{"id":287951,"date":"2024-07-14T08:39:29","date_gmt":"2024-07-14T01:39:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=287951"},"modified":"2024-07-14T08:39:29","modified_gmt":"2024-07-14T01:39:29","slug":"usaha-kebumen-lepas-dari-status-kabupaten-termiskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/usaha-kebumen-lepas-dari-status-kabupaten-termiskin\/","title":{"rendered":"Usaha Kebumen Lepas dari Status Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada fakta yang cukup memprihatinkan tentang Kebumen. Menurut data BPS (2023), Kebumen adalah <a href=\"https:\/\/jateng.bps.go.id\/indicator\/23\/34\/1\/kemiskinan.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kabupaten termiskin di Pulau Jawa<\/a>. Meski destinasi wisata di kota walet ini mulai ramai, status termiskin belum juga hilang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari status yang memprihatinkan itu, ada satu hal yang terbilang progresif dari Kebumen. Yah, semoga usaha ini bisa membantu kabupaten di Jawa Tengah ini bisa lepas dari jerat kabupaten termiskin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, salah satu hal yang cukup progresif terkait status Geopark Kebumen. Jadi, negara mengusulkan geopark ini menjadi UNESCO Global Geopark.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geopark Kebumen terletak di Jalan Karangsambung, Kecamatan Karangsambung. Pemerintah mendirikan geopark untuk melindungi dan mempromosikan fitur geologi yang unik serta menjadi warisan budaya dan alam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki motto &#8220;The Glowing Mother Earth of Java&#8221;, kawasan ini terkenal dengan warisan geologinya yang signifikan. Termasuk di dalamnya lanskap karst, gua, dan situs fosil. Geopark Kebumen mempromosikan geowisata dan bertujuan untuk melestarikan situs geologi sambil mendukung masyarakat lokal melalui inisiatif pariwisata dan pendidikan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Daya tarik Kebumen Geopark\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ya pemerintah mengusulkan Geopark Kebumen menjadi UNESCO Global Geopark? Mari kita bedah satu per satu.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pantai Karangbolong<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pantai_Karangbolong\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantai Karangbolong<\/a> adalah salah satu objek wisata alam pantai yang berada di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Terkenal dengan formasi batuan unik dan pemandangan indah.<\/span><\/p>\n<h4><b>Gua Jatijajar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gua Jatijajar adalah sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah, yang terletak di Jalan Jatijajar, Palamarta, Kecamatan Ayah. Gua yang keseluruhannya terbentuk dari kapur ini memiliki panjang 250 meter, lebar rata-rata 15 meter, dan tinggi rata-rata 12 meter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi gua ini berada 50 meter di atas permukaan laut. Gua yang terkenal dengan stalaktit dan stalagmit yang mengesankan, serta memiliki makna sejarah dan budaya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Gua Petruk<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gua Petruk adalah sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alam di pegunungan kapur Gombong Selatan. Gua ini terletak di Dusun Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gua ini seluruhnya terbentuk dari batu kapur, dengan panjang total mencapai 2 kilometer dengan panjang jelajah 100 meter hingga 664 meter, lebar rata-rata 14 meter, dan tinggi rata-rata rata-rata 32 meter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gua Petruk berjarak 7 kilometer dari Gua Jatijajar, 38 kilometer dari pusat kota, dan 24 kilometer dari Gombong menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Gua ini terkenal karena punya sungai bawah tanah dan formasi batuan yang indah.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pantai Logending<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai Logending merupakan salah satu objek wisata pantai yang terletak di Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai Logending disebut juga sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-pantura-rembang-tuban-jalan-paling-indah-se-pantura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantai Ayah<\/a>. Pantai ini menawarkan keindahan alam dan pengalaman budaya, dengan kesempatan untuk berbagai aktivitas air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geopark Kebumen merupakan destinasi yang sangat baik bagi pecinta alam, ahli geologi, dan siapa saja yang tertarik menjelajahi keajaiban alam dan budaya Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keanekaragaman geologi Geopark Kebumen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pantai dan gua yang memikat, Geopark Kebumen mempunyai banyak keanekaragaman geologi. Fitur-fitur ini menjadi modal Geopark Kebumen menuju validasi UNESCO Global Geopark.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Geopark Kebumen punya beragam formasi geologi. Misalnya, bentang alam karst, formasi batuan unik, dan situs fosil. Kawasan Karangsambung, misalnya, terkenal dengan batuan purba berusia ratusan juta tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentang alam karst Kawasan Karangbolong terkenal dengan bentang alam karst berupa bukit kapur, gua, dan sungai bawah tanah. Gua Jatijajar dan Gua Petruk merupakan tempat wisata terkenal di kawasan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geopark Kebumen juga rumah bagi budaya tradisional Jawa. Termasuk di dalamnya kerajinan tangan, tarian, dan ritual lokal. Pengunjung bisa belajar gaya hidup lokal dan praktik budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pariwisata dan pembangunan berkelanjutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geopark Kebumen mempromosikan kegiatan pariwisata berkelanjutan, mendorong pengunjung untuk menghormati dan melindungi lingkungan alam. Komunitas lokal berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata, yang membantu mendukung perekonomian lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Validasi \u201cGeopark Global UNESCO\u201d akan memberikan sejumlah manfaat. Berikut beberapa manfaat yang saya sarikan dari berbagai sumber.<\/span><\/p>\n<p><b>Pengakuan Internasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dapat membantu meningkatkan profil geopark secara global, menarik perhatian pengunjung kalender, dan peneliti dari seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertumbuhan Pariwisata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Meningkatkan jumlah pengunjung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian lokal Kebumen melalui pariwisata.<\/span><\/p>\n<p><b>Konservasi dan Pelestarian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Statuta UNESCO mendorong upaya untuk melestarikan dan melestarikan sumber daya geologi, ekologi, dan budaya. Hal tersebut membantu melindungi lingkungan dan warisan lokal.<\/span><\/p>\n<p><b>Dukungan Finansial dan Teknis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Geopark yang terdaftar di <a href=\"https:\/\/www.unesco.org\/en\/iggp\/geoparks\/about\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNESCO Global Geoparks<\/a> mempunyai akses terhadap pendanaan dan dukungan teknis dari UNESCO dan mitra internasional lainnya untuk pengembangan dan pemeliharaan.<\/span><\/p>\n<p><b>Pendidikan dan Penelitian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Meningkatkan peluang program pendidikan dan penelitian. Status ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kebumen akan pentingnya warisan geologi dan lingkungan serta mendorong penelitian penelitian ilmiah.<\/span><\/p>\n<p><b>Jaringan Global<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Menjadi bagian dari Jaringan Geopark Global (GGN) UNESCO memungkinkan Geopark Kebumen untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan geopark lain di seluruh dunia, membangun kemitraan dan kerja sama internasional.<\/span><\/p>\n<p><b>Pembangunan Berkelanjutan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Status ini mendorong pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial, memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.<\/span><\/p>\n<p><b>Promosi Budaya Lokal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Selain geologi, status ini membantu mempromosikan budaya, tradisi, dan\u00a0 kerajinan lokal, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal Kebumen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Aset utama bagi Kebumen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat-manfaat tersebut menjadikan penunjukan \u201cUNESCO Global Geopark\u201d sebagai aset utama bagi pengembangan dan konservasi. Hal ini sekaligus membawa banyak manfaat bagi masyarakat lokal dan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan informasi dari Sigit Tri Prabowo, General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen, proses validasi akan dilakukan pada 21-25 Juli 2024. Setelah itu, nantinya, lanjut proses validasi dari pihak asesor UNESCO. Pada Agustus 2024, asesor akan menyerahkan nilai tersebut ke UNESCO dan sidang penentuan dilakukan di September 2024.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apakah nantinya Kebumen Geopark akan masuk sebagai UNESCO Global Geopark? Yah, apapun keputusannya nanti, semoga hal ini menjadi semacam cara bagi Kebumen keluar dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gombong-kecamatan-terbaik-di-kebumen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Gombong? Karena Gombong Adalah Kecamatan Terbaik dan Berdikari di Kabupaten Kebumen<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>cara ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Kebumen Geopark akan diakui sebagai UNESCO Global Geopark? Yah, apapun keputusannya, semoga Kebumen tak lagi miskin.<\/p>\n","protected":false},"author":2658,"featured_media":287982,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[25184,10004,25186,10477,25187,25185],"class_list":["post-287951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-geopark-kebumen","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-termiskin-di-jawa-tengah","tag-kebumen","tag-kebumen-kabupaten-termiskin","tag-unesco-global-geoparks"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/287951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2658"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=287951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/287951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/287982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=287951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=287951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=287951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}