{"id":286755,"date":"2024-07-06T11:16:53","date_gmt":"2024-07-06T04:16:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286755"},"modified":"2024-07-06T20:05:19","modified_gmt":"2024-07-06T13:05:19","slug":"alun-alun-kaliwungu-kendal-sarang-pengamen-dan-parkir-liar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kaliwungu-kendal-sarang-pengamen-dan-parkir-liar\/","title":{"rendered":"Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak (Lagi) karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah peremajaan dan revitalisasi besar-besaran, kawasan Alun-Alun Kaliwungu Kendal saat ini terlihat lebih rapi dan enak dipandang. Lokasinya jadi nyaman dengan tempat duduk yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Padahal sebelumnya, tempat ini begitu semrawut, dipenuhi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menormalisasi-jajanan-kaki-lima-yang-nggak-higienis-adalah-hal-goblok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pedagang kaki lima<\/a> yang nggak beraturan. Belum lagi kalau hujan, becek tidak terhindarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ketika berkesempatan mengunjunginya beberapa waktu lalu, saya nggak sreg dengan beberapa hal. Salah satunya,\u00a0 k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ehadiran pengamen yang datang silih berganti. Sebenarnya, kehadiran mereka tidak begitu jadi persoalan kalau dilakukan dengan sopan. Masalahnya, adakalanya perilaku mereka kurang sopan dan justru mengganggu suasana khidmat sore hari. Terlebih ketika mereka datang silih berganti. Saya yakin pengunjung lain juga merasakan ketidaknyamanan yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika satu pengamen sudah datang dan diberi uang, beberapa saat kemudian datang pengamen yang lain lagi. Bisa lho dalam sekali duduk saya didatangi pengamen hingga 10 kali. Ya mohon maaf, kalau satu orang saya beri Rp1.000, sementara yang datang hingga 10 orang, maka saya harus merogoh kocek sampai Rp10.000. Saya yang awalnya mau menikmati Alun-Alun Kaliwungu, ruang terbuka gratis, jadi seperti mengunjungi tempat wisata berbayar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengamen mengganggu momentum syahdu alun-alun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, perkara memberi uang atau tidak ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengamen-bikin-lebih-boros-ketika-makan-di-pinggir-jalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengamen<\/a> itu hak prerogatif saya sebagai pengunjung. Tapi, saat tidak diberi, nyanyian mereka makin jelek dan mengganggu. Seperti disengaja dan terkesan mengusir saya untuk beranjak dari Alun-Alun Kaliwungu. \u201cLungo koe, dasar pelit\u201d, gitu kira-kira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kedatangan mereka dengan nyanyian, yang mohon maaf alakadarnya, itu sangat-sangat merusak ritme obrolan para pengunjung. Bayangkan, saya sedang deep talk nih sama teman atau pacar, tiba-tiba ada suara \u201cHmm tiada yang hebat, dan mempesona, ketika kau lewat di hadapanku, biasa saja\u201d dengan nada yang \u201csak isone\u201d dan suara ukulele yang asal jembreng. Suasana syahdu dan romantis (bagi yang sama kekasih) berubah jadi suasana komedi yang garing. Nggak enak blass.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi yang paling tidak enak adalah ketika pengunjung sedang pesan makan atau jajanan, dan harus menunggu lama. Nah, makanannya belum datang, kondisi perut lapar dan kepala pusing, si pengamen yang merasa tanpa salah ini datang asal jebreng dan krincing-krincingan di hadapan pengunjung. Bayangkan saja posisi kalian seperti itu, tentu makin nggak mood jadinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Parkir liar Alun-Alun Kaliwungu Kendal nggak kalah menyebalkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara lain yang nggak kalah menyebalkan adalah keberadaan parkir liar yang ada di sekitar Alun-Alun Kaliwungu. Sebenarnya, fasilitas parkir sudah disediakan di bagian dalam alun-alun. Tapi para parkir liar ini tetap membuka lahan parkir di area luar Alun-alun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan parkir liar bikin Alun-Alun Kaliwungu yang sudah tertata ini jadi semrawut lagi. Apalagi, para tukang parkir liar kadang memaksa para pengunjung menggunakan lahan parkir itu. Jumlah mereka banyak dan terkesan agak intimidatif dengan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tarif yang mereka kenakan juga lebih mhal adaripada Perda yang berlaku di kendal Rp1.000. Mereka mengenakan tarif Rp2.000 per motor. Bahkan, untuk fasilitas publik, malah seharusnya sih gratis ya. Tapi ya mau bagaimana lagi, seperti dalam tulisan saya sebelumnya bahwa<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kendal-jawa-tengah-surga-bagi-tukang-parkir-liar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Kendal memang surga bagi tukang parkir liar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kaliwungu-kendal-sarang-pengamen-dan-parkir-liar\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Pedagang kaki lima &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Pedagang kaki lima perlu solusi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, layaknya semut yang mengerubungi gula, para pedagang kaki lima juga mulai ngetem lagi di area kisaran alun-alun. Hal itu membuat alun-alun berpotensi semrawut dan mengundang kemacetan kembali. Mereka sebenarnya tidak bisa disalahkan juga sih, toh mereka hanya mencari rezeki. Di sini Pemda seharusnya hadir mencarikan jalan tengah, setidaknya mereka punya solusi seperti menyiapkan lokasi khusus yang memadai untuk para pedagang tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya solusi tersebut belum jadi prioritas. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Dico_Ganinduto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bupatinya<\/a> masih sibuk berkampanye untuk masuk bursa kepala daerah Jawa Tengah soalnya. Jadi perlu kita maklumi ya lur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi, rapi dan indahnya Alun-Alun Kaliwungu Kendal berpotensi rusak kalau \u201cracun\u201d berwujud pengamen dan parkir liar tidak ditindak tegas. Kehadiran mereka meracuni rasa khidmat dan tenang yang dibutuhkan para pengunjung. Dear para pengamen dan parkir liar, nyari rejeki itu boleh, tapi kalau sampai mengganggu kenyamanan masyarakat umum, yah zalim namanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dua-alun-alun-kota-malang-ikonik-tapi-melengceng-dari-pakem\/\"><b>Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alun-Alun Kaliwungu Kendal Semakin nyaman setelah revitalisasi. Sayangnya, kenyamanan terancam rusak oleh pengamen dan parkir liar.<\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":286806,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[15990,25018,25017,14707],"class_list":["post-286755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-alun-alun","tag-alun-alun-kaliwungu","tag-alun-alun-kaliwungu-kendal","tag-kendal"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}