{"id":286617,"date":"2024-07-07T09:00:17","date_gmt":"2024-07-07T02:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286617"},"modified":"2024-07-07T15:37:40","modified_gmt":"2024-07-07T08:37:40","slug":"jalan-gegerkalong-bandung-jalan-vital-yang-kian-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-gegerkalong-bandung-jalan-vital-yang-kian-menyebalkan\/","title":{"rendered":"Jalan Gegerkalong Kota Bandung Semakin Menyebalkan karena Pemkot dan Pengguna Jalan yang Nggak Peka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gegerkalong Bandung adalah salah satu jalan vital yang menghubungkan tempat-tempat penting di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Beberapa tempat yang bisa diakses melalui jalan ini ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Museum Barli, Masjid Daarut Tauhid, dan KPAD Gegerkalong. Tidak ketinggalan kampus-kampus ternama seperti Telkom University dan kampus utama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-perlu-dipertimbangkan-sebelum-kuliah-di-upi-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit gambaran, Jalan Gegerkalong atau yang lebih sering disingkat Jalan Gerlong bukanlah satu luas jalan saja. Jalan ini terbagi lagi menjadi beberapa jalan seperti Jalan Gegerkalong Girang, Jalan Gegerkalong Hilir, dan Jalan Gegerkalong Wetan. Ada juga jalan turunannya seperti Jalan Gerlong Tonggoh, penghubung Jalan Gegerkalong Wetan dengan komplek perumahan. Ada lagi, Jalan Gerlong Tengah penghubung Jalan Gegerkalong Hilir dengan Jalan Gegerkalong Girang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gegerkalong dan cabang-cabangnya memang agak memusingkan. Namun, satu yang jelas, Jalan Gegerkalong (cabang atau turunan manapun) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah jalan vital yang cukup padat.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, semakin hari Jalan Gegerkalong Bandung kian menyebalkan. Selain tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat, pengguna jalan yang melintas juga sembrono.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan Gegerkalong vital, tapi nggak terlalu lebar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gegerkalong merupakan jalanan aktif yang sering dilewati pengendara umum maupun warga Kecamatan Sukasari. Sayangnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">luas Jalan Gegerkalong nggak begitu lebar, bahkan di beberapa cabang hanya muat untuk dua mobil saja. Persoalannya, jalanan ini nggak cuma digunakan pejalan kaki, motor, dan mobil. Truk-truk juga beberapa kali melewati jalan ini. Kalau hal itu terjadi sudah dapat dipastikan kemacetan akan mengular.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Kondisinya diperburuk oleh kehadiran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/tangis-pedagang-teras-malioboro-2-di-samping-dagangan-yang-tak-laku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pedagang kaki lima<\/a> di beberapa titik jalan. Keberadaan mereka di pinggir-pinggir jalan membuat Jalan Gerlong nggak bisa digunakan secara optimal. Kondisinya jadi benar-benar semrawut di jam-jam padat.\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pemerintah setempat benar-benar memperhatikan jalan ini, seharusnya mereka mengambil langkah konkret sih. Entah memperluas jalan atau melakukan penertiban agar jalan bisa digunakan secara maksimal. Kenyataannya, Jalan Gerlong ya masih gitu-gitu aja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-gegerkalong-bandung-jalan-vital-yang-kian-menyebalkan\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Mahasiswa yang abai &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa yang abai terhadap kebersihan jalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Jalan Gegerkalong menghubungkan daerah-daerah penting. Salah satunya adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=Telkom+University+mojok&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;oq=Telkom+University+mojok&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIHCAEQIRigAdIBBzkyOGowajSoAgCwAgA&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Telkom University<\/a> dan kampus utama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Layaknya kawasan perguruan tinggi favorit yang lain, di sekitar kampus pasti ada banyak berbagai fasilitas penunjang mahasiswa mulai dari kosan, tempat makan, laundry, hingga tempat fotokopi. Hal ini menjadikan kawasan sekitar perguruan tinggi jadi kawasan yang padat mahasiswa. Itu mengapa, Jalan Gerlong jadi ruas jalan yang begitu akrab dengan wara-wiri mahasiswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya tidak masalah kalau Jalan Gegerkalong jadi daerah yang padat mahasiswa. Persoalannya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">para mahasiswa ini abai terhadap kebersihan jalan dan sampah. Tidak sedikit mahasiswa yang masih buang sampah sembarangan di sekitar jalan. Ya, kalau tidak bisa jadi pemuda yang peka untuk membersihkan sampah di jalanan, minimal jangan buang sampah sembarangan lah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jamaah atau santri yang kadang tidak peka<\/b><\/h2>\n<p>Di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, tepatnya di <span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gegerkalong Girang terdapat masjid ikonik Daarut Tauhid. Masjid ini bergitu ternama karena sosok Aa Gym yang begitu melekat. Itu mengapa masjid ini kerap ramai santri dan jamaah. Selain sosok <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Abdullah_Gymnastiar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aa Gym<\/a>, masjid ini memang nyaman sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Saya nggak mempermasalahkan masjid yang ramai. Hanya saja, para <span style=\"font-weight: 400;\">jamaah atau santri kadang nggak peka dengan berjalan di pinggir jalan secara bebarengan. Kelakuan itu bikin Jalan Gerlong semakin sempit dan menimbulkan macet. Kalau boleh menyarankan, sebaiknya santri dan jamaah sebaiknya berjalan satu-satu dan benar-benar di pinggir jalan. Selain lebih aman bagi mereka, pengendara jadi lebih leluasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Di atas beberapa alasan yang menjadikan <span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gegerkalong Bandung kurang menyenangkan. Selain jalannya yang memang sempit, pengguna Jalan Gerlong saya lihat-lihat kurang peka. Begitu pula dengan pemkotnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Handri Setiadi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/flyover-kiaracondong-flyover-paling-jahanam-se-kota-bandung\/\"><b>Flyover Kiaracondong, Jembatan Layang Paling Jahanam di Kota Bandung. Hati-hati kalau Lewat Sini!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Gegerkalong Bandung jalan vital yang semakin menyebalkan karena pedagang kaki lima, santri, mahasiswa, dan pemkot nggak peka. <\/p>\n","protected":false},"author":1354,"featured_media":286908,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,25033,25032,10905,13098],"class_list":["post-286617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-jalan-gegerkalong","tag-jalan-gegerkalong-kota-bandung","tag-kota-bandung","tag-pilihan-redaksi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1354"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}