{"id":280502,"date":"2024-06-30T09:03:09","date_gmt":"2024-06-30T02:03:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=280502"},"modified":"2024-06-30T08:13:56","modified_gmt":"2024-06-30T01:13:56","slug":"banyumas-yang-semakin-maju-bikin-warga-cilacap-iri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyumas-yang-semakin-maju-bikin-warga-cilacap-iri\/","title":{"rendered":"Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cilacap adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan Nusakambangannya. Nama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penderitaan-yang-saya-rasakan-saat-berkunjung-ke-pulau-nusakambangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nusakambangan<\/a> bahkan lebih dikenal orang daripada nama Cilacap itu sendiri. Hati saya baru terketuk untuk mengeluarkan unek-unek soal Cilacap yang nggak terkenal ini setelah Sabtu minggu lalu kabupaten tetangga, Banyumas, mengadakan acara besar memecahkan rekor MURI \u201c10 ribu Lengger Bicara\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga asli Cilacap, saya merasa kebakaran jenggot. Bukan bermaksud iri dengki pada kabupaten sebelah, tapi kok kabupaten tercinta saya ini anteng-anteng saja. Banyak hal \u201cwah\u201d yang ada di Banyumas, tapi nggak bisa saya temukan di Cilacap, dan itu bikin saya gigit jari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit cerita mengenai pengalaman saya ketika merantau ke Jakarta dan Jogja setahun lalu. Saat itu saya bertemu penjual sayur yang bertanya, \u201cOrang mana, Mbak?\u201d Dengan bangga saya menjawab, \u201cOrang Cilacap, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi perasaan bangga tersebut sirna dan berubah jadi sedih begitu si ibu bertanya lagi, \u201cCilacap itu mana, ya, Mbak?\u201d Saya sedikit berpikir saat itu mau menjawab apa. Akhirnya saya katakan, \u201cDeket <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-penghasil-pengemis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purwokerto<\/a>, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjawab demikian, barulah si ibu paham. \u201cOh, deket Purwokerto.\u201d Sejak saat itu kalau ditanya asal daerah, saya selalu menjawab Purwokerto demi menghindari kejadian seperti itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Transportasi umum dan fasilitas pendidikannya bikin warga Cilacap iri sekaligus gigit jari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain soal nama Cilacap yang ternyata nggak terkenal, hal lain yang bikin saya gigit jari adalah transportasi umum sekelas di Jakarta ada di Purwokerto tapi nggak ada di Cilacap. Hadeh. Di Banyumas ada<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-banyumas-harus-punya-jalur-terpisah-dari-kendaraan-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Trans Banyumas<\/a> yang mendukung kebutuhan warga akan transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun armada bus rapid trans ini belum sebanyak TransJakarta, kehadirannya cukup menunjukkan kalau Pemkab Banyumas memperhatikan warganya dalam hal transportasi. Manfaatnya jelas sekali, salah satunya mempermudah mobilitas warga Banyumas Raya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu di Cilacap, setahu saya sampai tulisan ini dimuat di Terminal Mojok, belum ada transportasi umum semacam itu. Ini baru satu hal yang membedakan Cilacap dan Banyumas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal fasilitas pendidikan, perbedaan antara Banyumas dan Cilacap juga terlihat mencolok. Di Banyumas ada banyak perguruan tinggi negeri dan swasta, sebut saja UMP (Universitas Muhamadiyah Purwokerto), UNSOED, Telkom University, Universitas Terbuka, BSI (Bina Sarana Informatika), UIN SAIZU, dll. Sampai-sampai julukan Kota Pelajar kayak Jogja juga melekat di sini. Kalau kata Bang Panji Pragiwaksono, kenapa Purwokerto, karena kalau Jogja istimewa, Purwokerto itu nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Cilacap juga nyaman dan punya perguruan tinggi negeri serta swasta, namanya nggak sementereng Banyumas. Inilah poin selanjutnya yang bikin saya iri dengan kabupaten tetangga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyumas dinobatkan sebagai daerah dengan pengelolaan sampah terbaik se-ASEAN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan saya orang yang cukup peduli lingkungan walau jarang banget gabung komunitas pencinta lingkungan. Hehehe. Meski begitu, saya selalu update berita soal lingkungan, khususnya bagian pengelolaan sampah. Saya cukup terkejut ketika membaca sebuah artikel soal Banyumas yang dinobatkan menjadi daerah dengan <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2023\/09\/13\/235838978\/saat-negara-tetangga-kagum-dengan-pengelolaan-sampah-di-banyumas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengelolaan sampah terbaik se-Asia Tenggara<\/a>. Wah, nambah lagi prestasi kabupaten tetangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Banyumas berhasil menerapkan zero waste to landfill dan memiliki 29 TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). Sampah-sampah nggak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali oleh kelompok swadaya masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya di Cilacap juga ada tempat pengelolaan sampah terpadu dengan teknologi refused derived fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara pertama di Indonesia. Tapi, memang nggak dapat predikat terbaik se-Asia Tenggara seperti yang didapatkan Banyumas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih banyak lagi hal yang bikin iri warga Cilacap terhadap Banyumas. Tapi, kopi saya sudah mau habis dan gorengannya tinggal remah-remahnya saja. Harus diakui semua ada plus minusnya. Apa pun keadaannya, saya cuma bisa berharap kelak Cilacap bisa maju dan berkembang seperti kota maju lainnya. Saya juga berharap ini bisa menjadi pengingat untuk pemimpin Cilacap selanjutnya. Bentar lagi Pilkada ye, kaaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fadilah Cahya Kartika<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Intan Ekapratiwi<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tanpa-kecamatan-sokaraja-banyumas-nggak-menarik-sama-sekali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Tanpa Kecamatan Sokaraja, Banyumas Hanyalah Remah-remah Kue Lebaran. Nggak Menarik Sama Sekali!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">cara ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai warga Cilacap, harus diakui kalau ada hal-hal di Kabupaten Banyumas yang bikin iri sekaligus gigit jari. Misalnya transportasi umum.<\/p>\n","protected":false},"author":2685,"featured_media":285966,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2858,2855,10004,20968,20545],"class_list":["post-280502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyumas","tag-cilacap","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-banyumas","tag-kabupaten-cilacap"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/280502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2685"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=280502"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/280502\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/285966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=280502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=280502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=280502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}