca tulisan ini merasa saya lebay alias berlebihan ya, tapi beneran deh, sekali-kali kalian coba cicipi. Sebagai seseorang yang mulai mendalami beberapa varian teh tubruk, menemukan Teh Naga adalah suatu yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membahagiakan. Kabar bahagia bukankah\u00a0 harus disebarluaskan ke banyak orang?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cocok di lidah orang Jawa Timur<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang Jawa Timur yang nggak begitu suka rasa manis dan sepet, teh tubruk Naga ini sangat cocok di lidah saya. Mungkin palet lidah orang Jawa Timur nggak semuanya seperti lidah saya. Namun, saya tetap pede saja merekomendasikannya karena sanak saudara saya yang kebanyakan warga Jawa Timur totok menyukainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan mereka saya seduhkan teh tubruk Naga ketika kumpul-kumpul Lebaran Iduladha beberapa waktu lalu. Tidak sedikit yang bertanya, \u201cini teh apa?\u201d, \u201cbeli di mana?\u201d Bahkan, beberapa orang langsung checkout saat itu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selidik punya selidik, beberapa kawan saya yang orang Jawa Timur ternyata penikmat Teh Naga. Dari mereka saya tahu, konon katanya, teh ini sudah dianggap legend karena\u00a0 banyak yang mengonsumsinya secara turun-temurun. Beberapa teman saya juga cerita kalau keluarganya menyukai teh ini karena simbahnya sudah terlebih dahulu gemar menyeduh dan minum Teh Naga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, Teh Naga memang senikmat itu. Jadi, buat kamu pecinta <a href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/kesehatan\/564603\/manfaat-teh-tubruk-untuk-kesehatan#:~:text=Teh%20tubruk%20adalah%20potongan%20daun,daun%20teh%20masih%20akan%20menggulung.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teh tubruk<\/a> atau yang sedang mencari rekomendasi teh yang cocok untuk lidah orang Jawa Timur, Teh Naga kemasan renceng ini patut dicoba. Akhir kata, selamat menikmatinya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: M. Afiqul Adib<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempe-kacang-oleh-oleh-khas-malang-paling-autentik\/\"><b>Jangan Salah Pilih, Tempe Kacang Adalah Oleh-oleh Khas Malang yang Paling Autentik. Oleh-oleh Lain Lewat!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teh Naga Malang, khususnya kemasan rentengan untuk teh tubruk, cocok di lidah orang Jawa Timur yang nggak menyukai rasa sepet dan manis. <\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":289277,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2501,985,25399,25398],"class_list":["post-289050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-jawa-timur","tag-malang","tag-teh-naga","tag-teh-naga-malang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}