{"id":286061,"date":"2024-07-04T09:27:37","date_gmt":"2024-07-04T02:27:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=286061"},"modified":"2024-07-04T12:40:53","modified_gmt":"2024-07-04T05:40:53","slug":"pengalaman-saya-tinggal-di-pace-kecamatan-paling-sunyi-dan-mencekam-di-nganjuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-tinggal-di-pace-kecamatan-paling-sunyi-dan-mencekam-di-nganjuk\/","title":{"rendered":"Pengalaman Saya Tinggal di Pace, Kecamatan Paling Sunyi dan Mencekam di Nganjuk"},"content":{"rendered":"<p><em>Begit<span style=\"font-weight: 400;\">u l<\/span>ewat wakt<span style=\"font-weight: 400;\">u isya, Kecamatan Pace Nganjuk akan berubah jadi sunyi dan mencekam. Apalagi daerah ini konon dulunya sarang begal.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar kata \u201cNganjuk\u201d, apa kira-kira yang tebersit dalam pikiran kalian? Apakah angin yang tak henti-hentinya berembus? Daerah penghasil bawang merah terbesar se-Jawa Timur? Atau daerah yang cocok untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jogja-nggak-kenal-frugal-living\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">frugal living<\/a>?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang sempat tinggal di Nganjuk, saya dengan mantap mengiyakan semua anggapan itu. Kebetulan saya sempat tinggal di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, selama setengah tahun. Di sana ada rumah bude yang kala itu sedang kosong, dan saya disuruh agar membersihkan dan menempatinya untuk sementara waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan memang benar, embusan angin di sana memang tak mengenal waktu. Pula kalau kalian mau beli bawang merah grosiran di sana, saya jamin juga nggak akan kesulitan. Apalagi kalau mengidamkan gaya hidup hemat, saya pikir tanpa perlu bukti ilmiah pun Nganjuk adalah juaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi harap diingat, gambaran tentang Nganjuk juga tidak melulu itu saja. Sebab setelah saya tinggal di sana selama hampir setengah tahun, ada sedikit hal menarik dan mencekam yang harus saya terima. Hal-hal itu pula yang sempat membuat saya dilema, lalu terpaksa memutuskan untuk tidak lagi tinggal di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak warung-warung kopi ala tempo doeloe yang bikin saya bernostalgia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang gemar menulis sambil di ngopi, tentu saja hal pertama kali yang saya cari di Kecamatan Pace Nganjuk adalah warung kopi WiFi. Perihal mencari kedai kopi WiFi di daerah ini harusnya bukan sebuah masalah. Nggak mungkin lah zaman sekarang ada daerah yang tidak punya usaha warung kopi WiFi, pikir saya waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tak disangka, mencari warung kopi yang ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-yang-bikin-saya-enggan-pasang-wifi-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WiFi-<\/a>nya di Kecamatan Pace itu cukup sulit. Ya memang ada, tapi sangat jarang ditemui. Bahkan harus keluar Kecamatan Pace dulu kalau mau cari warung kopi WiFi yang benar-benar representatif buat main laptop. Yang paling banyak di sana adalah warung-warung kopi tanpa WiFi, yang temboknya berbahan gedek ala-ala tempo doeloe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu awalnya saya sedikit kecewa dengan kondisi Kecamatan Pace Nganjuk ini. Tapi seiring berjalannya waktu saya ngopi di warung-warung tempo doeloe, saya malah bersyukur. Sebab saya akhirnya bisa bernostalgia ketika dulu zaman masih bocah, sering diajak bapak untuk ikut ngopi di warung-warung bertembok gedek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung-warung kopi tempo doeloe di Kecamatan Pace ini masih terdapat radio buat backsound orang-orang nongkrong. Kebanyakan piring dan gelas yang dipakai pun masih berbahan enamel dengan corak blirik khas zaman dulu. Dan, satu hal lagi yang bikin nostalgia saya makin terasa adalah, warung kopi di sana masih menjajakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/minuman-legendaris-khas-jawa-timur-yang-memiliki-efek-setara-miras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es setrup<\/a> yang dulu selalu saya beli sehabis pulang sekolah SD.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-tinggal-di-pace-kecamatan-paling-sunyi-dan-mencekam-di-nganjuk\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Setelah isya daerahnya sudah sepi. Warga menutup pintu rumah&#8230;<\/strong><\/em>\u00a0<\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Warga Kecamatan Pace Nganjuk ramah, tapi bakda isya banyak yang sudah menutup pintu rumahnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/warung-kopi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung kopi<\/a> yang masih ala-ala tempo doeloe, warga di sana\u2014khususnya yang sering ngopi di warung semacam itu\u2014sangat ramah dengan pendatang baru. Bahkan nggak sampai satu minggu saya kenal mereka, saya sudah diajak ngopi setiap pagi hari secara rutin sama mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi sih nggak tahu apa alasan mereka kok akhirnya mengajak ngopi anak muda modelan saya secara rutin. Tapi yang jelas, kebanyakan dari mereka itu cukup nyentrik; bukan termasuk orang tua yang membosankan. Selalu ada saja pengetahuan-pengetahuan yang mereka ceritakan soal sejarah Nganjuk dan kondisi politik hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ada juga satu dua petani di Kecamatan Pace Nganjuk yang ternyata adalah mantan dosen. Saya lupa namanya. Tapi yang pasti, beliau sangat humoris dan pintar soal ilmu bisnis dan sejarah. Semoga saja beliau sekarang masih sehat walafiat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sayangnya, di balik keunikannya itu, ada satu hal yang bikin saya merasa kurang nyaman hidup di Kecamatan Pace. Bakda isya, warga di sana sudah banyak yang menutup pintu rumahnya. Kalau kata orang-orang di warung kopi sih alasannya karena angin setelah isya bertiup cukup kencang. Makanya pintu rumah kudu ditutup biar nggak kedinginan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi entah kenapa, saya pribadi nggak pernah sekalipun merasa kedinginan jika pintu rumah tidak ditutup bakda isya. Malahan saya merasa Kecamatan Pace Nganjuk terlalu sunyi dan cenderung mencekam seperti tidak ada penghuninya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak jalan sepi, minim penerangan, dan punya riwayat sarang begal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu yang bikin mencekam, di Kecamatan Pace Nganjuk juga cukup banyak jalanan yang sepi penduduk. Saya pribadi waktu satu bulan pertama tinggal di sana sempat parno kalau mau berkendara malam hari. Ya gimana, ha wong setiap kali saya belok, ketemunya nyaris selalu jalanan yang kanan-kirinya hamparan sawah dan kebun, kok. Sudah begitu, minim penerangan pula jalanannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja tidak semuanya titik jalan di Kecamatan Pace selalu sepi penduduk. Setelah dua-tiga bulanan, barulah saya hafal dan sadar kenapa saya dulu nyaris selalu belok ke jalan yang sepi penduduk. Dan itu sebenarnya wajar bagi pendatang, sebab di Kecamatan Pace memang terdapat cukup banyak hamparan sawah, kebun, bahkan lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya ketakutan saya juga tidak keliru-keliru amat. Belakangan saya dapat info dari teman-teman asal Nganjuk, bahwa Kecamatan Pace memang sempat punya riwayat sebagai sarangnya begal. Ada banyak jalan yang teman saya sebutkan. Tapi menurut mereka, yang paling sering terjadi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pembegalan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pembegalan<\/a> adalah di Jalan Berbek-Pace.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syukurnya meski sempat bertemu jalanan sepi di Kecamatan Pace, saya tak pernah sekalipun bertemu ataupun dikejar-kejar sama begal. Yang sering ketemu ya tadi; warung kopi ala tempo doeloe, es setrup, dan warga yang nyentrik. Jadi, buat kalian yang berencana ke Nganjuk, cobalah berkunjung ke Kecamatan Pace. Besar kemungkinan kalian juga masih mendapat pengalaman yang sama seperti saya tempo hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Intan Ekapratiwi<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nganjuk-tempat-terbaik-untuk-frugal-living-di-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Nganjuk, Satu-satunya Tempat di Jawa Timur yang Akan Membuatmu Kaya Raya<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">cara ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kecamatan Pace di Kabupaten Nganjuk layak dijuluki daerah paling sunyi dan mencekam. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya.<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":286495,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2501,13230,24951,9349],"class_list":["post-286061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-timur","tag-kabupaten-nganjuk","tag-kecamatan-pace","tag-nganjuk"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/286495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}