{"id":286777,"date":"2024-07-06T14:54:50","date_gmt":"2024-07-06T07:54:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286777"},"modified":"2024-07-06T14:54:50","modified_gmt":"2024-07-06T07:54:50","slug":"bahasa-jawa-yang-kaya-minum-bisa-diterjemahkan-jadi-8-kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-jawa-yang-kaya-minum-bisa-diterjemahkan-jadi-8-kata\/","title":{"rendered":"Bahasa Jawa yang Kaya, &#8220;Minum&#8221; Bisa Diterjemahkan Jadi 8 Kata Berbeda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Jawa begitu kaya. Satu kata dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan menjadi banyak kata dalam bahasa Jawa, tergantung konteksnya. Kekayaan ini kerap kali membuat para perantau yang sedang belajar bahasa Jawa bingung dan salah kaprah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kosakata yang bisa mencerminkan kekayaan bahasa Jawa adalah kata kerja atau verba minum. Dalam bahasa Indonesia, kalau ditelusuri lewat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-kosakata-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KBBI<\/a> daring, minum adalah memasukkan air (atau benda cair) ke dalam mulut dan meneguknya. Dalam bahasa Jawa Magelangan (kata Magelangan di sini untuk menyebut bahasa Jawa yang digunakan oleh warga daerah Magelang, Jawa Tengah), kata kerja \u201cminum\u201d punya variasi lebih dari satu karena beda teknik minumnya, penyebutannya akan turut beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman kuliah saya yang notabene warga Jakarta dan sudah tinggal kurang lebih tiga tahun di Magelang masih saja bingung memaknai kosakata \u201cminum\u201d yang tepat. Variasinya memang lumayan banyak. Nah, di bawah ini 8 kata kerja \u201cminum\u201d yang sering dipakai oleh warga Magelangan beserta maknanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ngombe<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ngombe merupakan bentuk kata kerja minum yang prosesnya dianggap biasa. Minum adalah memasukkan air ke dalam mulut dan meneguknya yang mana setara dengan minum dalam bahasa Indonesia. Kosakata ini digunakan ketika minum dengan cara yang lumrah dari tempat minum seperti gelas. Misalnya, \u201cAku ngombe wedang putih saklebare mlayu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalau dalam bahasa Indonesia artinya,\u00a0 \u201cAku minum air putih selepas lari.\u2019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ngombe menunjukkan konsep aktivitas seseorang yang minum atau meneguk air dengan cara biasa. Istilah ngombe biasanya karena orang memang butuh air minum dalam kondisi tidak tergesa-gesa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Mimik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kosakata mimik merupakan kata kerja minum yang biasanya digunakan untuk membahasakan anak kecil. Kata ini sama dengan kegiatan minum biasa hanya saja menurut masyarakat Magelang dikhususkan untuk anak-anak. Contohnya seperti, \u201cAdek pengen mimik putih\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">atau \u201cAdik ingin minum air putih.\u201d Kata mimik menunjukkan konsep aktivitas minum yang ditujukan untuk seorang anak, bukan lagi<a href=\"https:\/\/mojok.co\/uneg-uneg\/keluh-kesah-remaja-yang-beranjak-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> usia remaja<\/a> atau dewasa. Istilah ini juga terdengar halus untuk masyarakat Magelang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Nyruput<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kosakata nyeruput mempunyai makna aktivitas minum dengan tahapan sedikit demi sedikit. Cara minum ini biasanya dilakukan seseorang ketika meminum benda cair bersuhu panas. Contohnya, \u201cBapakku nyuruput kopine sambi maca delok montor liwat\u201d. Kalimat itu dalam bahasa Indonesia artinya,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Bapakku menyeruput kopinya sambil melihat mobil lewat&#8221;.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/tinggalkan-jogja-demi-hidup-di-pelosok-hutan-magelang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warga Magelang<\/a> menggunakan kata nyeruput untuk menggambarkan aktivitas minum dengan cara perlahan. Hal ini karena objeknya berupa benda cair panas seperti kopi, teh, atau coklat panas yang berada dalam cangkir atau tatakan gelas. Secara dasar, konsep nyeruput sama dengan minum hanya saja dilakukan sedikit demi sedikit sembari ditiup sesekali. Biasanya dilakukan dalam keadaan santai.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Nyucup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nyucup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bentuk verba minum yang pelaksanaannya secara langsung dari mulut botol. Contoh kalimatnya, \u201cNgombene aja dicucup\u201d, artinya Minumnya jangan langsung ditempelkan di mulut.\u00a0 Kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyucup <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini mewakili kegiatan minum dengan cara menempelkan bibir ke bagian atas (mulut) botol.\u00a0 Penyebutan istilah ini berlaku pada wadah air seperti botol dan teko. Apabila kegiatan minum menggunakan gelas dengan cara seperti lumrahnya, kegiatan tersebut biasanya tidak dapat disebut nyucup oleh masyarakat Magelang<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>#5 Ngokop<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ngokop merupakan konsep aktivitas yang digunakan untuk membahasakan minum atau cara mereguk air dalam jumlah banyak. Misalnya, \u201cKae anakmu ngokop duduh sop<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya, \u201cItu anakmu minum kuah sup\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ngokop menunjukkan kegiatan minum dengan menempelkan bibir yang terbuka lebar ke wadah. Wadah yang digunakan pada kegiatan ini berupa mangkuk atau piring sedangkan air yang diminum biasanya dari makanan berkuah. Jadi yang dimaksud <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngokop<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah minum kuah langsung dari wadahnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ngokop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukan kegiatan yang dilatarbelakangi seseorang merasakan kenikmatan dan kelezatan sehingga minum dengan jumlah banyak tidak beraturan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Nyecep<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata nyecep<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan bentuk kegiatan minum dengan cara menyesap sedikit demi sedikit. Contohnya, \u201cBadrul luwih seneng nyecep madu langsung seko plastike ketimbang nganggo cendok\u201d. Artinya dalam bahasa Indonesia, \u201cBadrul lebih suka minum madu langsung dari plastiknya daripada memakai sendok\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata nyecep merupakan bentuk kosakata dengan kata dasar \u2018sesap\u2019.\u00a0 Nyecep berarti kegiatan menghisap sesuatu yang kental contohnya seperti nyecep<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">madu dalam kemasan sachet. Masyarakat Magelang menggunakan kosakata nyecep untuk menggambarkan kegiatan meminum dengan cara sedikit demi sedikit dari kemasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 Nyedot<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata nyedot merupakan konsep aktivitas minum apa saja dengan menggunakan sarana sedotan. Contohnya,\u00a0 \u201cRirin nyedot cendol nganggo sedotan\u201d artinya \u201cRirin minum cendol memakai sedotan\u201d. Nyedot<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menjadi salah satu bentuk kata \u201cminum\u201d yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Contoh kegiatan nyedot lainnya, ketika meminum jus menggunakan sedotan. Intinya, kata tersebut digunakan ketika seseorang minum menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedotan-ramah-lingkungan-yang-diperdebatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sedotan<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>#8 Nyusu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata nyusu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan konsep aktivitas minum yang biasanya dilakukan anak-anak menggunakan sarana botol dot atau langsung dari sumbernya. Contoh penggunaannya, \u201cAdikku nyusu nggowo dot senengane\u201d artinya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAdikku minum susu menggunakan botol dot kesayangannya.\u201d Kata nyusu biasanya digunakan masyarakat Magelang untuk menunjukkan aktivitas minum susu oleh anak kecil. Pada umumnya, menggunakan sarana wadah berupa botol dot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahai warga perantau di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Magelang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Magelang<\/a>, itulah delapan kosakata minum dalam bahasa Jawa Magelangan yang bisa kalian jadikan acuan supaya tidak salah kaprah lagi dalam menggunakan juga memahaminya, yaaa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anita Sari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kosakata-bahasa-sunda-kasar-tapi-nggak-disadari-banyak-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata &#8220;minum&#8221; dalam bahasa Jawa ada banyak tergantung konteks, ada ngombe, mimik, nyruput, nyucup, ngokop, nyecep, nyedot, nyusu. <\/p>\n","protected":false},"author":2664,"featured_media":286865,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1164,763,623,8599,25026],"class_list":["post-286777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-jawa","tag-jawa","tag-magelang","tag-minum"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}