{"id":28863,"date":"2020-03-05T01:53:07","date_gmt":"2020-03-04T18:53:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=28863"},"modified":"2020-03-05T12:39:20","modified_gmt":"2020-03-05T05:39:20","slug":"mbak-pendukung-khilafah-bilang-umat-islam-tertindas-ah-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mbak-pendukung-khilafah-bilang-umat-islam-tertindas-ah-masa\/","title":{"rendered":"Mbak-Mbak Pendukung Khilafah Bilang Umat Islam 96 Tahun Tertindas: Ah, Masyaaa?"},"content":{"rendered":"<p>Kemarin, saya dapat salah satu matakuliah yang membahas bagaimana logika bekerja, aturan-aturan, sistematika, serta rambu-rambunya. Kemarin juga saya dapat kabar soal <a href=\"https:\/\/beritabaru.co\/yogyakarta-dihebohkan-aksi-peringatan-96-tahun-keruntuhan-khilafah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">aksi yang dilakukan oleh <em>mbak-mbak <\/em>pendukung khilafah di daerah Malioboro<\/a> Kota Yogyakarta. Menariknya di spanduk <em>mbak-mbak <\/em>tersebut ada tigeline yang jadi bahan bullyian netizen twitwar, bunyinya kira-kira begini: <em>\u201csembilan puluh enam tahun tanpa khilafah, umat islam tertindas\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Kalau kita uji sedikit saja struktur logika dalam kalimat itu, Bahkan dari premis pertama saja kalimat ini sudah kacau bin balau, \u201c<em>sembilan puluh enam tahun tanpa khilafah, umat islam tertindas\u201d<\/em> tapi <em>kok <\/em>saya islam dan saya tidak merasa tertindas, mbak. Berarti yang merasa <em>nggak <\/em>tetindas kayak saya bukan umat islam, dong? <em>Gimana sich?<\/em><\/p>\n<p><em>Yaaa&#8230; bagemana yhaaa..<\/em><\/p>\n<p>Tagline tersebut bikin tangan saya gatel juga buat <em>ngatain <\/em>si mbak-mbak pendukung khilafah ini. Mbok ya bikin spanduk kreatif dikit kenapa gitu. Udah bikin gerakan gak kreatif blas, masak iya bikin spanduk juga miskin literasi kayak begitu.<\/p>\n<p><em>Hashhh mbak-mbak ramashoook~<\/em><\/p>\n<p>Melihat jalan pikiran mbak-mbak pendukung khilafah ini kok saya membayangkan ketika mereka sibuk ngedumel meyalahkan keadaan dunia yang makin sekuler, liberalis, komunis, feminis, anarkis, lalu sampai pada teriakan kafeeeerrr!!! Dan barisan <em>er er<\/em> yang lain, sebagai penyebab umat islam ((versi)) mereka tertindas, lalu di belahan dunia islam yang lain umat islam sedang sibuk mengkampanyekan perdamaian dan upaya-upaya meliberalisasi kehidupan mereka kok \u201ckelompok\u201d islam di endonesa semacam pasukan <em>ninja hatori <\/em>ini masih aja sibuk merasa tertindas, dan menebar kebencian?<\/p>\n<p>Padahal, mau kayak gimanapun kerasnya teriakan kalian, mau kayak gimanapun kalian teriak umat islam tertindas. Dunia akan tetap merasa bodo amat sama klean-klean ini. Dunia akan tetap kapital ditengah kalian-kalian sibuk boikot produk sana sini. <em>Wqwq kacian dech lu,<\/em><\/p>\n<p>Ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yang-tidak-mereka-katakan-tentang-kapitalisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">orang-orang kapital<\/a> itu sedang sibuk menyebarkan pengaruhnya dengan propaganda-propaganda alat modal yang halus nan luwes, kalian ini masih saja pakai cara-cara primitif yang lucu dan ngawur kek begitu, <em>yo diguyu kucing mbak.<\/em><\/p>\n<p>Aduh, mbak-mbak yang kelamaan demo gak penting di bawah teriknya panas kota jogja, jadi begini lho..<\/p>\n<p>Apa susahnya mengakui kalau islam emang sudah lama kalah dalam pentas adu pengaruh di dunia? Akui ajalah dulu. Tapi <em>mbok ya <\/em>jangan malu-maluin islam lah sampe bikin tagline islam tertindas <em>ngunu&#8230; <\/em>udah kalah pengaruh kok ya mentalnya lemah begitu, trus kalo udah lemah <em>pake <\/em>nyalah-nyalahin keadaan lagi.<\/p>\n<p><em>Mbok <\/em>ya daripada demo-demo gajelas, bikinlah solusi-solusi tentang bagaimana ambil pengaruh dalam percaturan politik global, atau bikin produk apa kek gitu, yang bisa bikin kapabilitas kalian diakui, sehingga nantinya bisa bikin kalian merasa bangga dan berhenti merasa tertindas.<\/p>\n<p>Atau belajarlah kepada masa kejayaan islam di masa lalu, melingkar dan duduk bersama kami orang-orang yang selama ini kalian anggap kafir, ayo sama-sama kita diskusikan kembali apa yang tuhan mau untuk kita lakukan di dunia ini. Barangkali ada yang kelewatan kita pahami bareng-bareng.<\/p>\n<p>Jangan <em>ujug-ujug <\/em>main demo gajelas begitu, alih-alih ambil jalan pintas populerkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjawab-tuduhan-ustaz-tentang-tanda-orang-kecanduan-drama-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ustaz \u201cdadakan\u201d kalian<\/a> yang ngajarin mangkir dari tagihan pajak motor negara, atau yang ngajarin hijrah-hijrahan, musik harom, sampai nikah muda modal <em>kintil <\/em>doang. Kalian malah bikin blunder fatal yang bikin citra kalian nambah buruk.<\/p>\n<p>Sudahlah, kalian ini teriak-teriak merasa tertindas <em>dewe, <\/em>tapi kaliannya masih senang menindas orang-orang yang berbeda dengan kalian, lalu merasa ndak bersalah sama sekali dengan dalih membela tuhan dan agama. Sikap tertutup kalian kayak begitu malah bakalan bikin kita-kita ini yang kalian bilang <em>kofar-kafer<\/em> bakalan nambah takut juga sama kalian, sambil terus gibahin kalian dari belakang.<\/p>\n<p>Mbak yang merasa tertindas&#8230;<\/p>\n<p>Daripada memikirkan Khilafah yang jauh dari logika dan nalar, ayolah sama-sama kita bangun indonesia dengan ilmu dan amal baik kalian, <em>eman <\/em>lhoh anak-anak muda kritis seperti kalian ini, panas-panasan demo khilafah, mending ikut A<em>bang yuk<\/em>, aksi kamisan, atau aksi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-negara-gagal-nyediain-lapangan-kerja-masak-buruh-yang-bayar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tolak Omnibus law<\/a>, gitu kan menarik&#8230;. <em>wqwqwqw<\/em><\/p>\n<p>Yakinlah, kita tetap bisa <em>kok <\/em>menjalankan syariat islam meskipun tanpa negara islam.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencoba-berdialog-dengan-para-pengusung-khilafah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mencoba Berdialog dengan Para Pengusung Khilafah<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/adib-khairil-musthafa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Adib Khairil Musthafa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya islam dan saya tidak merasa tertindas, mbak. Berarti yang merasa nggak tetindas kayak saya bukan umat islam, dong? Gimana sich?<\/p>\n","protected":false},"author":88,"featured_media":28911,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[31,5547,3989],"class_list":["post-28863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-indonesia","tag-pendukung-khilafah","tag-umat-islam"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/88"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}