{"id":286063,"date":"2024-07-01T12:26:17","date_gmt":"2024-07-01T05:26:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286063"},"modified":"2024-07-01T12:26:17","modified_gmt":"2024-07-01T05:26:17","slug":"nasi-padang-menggusur-makanan-tradisional-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-padang-menggusur-makanan-tradisional-indonesia\/","title":{"rendered":"Makanan Tradisional Indonesia Bukan Tergusur Western Food, tapi Nasi Padang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun ini, katanya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pizza-pecel-sayur-sederhana-tapi-bikin-orang-italia-marah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">western food<\/a>, menggeser keberadaan makanan tradisional. Namun, pandangan itu, menurut saya, keliru. Saat ini, justru nasi padang yang \u201cmenggusur\u201d keberadaan makanan tradisional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201cmenggusur\u201d di sini maksudnya nggak menghilangkan. Menurut saya, berkat kekuatan rasa dan harga semakin terjangkau, nggak heran, kalau keberadaannya semakin banyak di berbagai tempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, makanan dari Sumatera Barat ini juga sudah diadaptasikan ke lidah setempat. Misalnya dengan munculnya \u201cnasi padang jawa\u201d. Jadi, keberadaannya memang sangat diterima di mana saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenapa bisa \u201cmenggusur\u201d makanan tradisional?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa bisa sampai \u201cmenggusur\u201d makanan tradisional? Sekarang, mari kita coba membandingkan jumlah warung nasi padang dengan warung makanan tradisional di daerah kalian. Tentunya yang punya makanan khas masing-masing, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-penjual-gudeg-emperan-di-jogja-yang-menjebak-pembeli\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja punya gudeg<\/a>, Jakarta punya soto betawi, Palembang punya pempek, dan lain-lain. Mungkin jumlahnya sudah didekati oleh keberadaan warung nasi padang. Makanya, nggak heran kalau saat ini warung padang lebih dominan. Apalagi saat ini ada \u201cpaket 10 ribu\u201d berisi ayam dan nasi lengkap dengan sambal dan sayur khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KFC dana McD? Sudah pasti jumlahnya kalah. Lha wong dari harga saja sudah jauh berbeda. Sudah begitu, nasi padang lebih bikin kenyang bagi beberapa orang, khususnya mahasiswa. Bukan begitu?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Semakin mudah menemukan warung nasi padang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, kita bisa dengan mudah menemukan warung nasi padang. Di kota besar, hampir di setiap titik, setidaknya kita bisa menemukan satu, entah yang asli Minang, atau yang sudah beradaptasi dengan lidah setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena hampir semua orang bisa menerima rasa nasi padang, maka warung ini jadi salah satu top of mind untuk mengisi perut. Nggak heran sih, karena mereka menyajikan menu yang beragam. Mulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-masakan-padang-dari-yang-enak-sampai-enak-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rendang yang pernah jadi makanan paling enak di dunia<\/a>, tunjung, gulai kepala kakap, gulai otak, daun ketela rebus, dan masih banyak lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpaduan menu tersebut memang tidak pernah gagal \u201cmenghasut\u201d kita untuk menikmatinya bersama nasi putih hangat mengepul dan sambal ijo yang harum. Meskipun memiliki cita rasa yang kuat karena dimasak bersama belasan rempah-rempah, nasi padang cenderung cocok bagi lidah masyarakat kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ya soal harga, nggak bisa dibantah. Sekarang harga paketan mereka murah meriah dan mengenyangkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nama nasi padang yang lebih akrab di telinga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, faktor nama juga berpengaruh di sini. Misalnya saja Jogja dengan kuliner khas yang dari sisi rasa, sama-sama menarik. Kalau main ke Jogja, kamu bisa menikmati gudeg, tempe benguk, brongkos, mie lethek, bahkan <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/meningkatkan-fungsi-kognitif-ini-9-manfaat-belalang-goreng\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">walang goreng<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, nama-nama tersebut kalah tenar ketimbang nasi padang. Namanya masing asing, bahkan untuk orang Jogja sendiri. Sudah gitu, nggak semua tempat menjual makanan tradisional tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah makan yang menjual gudeg tentu masih lestari di Jogja. Tapi lagi-lagi, jumlahnya kalah banyak. Kuliner khas seperti walang goreng juga hanya akan dijumpai di daerah Gunungkidul. Nggak gampang nemu walang goreng di Kota Jogja atau Sleman, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah, makanan tradisional Indonesia tidak melulu tergeser oleh western food, tapi malah nasi padang. Ini juga menunjukkan bahwa banyak makanan khas Indonesia yang rasanya bisa diterima luas. Selain itu, bisa diadaptasikan ke lidah lokal. Oya, tentu saja, soal harga dan porsi bermain di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anita Sari<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warteg-semakin-mahal-wajar-kalah-saing-dengan-warung-nasi-padang-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya tidak heran apabila nasi padang bisa &#8220;menggusur&#8221; makanan tradisional Indonesia. Harga murah dan porsi kenyang jadi kekuatan terbesar.<\/p>\n","protected":false},"author":2664,"featured_media":286122,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[18085,24902,2373,24901,879,24900,3457,17930],"class_list":["post-286063","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-gudeg-jogja","tag-gulai-nasi-padang","tag-makanan-tradisional","tag-nasi-ayam-nasi-padang","tag-nasi-padang","tag-nasi-padang-murah","tag-rendang","tag-warung-nasi-padang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286063","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286063"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286063\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}