{"id":288518,"date":"2024-07-18T14:14:59","date_gmt":"2024-07-18T07:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=288518"},"modified":"2024-07-19T10:03:03","modified_gmt":"2024-07-19T03:03:03","slug":"dermayu-bahasa-jawa-orang-indramayu-yang-membingungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dermayu-bahasa-jawa-orang-indramayu-yang-membingungkan\/","title":{"rendered":"Dermayu, Bahasa Jawanya Warga Indramayu Jawa Barat yang Berhasil Bikin Bingung Orang Sunda dan Orang Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang salah mengira bahasa yang digunakan oleh warga Indramayu adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-sunda-yang-susah-diterjemahkan-ke-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Sunda<\/a>. Kesalahan tersebut wajar saja, sebab Indramayu termasuk salah kabupaten di Jawa Barat, sebuah provinsi yang mayoritas warganya berbahasa Sunda. Lebih tepatnya, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa itu menggunakan bahasa Jawa Indramayu atau yang lebih populer dengan sebutan Dermayu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, Dermayu nyatanya kerap membuat bingung orang Jawa yang tinggal di Jawa Tengah, Jogja, dan Jawa Timur. Apalagi orang Sunda yang tidak menuturkan bahasa Jawa di kehidupan sehari-hari. Dermayu nggak hanya berbeda di intonasi pengucapan dan logat. Ada beberapa kata dalam Dermayu yang begitu asing bagi penutur bahasa Jawa pada umumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bahasa Jawa Indramayu punya logat yang khas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar seseorang berbicara dalam dialek Dermayu, saya yakin kalian akan tiba-tiba bingung sedang ada di daerah mana. Seolah-olah kalian sedang berada diluar Jawa Barat, Di sisi lain, kalian juga akan merasa sepenuhnya nggak yakin di daerah lain di Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar saya mencoba mendeskripsikan Dermayu ya. Bahasa ini memang cenderung lebih mirip dengan bahasa Jawa. Lengkap dengan versi ngoko (kasar) dan kromo (halus). Namun, logatnya membuat orang lain kerap kali kesulitan menangkap makna dari penutur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh mencari perbandingan bahasa yang paling mirip, bahasa Dermayu itu sebenarnya hampir sama dengan dialek<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-cirebon-bingung-termasuk-sunda-atau-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Cirebon<\/a>. Logatnya hampir mirip, ada kesan ngapaknya. Kalau di kuping saya, logat tersebut justru membuat bahasa ini terdengar lebih hidup dan dinamis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-usul Dermayu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga Indramayu bisa jadi orang yang paling welcome dengan pendatang. Bagaimana tidak, daerahnya yang terletak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-pantura-tak-cocok-jadi-tempat-tinggal-panas-dan-bahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur utama Pantai Utara Jawa (Pantura<\/a>), menjadikan kabupaten ini kerap disinggahi pendatang, tidak terkecuali pendatang dari timur. Asal tahu saja, jalur Pantura merupakan jalur vital dalam perekonomian Pulau Jawa. Kabupaten ini kerap jadi tempat singgah dan istirahat, khususnya daerah Patrol, Lohbener, Jatibarang, dan Sukagumiwang. Nggak heran kalau percampuran budaya, khususnya dalam hal bahasa, terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, hingga saat ini Indramayu menjadi kabupaten di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ujian-terberat-rakyat-jawa-barat-adalah-pimpinan-daerahnya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Barat<\/a> yang tidak menggunakan bahasa Sunda untuk kehidupan sehari-hari. Mereka menggunakan bahasa Jawa yang dibawa oleh para pendatang yang mampir. Itu mengapa bahasa Jawa yang akhirnya digunakan kemudian menjadi berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi identitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan sekadar digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Dermayu juga punya peran penting dalam berbagai acara tradisional. Misalnya, saat acara\u00a0 pernikahan atau hajatan, ada banyak lagu dan humor dalam Dermayu. Begitu pula dalam bentuk seni lain seperti sandiwara, tarling, atau kuda depok. Ini nggak cuma bikin acara jadi lebih menarik, tapi juga menjaga tradisi dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Indramayu, bahasa ini adalah bagian penting dari identitas mereka. Bahasa dermayu mencerminkan cara hidup, nilai-nilai, dan keunikan masyarakat lokal. Di setiap kata dan kalimat, tersimpan cerita dan warisan budaya yang kaya, membuat setiap percakapan jadi lebih bermakna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bahasa Indramayu bukan hanya alat komunikasi, tapi juga jendela untuk memahami lebih dalam kehidupan dan budaya orang Indramayu. Serunya lagi, dengan mempelajari bahasa Indramayu, kita bisa merasakan langsung kehangatan dan kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini. Yuk, belajar dan coba ngobrol pakai bahasa Indramayu dan rasakan keunikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdul Gani Amin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-jawa-yang-kaya-minum-bisa-diterjemahkan-jadi-8-kata\/\"><b>Bahasa Jawa yang Kaya, \u201cMinum\u201d Bisa Diterjemahkan Jadi 8 Kata Berbeda<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dermayu, bahasa Jawanya orang Indramayu, Jawa Barat yang membingungkan bagi Orang Sunda dan Orang Jawa. Bahasa dan dialeknya terlalu unik. <\/p>\n","protected":false},"author":2707,"featured_media":288538,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[763,25275,25274,7605,5640],"class_list":["post-288518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-jawa","tag-bahasa-jawa-indramayu","tag-dermayu","tag-indramayu","tag-jawa-barat"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2707"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}