{"id":279866,"date":"2024-06-22T10:01:59","date_gmt":"2024-06-22T03:01:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279866"},"modified":"2024-06-22T14:35:43","modified_gmt":"2024-06-22T07:35:43","slug":"gor-situbondo-diberi-nama-bupati-aktif-nggak-masuk-blas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gor-situbondo-diberi-nama-bupati-aktif-nggak-masuk-blas\/","title":{"rendered":"Situbondo Punya Tokoh Besar dan Hebat, tapi Kenapa Harus Nama Bupati Aktif yang Dijadikan Nama GOR? Sejarahnya di Mana?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh senang rasanya mengetahui bahwa kota kecil kelahiran saya akhirnya memiliki sebuah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gor-soesoe-purwokerto-keren-berkat-trik-rektor-unsoed\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gedung Olahraga<\/a> atau GOR yang layak. GOR yang pantas menjadi host dari berbagai event, baik regional bahkan nasional bakal dibangun di Situbondo. Sungguh bangga sekali rasanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun berandai-andai, nama apa yang hendak disematkan kepada ikon Situbondo itu nantinya. Apakah menggunakan nama-nama tokoh besar dan hebat asal Situbondo seperti KH As\u2019ad Syamsul Arifin, atau minimal pakai nama umum seperti Situbondo Sport Garden. Nanti disingkat SSG kan keren, toh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saya akhirnya bingung ketika nama yang dipilih bukannya nama-nama tokoh besar dan hebat asal Kota Santri Pancasila. Atau setidaknya nama-nama yang menggambarkan Situbondo secara umum, deh. GOR tersebut nantinya malah pakai nama pribadi. Namanya GOR Bung Karna, diambil dari nama Bupati aktif Situbondo, Karna Suswandi. Nama itu juga sudah diresmikan pada groundbreaking pembangunan pada Rabu kemarin (19\/6\/24). Lho, kok ya bisa, sejarah dan nilainya dimana?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tidak ada makna dan muatan sejarah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bicara nama, tentu masih lebih banyak tokoh yang lebih layak untuk digunakan namanya sebagai ikon wilayah seperti GOR Situbondo. Ada KH As\u2019ad Syamsul Arifin, seorang ulama masyhur yang jasa dan sumbangsihnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Beliau adalah penyampai pesan Kiai Cholil Bangkalan kepada Kiai Hasyim Asy\u2019ari. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan yang disampaikan KH As\u2019ad juga menjadi salah satu jejak sejarah dari lahirnya Jam\u2019iyah Nahdlatul Ulama yang kita ketahui hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, KH As\u2019ad melalui <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-upi-bandung-menolak-kosan-ngeri-pergaulan-bebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pesantrennya<\/a>, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo juga telah berdedikasi besar terhadap perkembangan bangsa. Jutaan santri dan alumni Sukorejo juga telah banyak berdedikasi dan bersumbangsih untuk bangsa. Maka tidak heran dalam peringatan 1 abad NU, Sukorejo mendapat penghargaan Pondok Pesantren Berusia Lebih 1 Abad.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atas dasar itu, tentu lebih bijaksana dan relevan jikalau nama KH As\u2019ad Syamsul Arifin dijadikan sebagai wajah dari ikon Situbondo, alih-alih menggunakan nama bupati aktif saat ini. Ndak masuk. Makna dan sejarahnya tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gor-situbondo-diberi-nama-bupati-aktif-nggak-masuk-blas\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Bandingkan diri dengan Soekarno&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Bandingkan diri dengan Soekarno<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebuah catatan menarik di balik penamaan GOR Bung Karna di Situbondo. Dalam sesi doorstop dengan media usai groundbreaking, Bupati Situbondo memberikan tanggapan soal kontroversi penamaan ikon daerah itu. Dalam sesi tersebut, Bupati membandingkan pembangunan GOR itu dengan Gelora Bung Karno yang dibangun oleh Presiden Soekarno. Begini kurang lebih ungkapannya seperti dikutip dari <a href=\"https:\/\/surabaya.kompas.com\/read\/2024\/06\/20\/074454478\/situbondo-bangun-gor-bung-karna-legislator-namanya-tak-punya-nilai-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kompas<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tidak ada pelarangan nama itu, Gelora Bung Karno dibangun oleh Pak Karno, pakai dana APBN dan tidak ada yang protes, yang protes itu sebenarnya bangga juga, cuma karena iri dengki hasut akhirnya seperti itu,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, membandingkan diri dengan Ir. Soekarno itu sungguh perbandingan yang sangat tidak apple to apple. Gelora Bung Karno dibangun atas dedikasi besar seorang tokoh Proklamator bangsa. Bung Karno juga telah memberikan sumbangsih besar sehingga bangsa Indonesia diakui kemerdekaannya.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya diakui oleh bangsa sendiri, banyak tokoh dari luar negeri bahkan mengakui kepiawaian dan dedikasi Soekarno untuk Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, prestasi dan dedikasi Bupati untuk Situbondo apa saja hingga namanya dipakai untuk ikon daerah seperti GOR Situbondo? <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/umk-situbondo-terendah-di-jawa-timur-karena-ulah-rakyatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK terendah se-Jawa Timur<\/a>? Entah itu prestasi atau apalah namanya. Chuaksss.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begini sih bukan lagi apple to apple, ya. Sudah terlalu jauh perbandingannya. Maunya sih bilang Baina Sama&#8230; Wa Sumur\u2026 Tapi takut kena gugat pakai UU ITE. Hehehe.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pemilihan nama GOR Situbondo sebagai ikon daerah cacat secara hukum<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, pemilihan nama GOR Bung Karna di Situbondo ini sebenarnya cacat secara hukum. Jikalau kita merujuk kepada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, BAB II, Pasal 3, Poin (g) yang berbunyi \u201cMenghindari penggunaan nama orang yang masih hidup dan dapat menggunakan nama orang yang sudah meninggal dunia paling singkat 5 (lima) tahun terhitung sejak yang bersangkutan meninggal dunia\u201d jadi tidak pas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini orangnya masih hidup, masih aktif menjabat sebagai Bupati Situbondo juga. Kalau pembangunan GOR menggunakan dana pribadi ya ndak masalah. Duek dewe, yakan. Masalahnya ini pakai APBD, ketentuannya juga sudah jelas, kok ya bisa pakai nama sendiri. Substansinya itu, lho. Ndak masuk blas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun mengecek nama calon ikon daerah Situbondo itu di Sistem Informasi Nama Rupabumi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gagal-pahamnya-kemenkumham-jatim-yang-asal-jiplak-ikon-dan-simbol-dari-squid-game\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kementerian Hukum dan HAM<\/a>. Beruntung, nama tersebut belum terdaftar secara resmi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sesuai dengan PP Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, Paragraf 3, Pasal 12, Ayat (3) yang berbunyi &#8220;Pihak lain dapat mengusulkan pemberian Nama Rupabumi melalui Badan, kementerian\/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, atau Pemerintah Daerah kabupaten\/kota&#8221;, saya hendak mengusulkan perubahan atas nama ikon daerah tersebut. Situbondo punya banyak tokoh hebat yang dedikasinya sudah terbukti dan tidak perlu dipertanyakan lagi, sungguh bijaksana dan bangga rasanya jika tokoh-tokoh\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut diabadikan sebagai ikon daerah Situbondo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh seperti KH As&#8217;ad Syamsul Arifin tentu bisa dijadikan sebagai opsi nama GOR yang menjadi ikon daerah Situbondo itu. Nama tersebut juga bisa mengingatkan warga Situbondo terhadap perjuangan, semangat, dan dedikasi yang sudah beliau tunjukkan sepanjang perjalanan hidupnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Agus Miftahorrahman<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-berhenti-di-situbondo-jalan-tol-probowangi-harus-beneran-lanjut-sampai-banyuwangi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Situbondo patut bangga, akan dibangun GOR yang menjadi ikon daerah. Tapi, kenapa GOR tersebut diberi nama bupati yang aktif menjabat.<\/p>\n","protected":false},"author":2155,"featured_media":279878,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[24758,24757,10709],"class_list":["post-279866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bupati-situbondo","tag-gor-situbondo","tag-situbondo"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2155"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}