{"id":2854,"date":"2019-06-03T15:00:44","date_gmt":"2019-06-03T08:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2854"},"modified":"2022-01-17T15:23:30","modified_gmt":"2022-01-17T08:23:30","slug":"cerita-hari-raya-dari-khong-guan-hingga-pelaminan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-hari-raya-dari-khong-guan-hingga-pelaminan\/","title":{"rendered":"Cerita Hari Raya, Dari Khong Guan Hingga Pelaminan"},"content":{"rendered":"<p>Tak terasa sebentar lagi hari kemenangan. Telah tiba saatnya mengais hasil perjuangan. Menahan haus, lapar, hingga hawa nafsu selama hampir sebulan. Sedihnya, sampai lebaran pun masih belum punya gandengan. Duh kasihan~<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/komen\/sensus\/jurus-menjawab-pertanyaan-kapan\/\">Lebaran memang menjadi momen<\/a> yang sangat menyenangkan. Namanya saja hari raya, sudah barang pasti isinya penuh kegembiraan. Semua bahagia, baik yang jomblo maupun yang sudah punya pasangan. Tua, muda, laki-laki, perempuan semua merasakan indahnya kebersamaan.<\/p>\n<p>Sudah menjadi tradisi, lebaran identik dengan sesuatu yang baru. Mulai dari baju,<em> slebor<\/em> hingga gincu. Bagi yang tidak baru-baru amat juga tak perlu risau. Karena\u00a0 hari raya bukan menyoal<em> upgrading<\/em> tampilan luarmu, namun sejatinya hari raya ialah kemenangan rohani yang merasuk kalbu.<\/p>\n<p>Dari sekian banyak cerita hari raya, kaleng Khong Guan tak akan pernah luput perhatian. Mulai dari kemasan hingga isinya yang ternyata hanya rengginang. Teka-teki dimana sang ayah dalam kaleng tersebut juga masih menjadi pertanyaan. Ada yang bilang kawin lagi, hingga asumsi sang ayah sedang berada di medan perang.<\/p>\n<p>Ada juga cerita kaleng Khong Guan isinya asli tapi wafernya sudah tak tahu entah kemana. Ngaku saja, siapa yang dulu (atau bahkan sampai sekarang) hanya ngincer wafernya. Padahal di meja yang sama ada kaleng yang isinya jajanan khusus merk wafer saja. Para tamu pun dibuat kecewa. Maka tak heran jika sajian dalam kaleng ini (Khong Guan) akan habis dalam waktu yang lama. Lantaran banyak yang tertipu dan mengira isinya tidak sesuai realita. Kalau gak rengginang ya marning jagung. <em>haha<\/em><\/p>\n<p>Lebaran adalah momen yang tepat untuk saling memberi maaf\u2014melupakan semua dosa baik yang disengaja maupun tidak. Menjadi pribadi yang dicontohkan oleh petugas pom bensin\u2014<em>mulai dari nol, yha <\/em>atau <em>kosong-kosong, yha\u2014<\/em>seperti skor sepak bola. Kalau kosong dua itu skor Liverpool melawan Tottenham. <em>Selamat yha unggas merah~<\/em><\/p>\n<p>Selain kata maaf, apalagi <a href=\"https:\/\/tirto.id\/melanggengkan-tradisi-dan-silaturahmi-di-hari-raya-idul-fitri-cMgW\">yang dinanti dari hari raya<\/a> kalau bukan santunan. Mudik ke daerah asal tak akan lupa bawa uang recehan\u2014siap sedia untuk kerabat hingga keponakan. Dulu, saat masih kecil ya memang itu (uang recehan) yang paling saya harapkan. Bukannya ditabung tapi untuk membeli mainan atau petasan. Tidak seperti anak jaman sekarang yang uangnya untuk dibelikan paketan (internet).<\/p>\n<p>Nggak apa-apa sih beli paketan. Buat ngirim <em>broadcast <\/em>kata-kata selamat lebaran. Lalu di akhir kalimat tertulis \u201cdari (nama) sekeluarga\u201d\u2014untungnya masih sempat edit nama. Parahnya, kalau tak sempat edit lalu asal diteruskan\u2014bukan dari kita dong pesannya\u2014malu-maluin saja. Sok-sokan berkeluarga sih\u2014padahal pasangan saja belum punya.<\/p>\n<p>Jangan lupa, minta maaf juga kepada mantan. Bagaimanapun dia pernah ada dalam ingatan. Meski kini sudah ada yang menggantikan, silaturahmi harus tetap jalan. Tapi jangan sampai keterusan, nanti baper dan minta balikan. Kalau sudah begini, ceritanya semakin tidak karuan. Memang ya yang namanya mantan, susah untuk dilupakan. <em>Ya kan~<\/em><\/p>\n<p>Bagi yang belum punya gebetan, hari raya bisa jadi kesempatan. Menggaet banyak kenalan dengan modus bersalam-salaman. Saling tukar id Instagram dan nomor WhatsApp sudah jadi kewajiban. Jangan lupa tanyakan status hubungan\u2014agar tak ragu melangkah, berhenti atau dilanjutkan.<\/p>\n<p><em>Bagi yang jomblo dilarang baca satu paragraf ini. <\/em>Hari raya juga momen yang tepat untuk sebar undangan\u2014atau mengajak calon pasangan dengan tujuan dikenalkan dengan keluarga. Syahdunya lagi, dilanjutkan dengan prosesi lamaran atau bahkan naik ke pelaminan.<\/p>\n<p>Lain cerita bagi yang bermusuhan, <em>wis tho<\/em> sudah saatnya saling baikan. Tidak ada lagi cebong dan kampret selain \u201ckita adalah kawan\u201d. Urusan Pilpres sudah tidak lagi relevan. Mari saling merajut kembali persatuan. Apalagi yang sempat dikeluarkan dari grup WhatsApp keluarga gara-gara beda pilihan, barang tentu harus kembali dimasukkan. Apalah pentingnya Pilpres hingga harus korbankan kekeluargaan.<\/p>\n<p>Biarkan urusan pemilu diselesaikan pihak yang berwenang. Mari hentikan sejenak semua pertikaian. Bukan hanya sejenak, harapannya terus digaungkan semangat perdamaian. Jangan mau diadu domba oleh nafsu dan kekuasaan. Agar negara jauh dari kata kehancuran. Mari wujudkan perdamaian dibalut indahnya hari kemenangan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari sekian banyak cerita hari raya, kaleng Khong Guan tak akan pernah luput perhatian. Mulai dari kemasan hingga isinya yang ternyata hanya rengginang.<\/p>\n","protected":false},"author":59,"featured_media":2907,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[758,757,342,18,759],"class_list":["post-2854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-kerukuran","tag-khong-guan","tag-lebaran","tag-pilpres-2019","tag-saling-memaafkan"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/59"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}