{"id":28256,"date":"2020-02-27T11:35:24","date_gmt":"2020-02-27T04:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=28256"},"modified":"2020-02-27T13:01:22","modified_gmt":"2020-02-27T06:01:22","slug":"penipu-via-telepon-kalau-sudah-ketahuan-kok-lebih-nyolot-dibanding-yang-ditipu-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penipu-via-telepon-kalau-sudah-ketahuan-kok-lebih-nyolot-dibanding-yang-ditipu-sih\/","title":{"rendered":"Penipu via Telepon Kalau Sudah Ketahuan kok Lebih Nyolot Dibanding yang Ditipu, sih?"},"content":{"rendered":"<p>Baru hari kemarin, ketika saya sedang wara-wiri di kawasan jalan Magelang, Jogja, bersama seorang teman, ada pengalaman menarik sekaligus bikin heran. Singkat cerita, sewaktu kami sedang beristirahat di suatu tempat makan, teman saya ditelepon oleh seseorang yang mengaku staf dari salah satu perusahaan dompet digital ternama. Saya beri inisal \u201cO\u201d lah, ya.<\/p>\n<p>Awal mula, penelepon menyapa dengan ramah dan bicara seperti layaknya profesional. Penyebutan kembali nama dan beberapa identitas lain pun benar. Kemudian, teman saya dikabari, katanya memenangkan undian senilai dua juta rupiah. Sebagai manusia biasa yang kadang ceroboh, dia merasa kegirangan. Kapan lagi dapat uang cuma-cuma senilai itu, kan. Lumayan buat beli es kopi kekinian puluhan cup, biar melek terus.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ketika menerima telepon tersebut, teman saya tetap berbisik dan bertanya kepada saya, \u201cAku dapet dua juta. Bener nggak, nih?\u201d Saya langsung memberi kode dengan menyilangkan kedua tangan saya, tanda bahwa jangan langsung percaya. Lalu saya berbisik balik, \u201cKalau nanya password apa pun atau nomor KTP, jangan dikasih. <em>Di-loudspeaker<\/em> aja jawab teleponnya.\u201d<\/p>\n<p>Iya, saya sudah curiga dari awal kalau itu penipuan. Lagipula, mana ada sekarang ada orang telepon, tiba-tiba mau kasih uang dua juta? Apalagi kita nggak ikut kuis atau undian apa pun.<\/p>\n<p>Pasalnya, akhir-akhir ini saya sering membaca laporan penipuan dengan modus undian atau salah transaksi ketika melakukan pembayaran dengan <em>e-cash<\/em> atau dompet digital. Dalam laporan yang diadukan salah satu pelanggan melalui <em>thread<\/em> yang dibuatnya, dia melampirkan bukti percakapan melalui chat. Awalnya dikabari mendapatkan uang senilai 5 juta. Diminta ikuti cara dari si penipu, eh, tau-tau malah kehilangan uang 5 juta.<\/p>\n<p>Cukup meyakinkan memang, karena penipu zaman sekarang terbilang cerdik memanfaatkan platform yang ada dan sering digunakan oleh banyak orang. Betul-betul menyesuaikan dengan kebiasaan terkini. Saya pun jadi was-was sendiri, bukan nggak mungkin di kemudian hari saya menjadi salah satu korbannya. Oleh sebab itu, ketika ada seseorang yang menelepon lalu memberi kabar bahwa saya menang undian, saya harus berpikir berkali-kali agar tidak terkecoh.<\/p>\n<p>Modus penipuan pada beberapa tahun sebelumnya mungkin bisa dengan mudah dicegah. Lha, modal mereka cuma dari SMS, kok. Nggak mesti direspons, selesai. Aman. Kalau via telepon, tentu lain cerita.<\/p>\n<p>Kembali lagi ke cerita saya dengan seorang teman yang ditelepon oleh seseorang yang saya duga penipu.<\/p>\n<p>Akhirnya, saya menyarankan kepada teman saya agar rekam percakapan tersebut. Jadi, jika terjadi sesuatu di kemudian hari, ada bukti yang bisa dilaporkan. Obrolan mereka pun berlanjut. Penipu bertanya, \u201cDua jutanya mau ditransfer ke rekening atau dimasukan sebagai saldo dompet digital aja, Pak?\u201d Teman saya menjawab, \u201cKe <a href=\"https:\/\/tirto.id\/dompet-digital-semakin-banyak-pengguna-belum-tentu-diuntungkan-ejx2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">dompet digital<\/a> aja, Pak.\u201d<\/p>\n<p>Setelah itu, penipu kembali mengonfirmasi sesuatu, \u201cBaik, Pak. Kami akan kirimkan kode orientasi ke nomor Bapak, mohon disebutkan kembali empat digit nomor paling belakang ya, Pak.\u201d Saya sempat dibuat bingung, kode orientasi ini apalagi, sih. Karena rancu, saya menyarankan kepada teman saya untuk menjawab sembarang saja. Teman saya bilang, \u201c6969, Pak\u201d. Penipu mengonfirmasi bahwa bukan itu nomor yang dimaksud, dan meminta teman saya agar lebih teliti lagi.<\/p>\n<p>Penyebutan kali kedua pun sengaja disalahkan. Sampai akhirnya penipu mulai kesal dan nada bicaranya mulai terdengar ngegas. \u201cBapak bisa lebih teliti lagi, nggak? Coba cek lagi, Pak!\u201d Untuk meluapkan kekesalan dan rasa puas sudah menjahili penipu, saya akhirnya ikut dalam obrolan dan bilang, \u201cMangkanya, nggak usah coba-coba nipu!\u201d Ternyata dia masih bisa membalas dengan nada kesal, \u201cCoba kita buktikan ya, siapa yang salah dan siapa yang menipu!\u201d<\/p>\n<p>Lha, kalau memang benar, kenapa juga harus marah-marah? Ternyata, penipu juga bisa baperan.<\/p>\n<p>Setelah kejadian tersebut, agar tidak lagi terulang dan korban penipuan tidak terus bertambah, saya ada tips sederhana ketika ada telepon dari nomor yang tidak dikenal. <strong><em>Pertama,<\/em><\/strong> nggak usah respons. Kalau ternyata telepon berasal dari rekan, keluarga, atau tempat kerja (yang sedang dilamar), pasti akan ada <em>follow-up<\/em> lebih lanjut, baik via WhatsApp, SMS, atau email. <strong><em>Kedua,<\/em><\/strong> kalau terlanjur memberi respons, jangan langsung terbuai dan langsung akhiri percakapan. Kecuali kalau memang niat dijadikan konten, sih. Kan, lumayan. Penipu nggak dapat apa-apa, ide kita malah menghasilkan sesuatu.<\/p>\n<p>Mau bagaimanapun, kita harus mengimbangi kecerdikan para penipu ulung di mana pun mereka berada. Kalau bisa, sih, ya lebih cerdik dari mereka.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/modus-penipuan-via-sms-yang-kian-membosankan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Modus Penipuan via SMS yang Kian Membosankan<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cukup meyakinkan memang, karena penipu zaman sekarang terbilang cerdik memanfaatkan platform yang ada dan sering digunakan oleh banyak orang.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":28280,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4720,2016,4907],"class_list":["post-28256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-dompet-digital","tag-penipuan","tag-telepon"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28256"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28256\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}