{"id":2850,"date":"2019-06-03T17:00:47","date_gmt":"2019-06-03T10:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2850"},"modified":"2022-01-17T15:23:01","modified_gmt":"2022-01-17T08:23:01","slug":"dokter-tukang-sindir-yang-membuatku-memilih-menahan-rasa-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dokter-tukang-sindir-yang-membuatku-memilih-menahan-rasa-sakit\/","title":{"rendered":"Dokter Tukang Sindir yang Membuatku Memilih Menahan Rasa Sakit"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengalami sakit. Kebetulan, dokter yang menjadi langganan sedang cuti. Alih-alih mencari alternatif dokter lain, saya pun memutuskan untuk menunggu dokter langganan tersebut kembali praktik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak, saya tidak bermaksud sok eksklusif atau menganggap bahwa hanya beberapa dokter langganan saya yang bisa memberikan solusi terbaik. Saya rasa, setiap orang yang sudah disumpah dokter dan menjalankan fase koas berikut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">internship, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sudah teruji kemampuannya secara akademis untuk menangani pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, seiring dengan semakin berkembangnya media sosial, saya jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nyadar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kalau makin banyak dokter yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ember. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, saya tahu, dokter juga manusia yang butuh aktualisasi diri di media sosial. Namun, kenapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak berbagi mengenai kehidupan pribadi saja, atau berbagi ilmu tanpa menjelek-jelekkan pasien?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ingat sama seorang dokter di Twitter yang berbagi kisah tentang pasien selingkuh? Meskipun beliau sudah meminta maaf, tentu trauma di pikiran beberapa orang tak akan hilang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya dokter yang tenar tersebut, saya juga pernah menemukan beberapa dokter lain yang hobi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngrasani <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pasien-pasiennya di media sosial. Ada pasiennya yang tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mudheng <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cara memberi susu ke anak. Ada pasien yang salah memperlakukan dirinya sendiri sehingga mengalami sakit yang cukup fatal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semuanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">diomongin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan bahasa pedas setara waralaba Ayam Geprek <a href=\"https:\/\/tirto.id\/alasan-orang-bergunjing-dan-gosip-lambe-turah-dinanti-coaF\">Lambe Turah<\/a> yang kalau benar-benar ada, akan membuat segenap orang mencret bersama-sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang banyak sekali pasien yang kurang ajar dan tidak sadar betapa beratnya tugas seorang dokter. Banyak juga yang malas baca dan tidak paham tentang aturan-aturan standar kesehatan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun seharusnya, dokter juga tidak perlu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">curhat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang pasien yang menyebalkan di media sosial. Ini sama konyolnya dengan hal yang pernah saya lakukan di masa lalu\u2014marah-marah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/hati-hati-bosquh-inilah-bahaya-kekurangan-vitamin-b-pada-tubuhmu\/\">soal bos <\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyebelin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di media sosial. Jelas itu bisa jadi masalah besar kalau ketahuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang tentu punya hak buat marah. Apalagi kalau hak mereka sendiri dirampas atau tidak dihormati orang lain. Sudah tahu dong, ada banyak pasien yang merasa harus dilayani seperti raja dan sok tahu? Cuma <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">orang-orang yang jadi klien kita itu sangat nekat. Ya, kita tempatkan pasien sejajar dengan klien yang butuh jasa kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tidak tahu, apakah teman dari klien kamu itu ternyata melihat unggahan media sosialmu. Kamu juga tidak tahu, apakah klienmu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kepo <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan ternyata menemukan bahwa dirinya disindir di media sosial. Meskipun kamu pakai jurus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">no mention <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan bisa berkilah, tetapi di situ, profesionalitasmu akan dianggap nol besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pasien, saya akan merasa sangat sakit hati apabila kesalahan saya diumbar di media sosial. Di depan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngomong <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sopan, di belakang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dirasani <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">habis-habisan. Kesannya, sebagai pasien kok saya dianggap hama. Terlebih, kalau kesalahan saya adalah kesalahan yang tidak ada hubungannya dengan etika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan konyolnya, apa yang biasa diumbar oleh para dokter ini seolah diamini sama banyak orang. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pasien pelakor! Pasien nggak berpendidikan! Suami bodoh! Kalau nggak tahu cara ngerawat anak, ojo meteng sek\u2014jangan hamil dulu! <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu kiranya respons para warganet kalau ada dokter yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sambat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">soal kelakuan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, jangan salahkan kalau ada banyak orang yang malu memeriksakan kesehatan seksual. Nanti, bisa-bisa dianggap &#8216;nakal&#8217;. Dihakimi karena dia melakukan seks bebas, atau pekerjaan yang berkaitan dengan itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu saja, sebelum ada media sosial, banyak orang yang takut dihakimi dalam hati sama nakes alias tenaga kesehatan. Lha apalagi kalau nakes-nya super ember di media sosial. Makin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jiper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dong, pasien? Padahal, pemeriksaan kesehatan seksual itu penting <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tentu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mau tiba-tiba terkena HIV AIDS, Raja Singa, atau kanker rahim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau para oknum dokter ini mau tahu tentang bagaimana cara menumbuhkan kesadaran pasien soal kesehatan mereka sendiri, bisa juga dimulai dari mereka salah satunya. Kurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">curcol <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">soal pasien di media sosial, apalagi kalau namanya sudah tenar. Kalau mau menyampaikan penyakit atau kesalahan tertentu, kan bisa pakai bahasa yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nyindir, atau atas seizin pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, memangnya bisa memberikan pelajaran terkait kesehatan tanpa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mention <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">soal pasien yang salah? Ya bisa saja. Toh sudah ada banyak situs kesehatan yang melakukannya. Namun mungkin kita semua sudah biasa tertarik sama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kenyinyiran<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi tanpa bumbu sindiran, topik-topik bermanfaat mungkin <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">kayak sayur <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>tanpa garam<\/em>\u2014hambar.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih ingat sama seorang dokter di Twitter yang berbagi kisah tentang pasien selingkuh? Meskipun beliau sudah meminta maaf, tentu trauma tak akan hilang.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":2909,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[760],"class_list":["post-2850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-dokter"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}