{"id":288617,"date":"2024-07-21T17:07:26","date_gmt":"2024-07-21T10:07:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=288617"},"modified":"2024-07-22T10:16:16","modified_gmt":"2024-07-22T03:16:16","slug":"simpang-pb-vi-selo-boyolali-alun-alun-terindah-se-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simpang-pb-vi-selo-boyolali-alun-alun-terindah-se-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Simpang PB VI Selo Boyolali, Alun-Alun Paling Indah Se-Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selo Boyolali yang terletak di kaki Gunung Merapi sebelah utara memang terkenalkan dengan hawanya yang dingin dan pemandangan hijaunya. Namun, jarang ada yang tahu, tempat paling pas untuk menikmati itu semua berada di Alun-alun Simpang PB VI Selo Boyolali. Dari tempat itu kalian bisa menikmati rumput hijau, pepohonan dan pemandangan Gunung Merapi dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/maljum\/teror-kecil-di-gunung-merbabu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Merbabu<\/a> sekaligus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alun-alun ini tergolong anyar, baru selesai dibangun pada 2021 yang lalu. Namun, banyak warga yang langsung memanfaatkannya untuk aktivitas luar ruangan seperti olahraga maupun kegiatan lain. Alun-alun Simpang PB VI seketika jadi kebanggan warga Selo.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Suasana asri Alun-Alun Simpang PB VI juara!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alun-Alun Simpang PB VI Selo spesial karena lokasinya yang berada di tengah desa. Itu mengapa kesan asri masih begitu kental. Fasilitas publik ini jauh dair kesan alun-alun pada umumnya yang ramai orang dan kendaraan. Sebaliknya, Simpang PB VI Selo cenderung tenang dan jarang ada kendaraan lalu-lalang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan kendaraan yang lalu-lalang, mengakses lokasi ini saja masih sulit. Ingat alun-alun ini terletak di desa di kaki gunung, akses menuju tempat ini naik-turun dan berkelok curam. Nggak heran kalau pengunjung alun-alun kebanyakan warga sekitar saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau kalian benar-benar penasaran dan ingin mampir ke\u00a0 Alun-alun Simpang PB VI Selo, semua kesulitan tadi layak ditempuh kok. Sebab, kesulitan itu akan terbayar oleh pemandangan hijau di sepanjang jalan dan di alun-alun. Apalagi, selain pemandangan yang indah, tempat ini terawat dengan baik sehingga sangat bersih. Jauh dengan kesan alun-alun di berbagai daerah lain yang biasanya berserakan sampah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simpang-pb-vi-selo-boyolali-alun-alun-terindah-se-jawa-tengah\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Kondisinya benar-benar &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisinya benar-benar cocok untuk menepi kalau kalian sudah bosan dengan hiruk pikuk kota. Apalagi yang lebih baik dibanding menikmati pemandangan indah dengan hawa yang sejuk?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisa mencicipi berbagai jajanan<\/b><\/h2>\n<p>L<span style=\"font-weight: 400;\">etak alun-alun ini di desa, tapi jangan salah, di sekitar sana banyak pedagang. Mulai dari warteg hingga jajanan kaki lima tersedia di sini. Jadi kalian tidak perlu takut kelaparan kalau ingin nongkrong di Alun-alun Simpang PB VI Selo Boyolali. Fasilitas lain juga tersedia kok, seperti toilet dan masjid.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil beraktivitas di sana kalian bisa menikmati maskot alun-alun yakni patung <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pakubuwana_VI\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pakubuwono VI<\/a>. Patung tersebut berdiri gagah lengkap dengan beskap dan juga blangkon di kepalanya. Selain digambarkan dengan pakaian adatnya, di tengah berdirinya PB VI juga tertulis tulisan Simpang Pakubuwana VI. Letak tulisan dan patungnya ada di depan alun-alun Selo ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah Alun-alun Simpang PB VI Selo Boyolali, letaknya di sekitar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/3-wisata-lereng-gunung-merapi-terbaik-di-klaten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Merapi<\/a>. Bisa saya bilang alun-alun ini adalah hidden gem-nya Kecamatan Selo. Kalau melintas di sekitar Boyolali, jangan lupa mampir atau singgah ke sini. Sangat sayang kalau dilewatkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bojong-kota-magelang-daerah-yang-menyenangkan-untuk-menepi\/\"><b>Bojong, Daerah Terbaik untuk Menepi di Tengah Kota Magelang yang Kian Menyebalkan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simpang PB VI Selo Boyolali alun-alun yang asri, letaknya di desa dan dikelilingi rumput dan pohon hijau, pemandangannya Merapi dan Merbabu. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":288969,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15990,8877,10004,22268,25352],"class_list":["post-288617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-alun-alun","tag-boyolali","tag-jawa-tengah","tag-selo","tag-simpang-pb-vi-selo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}