{"id":286521,"date":"2024-07-04T13:07:46","date_gmt":"2024-07-04T06:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286521"},"modified":"2024-07-04T13:09:57","modified_gmt":"2024-07-04T06:09:57","slug":"kuliner-gor-klebengan-sleman-bau-sampah-dan-bikin-macet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-gor-klebengan-sleman-bau-sampah-dan-bikin-macet\/","title":{"rendered":"Bau dan Macet, Sisi Lain Kuliner GOR Klebengan Sleman yang Terkenal Murah dan Enak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klebengan sangat pas dijadikan tujuan kuliner kalau kalian sedang ngidam makanan enak dan murah. Kampung yang berada di Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman itu memang terkenal dengan berbagai kuliner yang menggoyang lidah. Salah satu yang jadi andalan adalah kuliner GOR Klebengan Sleman. Gerobak street food berjejer hingga Jalan Gambir yang terletak tepat di seberang GOR.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, pengunjung setia kawasan ini adalah mahasiswa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tipe-calon-mahasiswa-yang-nggak-cocok-kuliah-di-universitas-gadjah-mada-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Gadjah Mada (UGM)<\/a> dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kebetulan, GOR Klebengan terletak di perbatasan dua kampus tersebut. Itu mengapa,\u00a0 kebanyakan orang yang nongkrong di sini berwajah kuyu karena habis ngelembur ngerjain laprak atau skripsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pusatnya kuliner enak yang terjangkau, banyak orang lantas merekomendasikan GOR Klebengan sebagai tempat nongkrong dan hunting jajanan. Saya akui bahwa di sini memang banyak makanan dan minuman enak yang wajib dicoba minimal sekali seumur hidup. Namun, kuliner di Klebengan juga menyimpan sisi lain yang perlu segera dibenahi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sampah berceceran bikin nafsu makan hilang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang kulineran di GOR Klebengan, tepatnya yang jajan di Jalan Gambir, biasanya akan menghabiskan makanan sambil duduk-duduk di sekitar sempadan antara jalan dan Selokan Mataram. Masalahnya, sebagian besar dari mereka abai terhadap kebersihan. Setelah menghabiskan makanan, ada oknum-oknum pemalas yang buang sampah sembarangan. Sampah tersebut banyak yang ditinggalkan begitu saja di atas rumput atau di balik pohon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih parah lagi, banyak yang membuangnya ke dalam selokan. Padahal Selokan Mataram di daerah Klebengan ini sering banget mengering kalau musim kemarau. Sampah orang-orang nggak bertanggung jawab ini akan menumpuk dan meninggalkan bau, serta mengganggu pemandang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keberadaan TPS dekat GOR Klebengan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santap-santap makanan, apalagi yang harganya murah, memang nikmat. Tapi kalau sadar bahwa di dekat tempat makan ada <a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/fungsi-tps-tps-3r-tpst-dan-tpa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tempat Pembuangan Sementara (TPS)<\/a>, apakah kalian masih punya nafsu makan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat di sebelah timur GOR Klebengan, di belakang barisan street food, sebenarnya ada TPS yang ukurannya lumayan besar. TPS ini mungkin nggak kelihatan kalau kalian berkeliling cari jajanan saat malam hari. Kata beberapa alumni dan mahasiswa, keberadaan TPS itu akan begitu mudah diketahui ketika sampah membludak atau sehabis hujan reda. Sebab, baunya begitu menyengat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain TPS, sumber bau yang lain juga bisa ditemukan di sisi barat GOR Klebengan. Biasanya mobil pengangkut sampah yang baru saja keliling mengambil sampah di kampung sering berhenti di situ. Padhaal, di sebelah barat GOR Klebengan ini juga banyak tempat makan lho. Bahkan, saat bulan puasa, banyak penjual takjil di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya nggak punya pengalaman pribadi yang buruk soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-dekat-tempat-pembuangan-sampah-itu-menderita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bau sampah<\/a> yang menguar dari TPS di sebelah timur GOR Klebengan. Saya justru terganggu oleh bau yang dihasilkan oleh sampah-sampah yang diangkut oleh mobil yang berhenti di sebelah barat GOR. Beberapa kali nafsu makan saya menghilang saat jajan di tempat makan di dekatnya, terutama saat makan nasi padang dan jajan takjil. Oleh karena itu, saya biasanya mengurungkan niat untuk jajan di tempat makan di sebelah barat GOR kalau tampak ada mobil sampah di sana.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan antar kampus yang padat merayap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya bahwa sore dan malam adalah waktu yang paling afdal untuk jajan di GOR Klebengan. Selain karena kuliner di sana memang sebagian besar mulai berjualan saat sore dan malam hari, hawanya juga nggak gerah sehingga nyaman saat icip-icip makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyaman saat jajan bukan berarti nyaman saat perjalanan menuju ke sini. Jalan Agro (samping Jalan Gambir yang terpisahkan oleh Selokan Mataram) di depan Klebengan selalu menjadi pusat kemacetan, terutama saat sore dan malam hari. Pada waktu ini, para mahasiswa baru saja selesai kuliah dan sama-sama pengin cari makan untuk mengganjal perut. Seperti yang saya bilang sebelumnya, GOR Klebengan adalah tempat makan favoritnya anak UGM dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliah-di-uny-nggak-ngasih-bekal-apa-apa-di-dunia-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNY<\/a>. Jadi, bayangkan saja mahasiswa-mahasiswa dari dua kampus ini menyerbu GOR di saat yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persimpangan jalan antara dua ruas Jalan Agro dengan jalan masuk ke Kampung Klebengan juga sering tersendat. Kendaraan dari sisi timur dan barat sering &#8220;bertumbukan\u201d di titik ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, kehadiran lampu merah di depan Fakultas Peternakan UGM dan Fakultas Teknik UNY juga berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di sini. Durasi lampu merah yang cukup lama sering membuat kendaraan mengular panjang sampai ke persimpangan depan GOR Klebengan. Kondisi-kondisi tadi bikin banyak orang berusaha menghindari kawasan Jalan Agro tiap sore dan malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner GOR Klebengan Sleman memang terkenal enak dengan harga yang ramah di kantong. Namun, persoalan bau sampah dan macet bikin banyak orang malas ke sana. Saya rasa, hal ini perlu jadi bahan evaluasi oleh pengelola setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klebengan-sleman-surganya-kos-kosan-mewah-harga-murah\/\"><b>Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliner GOR Klebengan Sleman yang tekenal enak dan murah, ternyata bau sampah dan bikin macet. Perlu segera dibenahi. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":286536,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24958,24892,24957,24956,7235],"class_list":["post-286521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gor-klebengan","tag-klebengan","tag-kuliner-gor-klebengan","tag-kuliner-gor-klebengan-sleman","tag-sleman"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286521"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286521\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}