{"id":288361,"date":"2024-07-17T13:30:56","date_gmt":"2024-07-17T06:30:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=288361"},"modified":"2024-07-17T13:12:32","modified_gmt":"2024-07-17T06:12:32","slug":"suzuki-avenis-125-1999-nenek-moyang-yamaha-nmax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-avenis-125-1999-nenek-moyang-yamaha-nmax\/","title":{"rendered":"Suzuki Avenis 125 1999, &#8220;Nenek Moyang&#8221; Yamaha NMAX, Bukti bahwa Suzuki Sebenarnya Peramal Ulung!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa, saya selalu senang membahas Suzuki. Mungkin karena saya punya ikatan batin dengan Suzuki. Mungkin karena motor yang pertama kali saya punya berasal dari pabrikan Suzuki. Ya, kala itu sekitar 2006, Suzuki Spin 125 adalah motor pertama yang mengisi garasi rumah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam perjalanan waktu, saya sering memperhatikan produk-produk yang dikeluarkan oleh Suzuki. Sebut saja, Suzuki Skywave, Hayate, Skydrive dan lainnya. Yang saya perhatikan lebih dominan varian matic. Karena varian itulah yang sedang \u201cin\u201d di zaman itu. Oh ya, saya sering membahasnya di Terminal Mojok. Menurut saya, generasi mereka adalah generasi nyeleneh. Saya saja yang punya kedekatan hati dengan Suzuki, nggak tertarik meminangnya. Tapi, sekarang banyak diminati dan dicari, saya termasuk salah satu orang yang meminang Suzuki Skywave sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bergeser ke zaman sekarang, Suzuki seperti nggak belajar dari pengalaman. Lagi-lagi dia mengeluarkan varian matic yang nyeleneh. Suzuki Avenis 125 keluar tahun 2022. Berbodi bongsor penuh sudut, ukuran ban depan dan belakang yang berbeda, dan tetap ngotot dibekali mesin 125cc. Saya kurang tahu, kenapa Suzuki nggak mau berinovasi dengan kapasitas mesin 150cc seperti pesaingnya yang lain. Saya pikir, mungkin Suzuki pingin produk-produknya dibilang rare nantinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, di balik kegagalannya di pasar otomotif khususnya varian matic, saya rasa Suzuki adalah cenayang. Apa yang dikonsepkan Suzuki zaman dulu, banyak ditiru di zaman sekarang. Salah satunya yaitu Suzuki Avenis 125 tahun 1999.<\/span><\/p>\n<h2><b>Suzuki Avenis 125 1999 bukti nyata Suzuki sudah memperkirakan masa depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tadinya saya ragu kalau Suzuki itu bisa memprediksi masa depan. Tapi keraguan itu dipatahkan oleh Suzuki Avenis 125 tahun 1999. Oh ya, sebelumnya saya nggak pernah mendengar kalau Suzuki Avenis itu pernah diluncurkan oleh Suzuki tahun 1999. Setelah saya telusuri, ternyata kabar itu benar adanya. Suzuki Avenis 125 pernah diluncurkan oleh <a href=\"https:\/\/www.gridoto.com\/read\/223850006\/suzuki-avenis-lawas-ternyata-mirip-yamaha-nmax-bisa-pilih-150-atau-125-cc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki di Jepang<\/a>. Mungkin karena nggak masuk pasar Indonesia, jadi nggak populer namanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, konsep Suzuki Avenis 125 tahun 1999 ini persis dengan konsep Yamaha NMAX, asli. Menurut saya, yang membedakan hanya pada \u201cgaya\u201d pada masa itu. Suzuki Avenis 125 yang keluar tahun 1999 memiliki bodi yang \u201cmontok mulus\u201d, sedang Yamaha NMAX sekarang sudah ada sudut-sudut di lekukan tubuhnya. Untuk jamaah mojokiyah bisa searching langsung agar bisa menilai dengan mata kepala sendiri. Gokil Suzuki.<\/span><\/p>\n<h2><b>Motor matic 150 cc nggak maksimal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang saya singgung di atas, Suzuki hampir jarang sekali berinovasi mengeluarkan motor matic dengan kapasitas mesin 150cc. Jadinya, motor matic besutannya ketinggalan zaman. Beda dengan rivalnya Honda Vario 150, Yamaha NMAX 150, Honda PCX 150. Semuanya bermesin 150cc. Tapi, Suzuki tetap pada pendirian, yaitu motor matic garapannya tetap mengusung mesin 125cc. Entah Suzuki bandel atau memang sedang menunggu keajaiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, entah disengaja atau kebetulan, Honda kembali ke mesin berkapasitas 125cc. Yang terbaru keluaran Honda ialah Honda Vario 125 tahun 2024. Nah kan, kesabaran Suzuki terbukti. Lagipula, motor matic dengan kapasitas mesin 150cc seperti sia-sia untuk jalanan perkotaan seperti Jakarta yang ruwetnya pakai banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memang banyak menyinggung produk yang dikeluarkan Suzuki, dari model yang nyeleneh, aneh, dan nggak mikirin estetik. Tapi, untuk kali ini saya merasa bahwa Suzuki memang benar-benar peramal ulung. Terlepas dari kegagalannya, kalau boleh menebak, prediksi Suzuki terlalu akurat.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jarot Sabarudin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-avenis-125-motor-aneh-yang-nggak-belajar-dari-pengalaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Motor Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Futuristik gilak.<\/p>\n","protected":false},"author":2650,"featured_media":279985,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[1213,7646,19217,25251,20240],"class_list":["post-288361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-jepang","tag-suzuki","tag-suzuki-avenis-125","tag-suzuki-jepang","tag-yamaha-nmax"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288361"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288361\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}