{"id":280544,"date":"2024-06-27T15:15:22","date_gmt":"2024-06-27T08:15:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=280544"},"modified":"2024-06-28T18:37:46","modified_gmt":"2024-06-28T11:37:46","slug":"simpang-lima-gumul-kediri-tempat-jahanam-yang-kini-jadi-ikon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simpang-lima-gumul-kediri-tempat-jahanam-yang-kini-jadi-ikon\/","title":{"rendered":"Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun-tahun setelah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri berdiri, akhirnya tempat ini berfungsi sebagaimana mestinya. Monumen yang diresmikan pada 2008 itu sekarang menjadi ruang publik warga sekitar sekaligus destinasi wisatawan. Asal tahu saja, ikon kebanggan warga Kediri itu sempat menjadi kawasan jahanam yang meresahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum disulap menjadi seperti sekarang ini, Monumen Simpang Lima Gumul Kediri sempat mangkrak selama bertahun-tahun. Akibatnya, kawasan itu menjadi pusat berbagai macam kegiatan nggak bener. Mulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/embung-tambakboyo-jogja-tempat-pasangan-birahi-tak-tahu-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat mesum<\/a> hingga kebut-kebutan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Monumen Simpang Lima Gumul pernah menjadi tempat mesum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ramai dengan pedagang kaki lima seperti saat ini, Monumen Simpang Lima Gumul adalah tempat yang sepi dan suram. Tidak ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-bikin-iri-orang-purbalingga-karena-fasilitasnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fasilitas publik<\/a> yang memadai, begitu pula dengan penerangannya, sangat minim! Situasinya memang sempurna untuk melakukan aksi-aksi nggak senonoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah mendengar dari kawan-kawan saya, pada waktu itu ada salah satu teman lain yang kepergok melakukan tindakan mesum di Simpang Lima Gumul. Ada juga yang sengaja bolak-balik untuk ngetem di pinggiran Simpang Lima Gumul Kediri, untung-untung bisa kenalan sama salah satu cewek atau cowok yang lagi nongkrong juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini kondisinya jauh berbeda, ikon Kediri itu dikelilingi oleh banyak pohon dan kursi-kursi taman. Lokasi yang sempurna untuk duduk menikmati suasana Kediri bersama kesayangan. Suasana lebih romantis dan syahdu ketika malam hari dengan kelap-kelip lampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simpang-lima-gumul-kediri-tempat-jahanam-yang-kini-jadi-ikon\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Lokasi lahirnya &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Lokasi lahirnya para pembalap liar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak dahulu, jalanan di area Simpang Lima Gumul memang lebar. Itu mengapa kendaraan bisa leluasa lalu-lalang. Dahulu kawasan yang tidak terawat dengan jalanan yang lebar itu dimanfaatkan sebagai balapan liar. Saking terkenalnya sebagai arena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-probolinggo-jalannya-rusak-bikin-stres-diperbaiki-malah-dipakai-balap-liar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">balap liar<\/a>, saya jadi takut untuk berada di kawasan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Simpang Lima Gumul memang masih ramai kendaraan lalu-lalang, tapi mereka ini hendak berburu jajanan. Kawasan ini memang terkenal dengan jajanan kaki lima yang lengkap, enak, dan murah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Lokasi berkelahi anak muda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sosial media di zaman dulu belum semasif sekarang, tapi info-info tertentu sudah pasti menyebar dengan cepat. Info anak muda berkelahi biasanya viral di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Facebook\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Facebook<\/a> dahulu, lalu lanjut dari mulut ke mulut. Seingat saya, ada berapa kali kabar viral anak-anak muda berkelahi di\u00a0 Simpang Lima Gumul. Teman-teman saya dulu juga sering curhat, aksi labrak biasanya dilakukan di titik ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simpang Lima Gumul kerap menjadi titik temu orang-orang yang hendak berkelahi karena kawasannya terabaikan. Gelut alias berkelahi jadi lebih leluasa karena tidak ada petugas keamanan. Saking seringnya kabar perkelahian di titik itu, saya sampai bosan melihat video viral pertengkaran yang lagi-lagi terjadi Simpang Lima Gumul Kediri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja kawasan jahanam itu kini berubah sesuai dengan fungsinya. Simpang Lima Gumul Kediri menjelma menjadi ruang publik yang aman untuk siapa saja. Nggak seperti dahulu, lokasi aneh dan berbahaya yang dihindari banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arsyanisa Zelina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kediri-nggak-cocok-jadi-tujuan-perantauan\/\"><b>Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bisa Cocok Hidup di Daerah Ini<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Monumen Simpang Lima Gumul Kediri yang kini jadi ikon kebanggan warga dahulu tempat mesum, balapan liar, dan lokasi berkelahi anak muda. <\/p>\n","protected":false},"author":2422,"featured_media":280673,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24846,6470,13098,6739,24845],"class_list":["post-280544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ikon-kediri","tag-kediri","tag-pilihan-redaksi","tag-simpang-lima-gumul","tag-simpang-lima-gumul-kediri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/280544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2422"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=280544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/280544\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/280673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=280544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=280544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=280544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}