{"id":288730,"date":"2024-07-20T15:27:52","date_gmt":"2024-07-20T08:27:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=288730"},"modified":"2024-07-20T15:27:52","modified_gmt":"2024-07-20T08:27:52","slug":"facebook-nggak-sekuno-yang-orang-orang-kira","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/facebook-nggak-sekuno-yang-orang-orang-kira\/","title":{"rendered":"Facebook Nggak Sekuno yang Orang-orang Kira, Justru Medsos Ini Lebih Baik dari yang Lain!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat nongkrong atau bertemu teman lama pasti banyak minta follow followan Instagram atau X. Tapi pasti nggak ada yang nawarin berteman di Facebook. Kalau kata <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Generation_Z\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gen Z<\/a>, sih Facebook itu kampungan dan udah nggak ngetren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal di tahun 2000-an, Facebook jadi medsos dengan pengguna paling banyak. Saya nggak heran, sih mengingat pamornya udah nggak setenar dulu. Ditambah banyak orang yang nganggep Facebook sebagai medsos kuno yang isinya orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, emang bener?<\/span><\/p>\n<h2><b>Facebook itu community based, jadi seru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang bikin saya masih main Facebook itu adalah fitur grup dan page. Saya nggak bisa lepas dari dua fitur itu dan emang nikmat banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, grup Facebook itu kayak tongkrongan atau komunitas yang isinya orang-orang yang punya kegemaran dan hobi yang sama kayak kita. Jadinya kalau bikin postingan, upload foto, komentar, atau ngobrol pasti nyambung<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di grup membernya juga asik-asik, ya walau kadang ada yang ngeselin dan bikin saya pengin banting hape. Selayaknya komunitas, biasanya grup-grup gede di Facebook juga suka ngadain acara kayak meet up, giveaway, sampai perlombaan berhadiah. Asik nggak tuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma grup, kehadiran page atau halaman juga nggak kalah mengasikan. Dari page inilah biasanya user Facebook dapet info menarik kayak fakta hewan, kejadian terkini, infografis, sampai sekedar shitpost atau video kucing lucu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dua hal itulah yang bikin saya bilang Facebook kalau itu community based dan nggak akan hidup tanpa komunitas. Bayangin aja kalau ada grup tapi membernya sedikit dan nggak aktif, tentunya grupnya akan sepi dan mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Page juga gitu, kalo yang ngelike sedikit dan nggak ada interaksi pasti pagenya bakal ditinggalin. Oleh karena itulah menjaga kesolidan komunitas itu penting banget kalau kamu mau nyaman berselancar di medsos ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak mencoba jadi medsos yang ekslusif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, eksklusivitas jadi sesuatu yang ditawarin medsos lain. Ambil contoh Instagram yang mana sistemnya itu follow atau ikuti. Simpelnya kamu harus jadi pengikut atau fans orang lain sebelum bisa berhubungan lebih jauh dengannya. Twitter atau X juga pake sistem yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook? Ya jelas beda jauh! Di Facebook kita ini teman, kita saling mengenal dan bisa ngobrol layaknya di tongkrongan. Ya walau sekarang juga ada fitur follow, sih di Facebook. Tapi medsos biru ini tetep nggak meninggalkan sistem teman yang udah dibangun dari lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari yang saya perhatiin, komunikasi di Facebook kesannya juga lebih natural. Di kolom komentar orang-orangnya santai bahkan bersenda gurau tanpa memandang berapa banyak teman yang kamu punya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang di Facebook kadang juga lucu, walau nggak pernah ketemu langsung tapi mereka seakan-akan kayak temen akrab yang udah kenal dari SD. Bahkan nggak jarang ada orang yang jadi sahabat, pacaran, bahkan menikah cuma gara-gara ketemu di medsos ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang agak jarang saya lihat di medsos lain. Jangankan bisa akrab sama orang asing. Di Instagram atau X aja kita bisa acuh tak acuh sama teman dunia nyata. Bahkan kadang cuma jadi penonton story doang.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Asal tempatnya sehat, pasti seru<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya walau nggak bisa dimungkiri ada banyak boomer yang atau user yang nyeleneh di Facebook. Tapi menurut saya asal kamu gabung di komunitas yang sehat pengalaman bermain Facebookmu tetep bakal nyaman. Toh sebenarnya di semua sosmed pasti ada user-user yang rasis, mata keranjang, dan minim literasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya Facebook masih punya charm tersendiri. Medsos ini nggak seudik, sekuno, atau sejelek yang orang-orang pikirin. Ada banyak hal di Facebook yang nggak akan bisa kamu dapetin di medsos lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook jadi medsos yang berarti dan paling berkesan buat saya. Sedikit cerita, bahkan kalau bukan gara-gara Facebook saya kayaknya nggak bisa kuliah, gila emang. Jadi jangan remehin medsos yang kamu anggap kampungan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau cari teman, gabut, atau mau cari hiburan absurd bisa buka Facebook. Sebaliknya, kalau kamu mau dipandang tinggi di tongkrongan, mau cari atensi, mau cari validasi, mau pamer, atau mau bikin konten bisa lari ke Instagram atau X.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arzha Ali Rahmat<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bunda-bunda-kreator-fb-pro-adalah-bukti-nyata-kalimat-mulai-aja-dulu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bunda-bunda Kreator FB Pro Adalah Bukti Nyata Kalimat \u201cMulai Aja Dulu\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak kuno, beneran.<\/p>\n","protected":false},"author":2697,"featured_media":267123,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[460,25326,25325],"class_list":["post-288730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-facebook","tag-grup-facebook","tag-page"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2697"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288730\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}