{"id":279820,"date":"2024-06-21T15:52:58","date_gmt":"2024-06-21T08:52:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279820"},"modified":"2024-06-23T11:19:21","modified_gmt":"2024-06-23T04:19:21","slug":"warung-madura-bernama-madura-kitchen-sukses-jajah-london","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-bernama-madura-kitchen-sukses-jajah-london\/","title":{"rendered":"Madura Kitchen, Warung Madura yang sukses Menginvasi Kota London Malah Kena Nyinyir Orang Indonesia Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat membuka <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/grup-fb-alasan-terberat-untuk-meninggalkan-facebook\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Facebook<\/a>, saya menemukan sebuah fanspage. Salah satu unggahan yang sungguh menarik berkisah tentang warung Madura yang buka London, Inggris!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang punya warung memberi nama \u201cMadura Kitchen\u201d. Lokasinya ada di 97 High Road, Willesden, London. Iseng-iseng saya membuka kolom komentar. Eh, ada yang bilang \u201clebay\u201d.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bingung dengan kata lebay itu. Yang lebay siapa? Bagi saya, tidak ada yang berlebihan dari unggahan itu. Malah menggambarkan daya juang orang kita sendiri. Semua positif, justru aneh kalau ada yang nyinyir.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukti keuletan dan kekuatan bertahan hidup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung Madura, menurut saya, nggak ada bedanya dengan tempat belanja lain. Fungsinya sama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan warga. Tujuannya juga sama, yaitu untuk mengais rejeki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, ketika ada yang bilang lebay, tentu saja malah sangat aneh. Pandangan macam apa itu? Ada orang berusaha secara halal dan positif kok kena nyinyir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan warung Madura di London justru semakin <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-dianggap-menjajah-jogja-guyonan-paling-lucu-abad-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mempertegas jiwa-jiwa keuletan<\/a> orang pulau garam di mana saja mereka berada. Mereka mencari rezeki lewat jalan yang benar. Mereka juga nggak takut bersaing dengan toko-toko modern dan kelas kakap di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Oya, perlu saya tegaskan di sini kalau Madura Kitchen adalah warung makan, ya. Ia bukan toko kelontong seperti yang biasa kita temui di berbagai kota di Indonesia. Cuma, biar gampang menyebut di sini, kita sepakati saja menggunakan istilah &#8220;warung Madura&#8221;.<\/p>\n<h2><b>Berbagi cita rasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya mencoba menerka salah satu alasannya membuka bisnis di London. Tentu saja karena mereka ingin berbagi cita rasa makanan atau kuliner khas Madura, dan mungkin Indonesia, bagi warga lokal maupun wisatawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itu sangat menguntungkan sekali. Karena selain bisa memasarkan masakan atau jualannya ke orang asing, juga membantu orang lain tak perlu jauh-jauh ke Madura jika ingin sate, <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jatim\/kuliner\/d-6282150\/resep-kaldu-kokot-khas-madura\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kaldu kokot<\/a>, maupun soto. Cukup pergi Willesden saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Omset warung Madura di London mungkin lebih gede ketimbang di Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Per 21 Juni 2024, nilai mata uang Inggris, poundsterling, sama dengan Rp20 ribu. Ini menarik. Mengingat warung Madura di London itu jika melihat namanya \u201cMadura Indonesian Authentic Cuisine\u201d yang dijual adalah masakan, atau lebih dominan ke makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Madura, harga makanan itu bisa dibilang terjangkau. Setahu saya, paling mahal Rp20 sampai Rp25 ribu. Itu sudah dapet dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-kampul-minuman-khas-solo-mengalahkan-perdebatan-es-teh-dan-es-jeruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es teh<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak makanan macam nasi pecel dan lalapan seharga Rp13 sampai Rp17 ribu. Apalagi sate saja, bisa harga bisa Rp5 sampai 10 ribu tergantung jumlah pembelian. Nah, ketika jualan di London, saya yakin, harganya bisa naik 2 kali lipat. Itu kalau laku, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau melihat dari angka memang menjanjikan. Namun, tetap harus mempertimbangkan soal biaya bahan baku, sewa bangunan, pajak, dan lain sebagainya. Kalau dari angka saja, kayaknya memang menjanjikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tentang sudut pandang warung madura di London<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada baiknya kita berpikir begini. Jika di Indonesia, ada warung bernama \u201cwarung asli Manchester, masakan khas Inggris\u201d misalkan, tentu saja bakal menarik pelanggan. Tak perlu branding berlebihan, sebab kita sudah penasaran seperti apa rasa masakannya. Tanpa tahu rasanya, kita boleh tertarik karena nama warungnya dari luar negeri.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti adanya warung Madura di London. Bisa jadi warga sana akan tertarik mencicipi makanan khas kita. Bagi mereka, penasaran, macam apa rasanya masakan luar negeri dari Madura, Indonesia. Karena tertarik, tak sedikit yang membeli.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bonusnya, nama Indonesia dan Madura mendunia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, yang bangga bukan cuma orang Madura, tapi Indonesia secara umum. Pasalnya, jika ditanya sama warga sana, misalnya \u201cIni nama apa? Nama cabang apa orangnya, ya?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNama pulau\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi mana?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIndonesia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, nama Indonesia dan Madura mendunia karena adanya warung Madura di London. Kalau sudah begitu, sisi lebay-nya di mana? Orang kok aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Zubairi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keunikan-warung-madura-di-tengah-gemerlapnya-ibu-kota\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Madura Kitchen mampu mempromosikan nama Indonesia di London, Inggris. Namun sayang, warung Madura ini kena nyinyir orang kita sendiri.<\/p>\n","protected":false},"author":1367,"featured_media":279991,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[6333,5020,24770,24769,16221,24771],"class_list":["post-279820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-inggris","tag-madura","tag-madura-kitchen","tag-madura-kitchen-london","tag-warung-madura","tag-warung-madura-buka-di-london"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1367"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279820"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279820\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}