{"id":288415,"date":"2024-07-18T09:00:23","date_gmt":"2024-07-18T02:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=288415"},"modified":"2024-07-18T21:52:18","modified_gmt":"2024-07-18T14:52:18","slug":"mail-upin-ipin-curang-saat-jualan-tapi-penonton-nggak-sadar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mail-upin-ipin-curang-saat-jualan-tapi-penonton-nggak-sadar\/","title":{"rendered":"3 Kecurangan Mail Saat Jualan yang Nggak Disadari Banyak Penonton \u201cUpin Ipin\u201d\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton setia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pasti nggak asing dengan sosok Ismail bin Mail alias Mail. Walau masih anak-anak, Mail terkenal sebagai salah satu pedagang handal di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-crazy-rich-kampung-durian-runtuh-upin-ipin-yang-nggak-medit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kampung Durian Runtuh<\/a>. Itu mengapa banyak penonton yang kagum dengan bocah satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di balik kepiawaiannya jualan, Mail sebenarnya menggunakan cara-cara curang. Siasat licik ini jarang tersorot sehingga nggak banyak penonton menyadarinya. Hanya mereka yang benar-benar mengamati gerak-gerik Mail yang kurang terpuji itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang kurang sreg bagi saya, Mail seolah-olah menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan cuan. Mulai dari teriak-teriak \u201c2 ringgit\u201d ketika jualan ayam di pasar, hingga nekat nawarin kelapa ke sekumpulan orang bule.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya cara-cara itu wajar saja kalau dilakukan sesuai porsinya. Sayangnya, menurut saya, apa yang dilakukan Mail berlebihan. Kalau cara itu dilakukan di dunia nyata, bukan nggak mungkin orang lain akan terganggu atau risih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Mail \u201cUpin Ipin\u201d mencari kesempatan dalam kesempitan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara curang pertama yang dilakukan Mail adalah menjual semua barang yang berpotensi cepat menghasilkan uang. Pokoknya ada temannya yang butuh, dia langsung gercep menyediakannya. Istilahnya mencari kesempatan dalam kesempitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini seringkali digunakan adiknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-jika-kedai-runcit-milik-abang-iz-dalam-serial-upin-ipin-jadi-warung-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Abang Iz<\/a> terutama ketika kumpul dengan teman-temannya. Misal di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pisang Goreng Ngap Ngap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Mail langsung siap siaga akan jual pisang goreng keesokan harinya lantaran Jarjit nggak kebagian saat lagi kumpul. Lalu ada juga di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Basikal Baru<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dimana Mail menawarkan sepeda seharga 2 ringgit kepada Fizi yang ternyata loncengnya saja. Ada juga di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Cuti Sekolah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu Mail menjual buah cermai kepada Mei-mei.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya ini termasuk taktik yang cerdik. Kelakukan Mail juga bisa dikatakan pintar karena dapat melihat peluang. Sayangnya, kalau terus-terusan begini Mail malah jadi orang yang annoying nggak sih? Apalagi kalau kebiasaan ini mengurangi kepekaan Mail. Ke depan, bukan nggak mungkin, teman yang sedang kesulitan dijadikan sasaran pembeli bukannya dibantu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mail-upin-ipin-curang-saat-jualan-tapi-penonton-nggak-sadar\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: #2 Pelit promo &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#2 P<\/b><b>elit promo dan diskon<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang selama bertahun-tahun nonton<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya baru sadar kalau Mail jarang banget kasih promo. Kalau kalian menyangkal dengan sifat Mail yang sesekali mentraktir, saya rasa itu nggak bisa dihubungkan ya. Pasalnya, mentraktir itu berarti Mail emang lagi ingin berbuat baik saja. Sementara\u00a0 promo, ini berhubungan dengan promosi bisnisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, masalahnya, cowok jutek ini super pelit dalam memberikan promo atau diskon. Ketika jualan ayam goreng, nggak pernah tuh dia kasih promo seperti beli 4 gratis 1. Bahkan, teman-temannya sendiri juga nggak kecipratan diskon. Harga teman memang nggak boleh sih, tapi sesekali kan nggak papa?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking pelitnya pengusaha muda ini, di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Raya Penuh Makna<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Fizi membeli 5 baju lebaran di Mail yang katanya beli 2 gratis 3. Eh ternyata, 3 baju gratisannya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-ada-yang-salah-pakai-baju-lebaran-itu-itu-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">baju lebaran<\/a> Mail yang udah nggak kepakai. Hadeh, Mail di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini memang ada-ada saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 M<\/b><b>ark up harga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mail pernah melakukan praktik <a href=\"https:\/\/www.ocbc.id\/id\/article\/2022\/04\/19\/mark-up-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mark up harga<\/a>. Di episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pokok Seribu Guna <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Mail menjual kelapa kepada sekumpulan turis bule dengan harga yang melambung tinggi. Dia menjualnya dengan harga $2 atau setara 6 ringgit. Menonton episode ini membuat saya ngebatin, praktik semacam ini mungkin juga bisa dilakukan pada kesempatan lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga saja mark up harga nggak dia lakukan ke teman-teman dan kenalannya. Kalau iya, bisa jadi dia nggak punya teman. Namun, sejauh pengamatan saya, Mail ini tahu betul target pasarnya. Ketika menjual ke teman-temannya yang masih bocil dan belum punya penghasilan sendiri, dia menjual dengan harga wajar. Prinsipnya, yang setiap hari ada uang masuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa kecurangan yang pernah dilakukan Mail di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Memang cara-cara itu berhasil membawa Mail sebagai salah satu pedagang sukses di Kampung Durian Runtuh. Namun, kalau cara nggak terpuji itu terus dilakukan, bukan nggak mungkin Mail akan dibenci warga. Harapan saya sih, Mail bisa jadi pengusaha jujur dan murah hati, supaya bisa diteladani oleh penontonnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span>Bella Yuninda Putri<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-kejadian-kampung-durian-runtuh-upin-ipin-yang-bikin-resah\/\"><b>3 Kejadian Paling Meresahkan di Kampung Durian Runtuh \u201cUpin Ipin\u201d, Merusak Imajinasi Saya tentang Kampung yang Ideal<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penonton kagum pada Mail &#8220;Upin Ipin&#8221; yang pandai berdagang walau masih bocah. Namun, nggak banyak yang tau kalau dia pakai cara-cara curang.<\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":288421,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[15095,9297,23289,5855],"class_list":["post-288415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-kampung-durian-runtuh","tag-mail","tag-mail-upin-ipin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288415"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288415\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}