{"id":286143,"date":"2024-07-01T14:25:11","date_gmt":"2024-07-01T07:25:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286143"},"modified":"2024-07-02T14:15:37","modified_gmt":"2024-07-02T07:15:37","slug":"harga-ikan-di-lamongan-hancur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-ikan-di-lamongan-hancur\/","title":{"rendered":"Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, teman saya tiba-tiba saja mengirim pesan ke WhatsApp. Ia sambat dan mengatakan kalau harga ikan di Lamongan masih saja belum normal. Saya diam sejenak. Kemudian bertanya, \u201cBukankah sudah lama harga ikan murah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya, apa belum tuntas juga? Sebab, saya pernah menulis tentang harga ikan yang anjlok ini pada November 2023 di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-ikan-di-lamongan-terjun-bebas\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Rasanya sudah hampir setahun, yakali belum ada perkembangannya juga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya mengatakan kalau harga ikan memang sejak lama sudah anjlok. Namun, setelah tahun baru kemarin, harganya kian ugal-ugalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPadahal setelah ini waktunya bayar ujian dan rekreasi sekolah\u201d. Teman saya melanjutkan sambatannya. Dan saya cuma bisa turut prihatin. Sambil menanyakan tentang respons pemerintah daerah Lamongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia kemudian cerita kalau kemarin dilakukan rapat rukun nelayan membahas keanehan harga ikan, yakni ketika pagi hari, ikan rambangan ini dihargai 7 ribu, sedangkan makin siang, makin turun jadi 5.500 rupiah. Para nelayan menduga ada permainan pasar yang menyebabkan harganya tidak masuk akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, teman saya ini melaut 25 hari. Iya, 25 hari full di laut. Tapi karena harga ikan di Lamongan yang kian ndlosor, ia hanya dapat sekitar 1 juta, sampai 1,5 juta saja. Di kondisi normal, pendapatannya bisa dua kali lipat, bahkan lebih.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nelayan menangisi harga ikan, Bupati malah tebar senyuman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah disambati dengan ugal-ugalan, saya mencoba mencari info seputar kinerja pemerintah terhadap harga ikan di Lamongan ini. Dan ketika saya stalking, saya agak kaget, sebab postingan terakhir bupati saya ini adalah konten blio datang <a href=\"https:\/\/radarbangsa.co.id\/meriahnya-komunitas-kpopers-lamongan-dalam-dance-competition-bupati-cup-di-perayaan-hut-lamongan-ke-455\/#google_vignette\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di acara K-Popers<\/a> Lamongan. Tak sampai sana. Postingan kedua terbaru adalah tentang kegiatannya motoran bersama anak vespa Lamongan. Iya, dua konten yang bikin mbatin, \u201cSampean iki kenopo toh, Pak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disclaimer, saya tidak ada masalah dengan kegiatan motoran anak vespa, atau kehebohan anak K-Popers Lamongan. Sama sekali tidak. Hanya saja, akan sangat lucu jika yang menghadiri adalah bupati yang di suatu sudut kebupatennya ada para nelayan yang menunggu sebuah solusi dan kebijakan blio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh timpang sekali. Di sisi utara, ada nelayan yang menjerit karena harga ikan. Di pusat pemerintahan, ada perayaan, motoran, dan joget-jogetan. Bukan apa-apa, hanya saja masalah di Lamongan ini masih banyak, lho. Dan sangat perlu untuk diberikan solusi, bukan sekadar dilempar tanggungjawabnya sana-sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, tiap ada yang sambat kondisi jalan, langsung ditimpali dengan pertanyaan, \u201citu jalan nasional atau kabupaten?\u201d atau \u201cItu jalan desa bukan kabupaten\u201d. Maksud saya, ini kan wilayah kabupaten, meski bukan wewenangnya, ya diusahakan biar bisa mulus. Lakukan lobby atau apa pun itu. Kan sudah digaji dari uang rakyat, toh?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-ikan-di-lamongan-hancur\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Lamongan butuh solusi<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Lamongan butuh solusi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi warga, tidak penting jalan tersebut punya siapa, mereka hanya ingin jalan yang layak untuk dilalui. Bupati dan pemerintah daerah Lamongan memang sering beralasan bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak cukup untuk memperbaiki semua masalah. Namun, sebagai yang bertanggungjawab, bukankah seharusnya mencari solusi kreatif untuk mengatasinya? Sebab, minimnya APBD itu bukan urusan rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para nelayan Pantura berharap ada perubahan nyata yang bisa membantu mereka keluar dari kesulitan ini. Mereka membutuhkan kebijakan yang bisa menstabilkan harga ikan di Lamongan dan mendukung kesejahteraan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat ketimpangan yang ada, mulai dari nelayan yang kesulitan hingga infrastruktur yang belum memadai, sudah saatnya pemerintah daerah lebih peka terhadap kebutuhan warganya. Sebab, yang ditunggu dari sosok pemimpin adalah sebuah solusi nyata, bukan konten joget-joget di sosial medianya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mustahil-meromantisisasi-lamongan-karena-tercipta-untuk-dicintai-apa-adanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota Ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kok belum kelar-kelar ya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":286148,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12401,17711,21890,2250],"class_list":["post-286143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bupati","tag-harga-ikan","tag-harga-ikan-di-lamongan","tag-lamongan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286143"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}