{"id":279904,"date":"2024-06-22T11:11:52","date_gmt":"2024-06-22T04:11:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279904"},"modified":"2024-06-22T14:23:55","modified_gmt":"2024-06-22T07:23:55","slug":"jalan-solo-ruas-jalan-yang-bikin-bingung-mahasiswa-baru-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-solo-ruas-jalan-yang-bikin-bingung-mahasiswa-baru-jogja\/","title":{"rendered":"Jalan Solo, Ruas Jalan yang Berpotensi Bikin Bingung Mahasiswa Baru Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a>, tayang artikel tentang \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-bantul-coret-bingung-termasuk-bantul-atau-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bantul coret<\/a>\u201d. Artikel ini memancing perdebatan seru di kolom komentar Instagram. Tahukah kamu, selain daerah, ada juga sebuah jalan di Jogja yang layak mendapat label \u201ccoret\u201d di belakangnya. Nama jalan yang saya maksud adalah Jalan Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saya kecil, ketika ingin pergi ke sebuah swalayan bernama <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jogja\/bisnis\/d-7358359\/kisah-gardena-jadi-pionir-toserba-di-jogja-sejak-1977\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gardena<\/a>, orang tua saya akan bilang \u201cke Jalan Solo\u201d. Maksudnya, orang tua akan berbelanja di sana. Kebiasaan itu melahirkan sebuah \u201cpengetahuan\u201d bahwa Gardena berada di Jalan Solo. Padahal, pengetahuan itu salah banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gardena, salah satu swalayan legendaris di Jogja, tidak beralamat di Jalan Solo. Swalayan tersebut, secara resmi, beralamat di Jalan Laksda Adisucipto. Kenapa kesalahan seperti ini bertahan selama bertahun-tahun? Padahal, kesalahan ini berpotensi biking bingung pendatang, khususnya mahasiswa baru di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cari gampangnya saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali, saya pernah menanyakan alasannya kepada bapak saya. Saya mengira akan mendapatkan jawaban yang ilmiah dan kental akan aroma historis. Ternyata jawabannya sangat sepele: \u201cYa cari gampangnya saja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya agak kesal mendapat jawaban kayak gitu. Namun, setelah saya renungkan, kebiasaan orang Jogja, atau orang Jawa pada umumnya memang begitu. Mereka mencari istilah yang lebih mudah dan cepat diucapkan, untuk istilah lain yang agak jelimet di lidah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimbang terlalu panjang mengucapkan Jalan Laksda Adisucipto, memang lebih enak bilang Jalan Solo. Dulu, ketimbang ribet bilang \u201cspoor\u201d dalam Bahasa Belanda, memang lebih nyaman bilang \u201cse-pur\u201d dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-jawa-surabaya-yang-sulit-diterjemahkan-ke-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa<\/a>. Ada juga \u201ckoelkast\u201d dalam Bahasa Belanda, jadi \u201ckul-kas\u201d dalam Bahasa Jawa, lalu resmi menjadi Bahasa Indonesia. Yah, mungkin saja, kebiasaan itu yang menjadi alasan. Koreksi ya kalau saya salah.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-solo-ruas-jalan-yang-bikin-bingung-mahasiswa-baru-jogja\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Jalan di Jogja memang banyak yang bikin bingung.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Jalan Solo itu sebenarnya apa?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, Jalan Solo adalah sebuah ruas jalan yang menghubungkan Jogja dengan Solo. Yah, meski di antara dua daerah ini tersempil daerah bernama Klaten, Delanggu, dan lain-lain. Namun, karena Jogja dan Solo dianggap \u201clebih besar\u201d ketimbang Klaten, ya nama jalannya jadi kayak gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mengintip Google Maps, Jalan Raya Solo Jogja dimulai dari pertemuan antara Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Janti berupa pertigaan. Setelahnya, atau ke arah timur, bernama resmi \u201cJalan Raya Solo Yogyakarta\u201d. Nah, gimana dengan Gardena tadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya nggak cuma Gardena. Ada banyak landmark penting yang akhirnya disebut berada di Jalan Solo juga. Misalnya, ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-membelah-kemacetan-di-depan-plaza-ambarrukmo-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ambarrukmo Plaza<\/a>, SMA De Britto, UIN Sunan Kalijaga, Empire XXI Cinema, hingga Galeria. Bahkan, ada yang lebih ekstrem dengan menyebut Jalan Solo itu antara perempatan Pasar Demangan ke barat sampai Galeria Mall saja. Aneh betul Jogja ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang Jogja Lebih enak menggunakan arah mata angin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah kecurigaan saya saja sih. Mungkin, sebetulnya, banyak orang Jogja itu nggak jago menghafal nama jalan. Kami lebih jago menyebut arah menggunakan nama mata angin. Dan, sebetulnya, ini berpotensi \u201cmenyesatkan\u201d pendatang atau mahasiswa baru di Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, ada yang tanya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-aturan-tidak-tertulis-di-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UGM<\/a> itu di mana. Ketimbang menyebut nama jalan, mayoritas orang Jogja akan menjawab gini: \u201cMas\/Mbak lurus saja dari Jalan Solo, ketemu Gramedia, nah UGM ada di UTARA-nya Gramedia itu tadi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau ada yang tanya alamat Universitas Duta Wacana. Jawabannya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMas\/Mbak belok kanan ketemu ril sepur, namanya Jembatan Lempuyangan, nah Duta Wacana itu di UTARA-nya Lempuyangan, SELATAN-nya perempatan Jalan Solo.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua ini terjadi karena orang asli Jogja \u201cdimanjakan\u201d oleh keberadaan Gunung Merapi (penanda utara). Jadi, lawannya Gunung Merapi, sudah pasti selatan. Kalau sudah gitu, timur dan barat kan jadi gampang ketemu. Dasar Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-gejayan-semakin-brengsek-karena-ulah-pemerintah-jogja-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Gejayan Semakin Brengsek karena Ulah Pemerintah Jogja Sendiri<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantul-sebuah-kabupaten-yang-terasing-dari-kemajuan-jogja\/\"><i>ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Solo adalah sebuah ruas jalan yang cuma lurus, tapi pasti bakal bingung para pendatang, khususnya mahasiswa baru di Jogja. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":279905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24761,6604,24763,24762,24069,21038,115,16104,195,5442,24764],"class_list":["post-279904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gardena","tag-gramedia","tag-jalan-janti","tag-jalan-laksda-adisucipto","tag-jalan-solo","tag-jalan-solo-jogja","tag-jogja","tag-lempuyangan","tag-ugm","tag-uin","tag-ukdw"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279904"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279904\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}