{"id":286309,"date":"2024-07-04T15:34:17","date_gmt":"2024-07-04T08:34:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286309"},"modified":"2024-07-04T15:34:17","modified_gmt":"2024-07-04T08:34:17","slug":"tempat-tempat-di-surabaya-yang-namanya-sering-dipelesetkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-tempat-di-surabaya-yang-namanya-sering-dipelesetkan\/","title":{"rendered":"Pelesetan Nama Tempat di Surabaya yang Sering Bikin Bingung Perantau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya bak primadona bagi para parantau. Salah satu kota besar di Indonesia ini menawarkan banyak hal, salah satunya kesempatan hidup yahg lebih baik. Itu mengapa tidak sedikit orang menjajal peruntungan di Kota Pahlawan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para perantau, menyesuaikan diri di tempat baru pasti memerlukan waktu. Menghafal nama-nama jalan, kawasan, hingga transportasi umum di tanah rantau jelas memakan waktu. Belum lagi penyesuaian terhadap budaya, bahasa, dan makanan di tanah rantau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tulisan ini hendak membantu kalian para <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/perantau-surabaya-hidup-miris-karena-tak-kuat-sewa-kos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perantau baru Surabaya<\/a> agar lebih mudah melakukan penyesuaian. Saya akan menjelaskan beberapa pelesetan nama tempat yang kerap digunakan orang lokal. Pelajari supaya makin mudah menyesuaikan diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 <\/b><b>Rumah sakit Erkaset atau RKZ<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Erkaset adalah peleseta nama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> rumah sakit swasta katolik di daerah Darmo. Apa-apaan kok namanya Erkaset? Sebetulnya, Erkaset ini berasal dari kata RKZ. Alih-alih harus menggetarkan lidah ketika mengucapkan Z, orang Jawa lebih lebih suka meringankan pengucapan dengan bilang \u201cset\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, RKZ ini sebenarnya singkatan dari Roomsch Katholiek Ziekenhuis yang berarti Rumah Sakit Katolik Roma. Kalau nama asli rumah sakitnya sendiri adalah Rumah Sakit St. Vincentius A. Paulo. Dirasa namanya terlalu rumit dan panjang, orang-orang kemudian lebih senang menyebutnya dengan RKZ yang lambat laun berubah menajdi Erkaset.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oiya buat para pendatang, kalau mau bilang Erkaset nggak perlu menambahkan kata rumah sakit ya. Bilang saja Erkaset, kita warga Surabaya sudah paham kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Gedung Dolog<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama tempat yang dipelesetkan lainnya adalah gedung Dolog. Jadi gedung ini sebenarnya merujuk pada perusahaan milik negara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesan-saya-nyobain-beras-bulog-untuk-pertama-kali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> BULOG<\/a> di daerah Ahmad Yani. Namun, orang-orang Surabaya zaman dahulu lebih sering menyebutnya dengan \u201cDolog\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juju saja, sampai detik ini saja juga masih belum tahu alasan pasti di baliknya. Sejauh pemahaman saya, Dolog merupakan julukan untuk gedung pertemuan yang terletak di komplek BULOG yaitu Graha Sativa. Gedung ini sering dipakai untuk acara pernikahan. Jadi, kalau kalian ada acara pernikahan di Graha Sativa, bilang aja di gedung Dolog. Soalnya, banyak orang Surabaya malah asing dengan gedung Graha Sativa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Delta Plaza sebutan lain dari Mal Plaza Surabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit warga Surabaya yang menyebut Mal Plaza Surabaya dengan<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Plaza_Surabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Delta Plaza<\/a>. Penyebutan ini nggak lepas dari penamaan awal. Saat pertama kali dibangun pada 1988, mal yang terletak di Jalan Pemuda ini bernama Surabaya Delta Plaza. Namanya kemudian berubah menjadi Plaza Surabaya pada 1991.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, penamaan Delta Plaza ini masih sering digunakan hingga saat ini, terutama oleh orang-orang yang sudah berusia \u201csenior\u201d. Jadi kalau kalian mendapat ajakan ke Delta, itu berarti ajakan ke Plaza Surabaya ya. Jangan salah mengartikannya Deltasari di Sidoarjo, kejauhan!<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bungur lebih terkenal daripada Terminal Purabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gedung, tempat lain yang namanya jadi korban plesetan adalah Terminal Purabaya. Alih-alih dipanggil Purabaya, tempat ini lebih dikenal dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/tukang-gendam-terminal-bungurasih-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Bungurasih.<\/a> Warga Surabaya juga suka menyingkat nama tersebut biar efektif, sehingga nama Bungur jauh lebih lumrah di telinga dan lidah warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin teman-teman pembaca penasaran, kok malah disebut Bungurasih sih? Iya, jadi Terminal Purabaya ini sebenarnya terletak di Kecamatan Bungurasih, Waru, Sidoarjo. Kalau ditanya kenapa orang-orang lebih suka bilang Bungurasih ketimbang Purabaya, saya juga kurang tahu ya. Bahkan, saya dulu nggak tahu lho kalau Terminal Bungurasih itu nama aslinya Purabaya. Jadi, teman-teman rantau nggak usah didebat ya kalau ada yang bilang Bungurasih itu terminal. Intinya sama aja kok dengan Terminal Purabaya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Masjid Agung di Surabaya Selatan sebutan unt<\/b><strong>uk Masjid Al-Akbar<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid Agung merupakan sebutan untuk masjid nasional di Surabaya Selatan yaitu Masjid Al-Akbar. Alih-alih disebut nama aslinya, masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung saja. Padahal, kalau saya cek nama resminya, sama sekali nggak ada kata \u201cagung\u201d di dalamnnya. Masjid beratap biru bernama resmi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dugaan saya, orang-orang cenderung menggunakan kata Masjid Agung karena ukurannya yang besar. Di daerah lain Jawa Timur pun juga cenderung menggunakan kata masjid agung untuk merujuk masjid yang besar. Jadi, buat teman-teman pendatang kalau mau ke Masjid Al-Akbar bilang saja Masjid Agung ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas 5 pelesetan nama-nama tempat di Surabaya. Kepada warga asli atau perantau senior di Surabaya lain, kalau ada nama-nama pelesetan lain silakan ditambahkan. Saya harap artikel ini bisa mengurangi kebingungan teman-teman yang masih baru merantau di Kota Pahlawan yang keras ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suhu-surabaya-yang-panas-bikin-kapok-warga-daerahnya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangankan Para Pendatang, Suhu Surabaya yang Panas Juga Bikin Kapok Warga Daerahnya Sendiri<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa nama tempat di Surabaya yang kerap dipelesetkan justru lebih terkenal daripada nama aslinya. Ini sering membuat perantau bingung. <\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":286578,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23609,24964,23636,24962,24963,22111],"class_list":["post-286309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bungurasih","tag-delta-plaza","tag-kota-pahlawan","tag-masjid-agung","tag-rumah-sakit-erkazet","tag-surabyaa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286309"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286309\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}