{"id":287535,"date":"2024-07-11T10:34:57","date_gmt":"2024-07-11T03:34:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=287535"},"modified":"2024-07-14T21:50:42","modified_gmt":"2024-07-14T14:50:42","slug":"rapat-pejabat-indonesia-mahal-di-konsumsi-tapi-minim-substansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rapat-pejabat-indonesia-mahal-di-konsumsi-tapi-minim-substansi\/","title":{"rendered":"Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya agak yakin, kalau kalian bakal setuju jika ada yang ngomong pejabat Indonesia itu suka banget sama rapat. Sebenarnya tak cuman pejabat sih, pada dasarnya, kita ini bangsa rapat. Masalahnya adalah, kegemaran rapat itu tak sejalan dengan hasilnya. Malah jauh dari itu, jika ada rencana rapat, fokusnya bukan di apa yang akan dibahas, tapi malah hal nonesensial macam konsumsi dan gedung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya tentu masih ada hal esensial seperti persiapan materi rapat, dan materi pengantar. Tapi, rapat pejabat kebanyakan fokusnya ada di konsumsi dan gedung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rapat pejabat, yang harusnya jadi ajang penting, malah bergeser. Hal ini tak terbatas pada rapat saja sebenarnya, tapi ke banyak hal lain juga. Dan ini saya beri daftar hal tak penting lainnya yang kerap ada di rapat pejabat<\/span><\/p>\n<h2><b>Sambutan rapat yang seabrek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memasuki acara inti yang ditunggu-tunggu, pasti ada tuh sambutan dari berbagai pihak yang bukan hanya dari satu orang saja, melainkan banyak. Bahkan biasanya lebih dari dua. Mereka sih biasanya isi intinya cuma bilang, terima kasih, maaf, dan menyanjung-nyanjung acara yang dibuat. Setelah itu? Mereka langsung out dari acaranya karena ada kepentingan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, kok rapat ditinggal? Wo, jangan kaget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu sih biasanya orang-orang penting yang sibuk banget isinya. Makanya nggak heran kalau isi sambutan ya gitu-gitu aja. Selain itu, acara juga jadi molor, karena kebanyakan cuap-cuap. Acara intinya padahal hanya 2 jam.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Perbedaan kasta kursi dalam rapat pejabat<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih membuat agenda rapat atau bahasan yang bermutu, panitia biasanya malah sibuk mempersiapkan kursi yang proper banget. Bentar, jangan marah, kursi proper itu memang keharusan. Masalahnya, ini nggak buat semua orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kursi proper ini hanya untuk pejabat kasta tinggi yang datang ke rapat. Yang lain, ya harus puas dengan kursi yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tamu undangan pakai yang ada busanya, sementara untuk orang biasa ya pakai kursi biasa. Dua kasta kursi dalam rapat tersebut sudah eksis banget. Ya mau gimana lagi, memang kayak gini keadaan dan kenyataannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil rapatnya gimana? Ya begitulah.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kasta konsumsi yang berbeda-beda<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kasta kursi yang berbeda, ada pula kasta makanan atau konsumsi yang turut dibedakan. Coba wis kalian ikut rapat pejabat, bisa dilihat kek mana konsumsinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih, konsumsi adalah hal sepele. Namun, kalau diperhatikan betul nyatanya kasta makanan dalam rapat atau acara di Indonesia itu berbeda banget. Contohnya begini untuk jajaran penting, biasanya ada makanan yang istimewa atau bungkus makanannya yang berbeda. Sementara untuk orang biasa bungkusnya biasa aja dan isi makanannya udah ketebak.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kenang-kenangan dan souvenir yang berbeda<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah acara selesai biasanya ada kenang-kenangan. Di bagian ini, masih ada juga hal sepele yang dilebih-lebihkan, yaitu perbedaan souvenir yang diberikan. Untuk orang penting biasanya lebih besar atau lebih bernilai, sementara untuk orang biasa souvenirnya kecil dan ala kadarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rapat ada souvenir aja sebenernya udah aneh, ini malah pake kasta segala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah hal-hal yang nggak esensial, tapi malah justru jadi hal (yang seakan-akan) penting di Indonesia. Padahal hal sesepele itu, dan kayanya nggak ngaruh juga untuk kelangsungan sebuah rapat. Entah sampai kapan budaya <a href=\"https:\/\/www-kbbi-web-id.translate.goog\/glorifikasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">glorifikasi<\/a> seperti ini akan berlangsung. Kayanya sih bakalan terus ada, mengingat memang jadi budaya yang mengakar banget. Alih-alih membuat kegiatan yang berkualitas, tapi malah mementingkan hidangan dan treatment untuk orang-orang penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parahnya lagi hal-hal yang dibahas tidak berjalan sesuai rencana. Kan jadinya seolah nggak seimbang dengan fasilitas yang sudah dikeluarkan untuk acara itu. Rapat dua jam, bahas masalahnya 15 menit. Hadeh.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Wulan Maulina<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/singapura-kaya-tapi-rapat-pejabatnya-terlalu-pelit-dan-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Singapura Negara Kaya, tapi Rapat Pejabatnya Terlalu Pelit dan Sederhana<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsumsi nomor satu, substansi, nanti dulu.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":287556,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4482,22667,656,25118,25119],"class_list":["post-287535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gedung","tag-konsumsi","tag-pejabat","tag-rapat-pejabat","tag-substansi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/287535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=287535"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/287535\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/287556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=287535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=287535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=287535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}