{"id":279623,"date":"2024-06-20T12:27:54","date_gmt":"2024-06-20T05:27:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279623"},"modified":"2024-06-20T12:27:54","modified_gmt":"2024-06-20T05:27:54","slug":"ngunduh-mantu-di-desa-itu-arisan-bergilir-berkedok-persaudaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngunduh-mantu-di-desa-itu-arisan-bergilir-berkedok-persaudaraan\/","title":{"rendered":"Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikah adalah momen terindah dalam kehidupan seseorang. Salah satunya karena ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pesta-pernikahan-orang-lain-bukan-ajang-peragaan-busana-stop-tampil-heboh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pesta pernikahan<\/a>. Pengantin akan menjadi raja dan ratu dalam sehari. Makanya nggak heran jika banyak orang yang rela mempersiapkan pesta pernikahannya sebaik mungkin. Bahkan ada yang sampai mau ngunduh mantu dengan biaya besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa, cukup sering pesta pernikahan dibuat semewah mungkin. Namun sayang, terjadi perubahan tujuan dari pesta pernikahan dan ngunduh mantu. Pesta pernikahan jadi seperti arisan saja. Jadi, seolah-olah, harus \u201cmengembalikan\u201d sejumlah nominal atau barang yang dulu didapat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa alasan yang menjadikan acara pernikahan dan ngunduh mantu hanya sebatas arisan berkedok persaudaraan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Memberikan sumbangan sesuai nominal yang pernah diberikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat akan datang ke kondangan, ada hal yang biasanya dilakukan. Sebelum berangkat, biasanya akan mengingat dulu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-motivasi-orang-yang-hadir-kondangan-dengan-amplop-kosong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nominal uang yang pernah disumbang untuknya<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya begini. Jika orang yang punya hajatan pernah ngamplop Rp100 ribu, maka saat orang tersebut ngunduh mantu, tamu yang diundang akan mengisi amplopnya dengan uang Rp100 juga. Nah, sistem seperti ini mirip dengan arisan, kan? Padahal menyumbang ya sesuai kemampuan saja dan yang penting ikhlas.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Mencatat nama-nama yang \u201cngamplop\u201d waktu ngunduh mantu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal unik lainnya adalah kebiasaan saat membuka amplop setelah ngunduh mantu selesai. Di desa, biasanya ketika membuka amplop ada dua orang yang bertugas. Pertama, orang yang bertugas buka amplop. Kedua, yang bertugas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebiasaan-di-hajatan-pedesaan-yang-nggak-masuk-akal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mencatat hasil amplop<\/a> yang diterima beserta nama yang menyumbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, bukunya juga bukan sembarang buku. Bukunya sih seringnya buku baru, sehingga dari awal sampai akhir berisi nama undangan dan isian amplopnya. Jadi, kelak kalau gantinya menyumbang, nggak lupa nominal dan siapa yang menyumbang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Barang diganti barang dan uang diganti uang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa, ada dua jenis pemberian ketika ngunduh mantu. Pertama berupa uang dan yang kedua berupa kandhi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandhi ini biasanya dibawa oleh seorang perempuan. Isiannya adalah hasil bumi atau makanan pokok. Misalnya beras, minyak goreng, telur, bihun, kelapa, gula, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah untuk berasnya juga beragam, sebojog, setengah bojog, atau bahkan sak sak (25 kg). Untuk kandhi, juga ada buku tersendiri lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukunya digunakan untuk mencatat siapa saja yang membawa kandhi dan apa saja yang dibawanya. Hal ini digunakan untuk \u201cmatutke\u201d atau menyesuaikan ketika akan mengembalikan ke yang pernah disumbang ketika ngunduh mantu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Acara ngunduh mantu menjadi milik orang tua, karena tamu kebanyakan dari pihak orang tua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Undangan pesta pernikahan atau ngunduh mantu ini biasanya hanya 20% tamu dari si pengantinnya. Sementara itu, 80% lainnya adalah tamu dari pihak orang tua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bukan tanpa alasan. Undangan itu ada karena ikatan persaudaraan yang masih kuat dalam sistem kekerabatan di desa-desa. Makanya biasanya yang menyapa tamu adalah orang tua karena yang datang biasanya saudara-saudara yang sudah lama tak jumpa. Oleh karena itu, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Resepsi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">resepsi pernikahan<\/a> anak seringnya menjadi ajang temu kangen dan nostalgia bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah potret pernikahan dan ngunduh mantu di desa. Semakin mewah, biasanya akan semakin banyak pula cashback-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan amplop atau sumbangan sesuai nominal yang diberikan memang terlihat tabu. Terutama jika dibicarakan secara blak-blakan. Namun, sepertinya tujuan itu untuk \u201cmatutke\u201d atau memantaskan dengan yang pernah diberikan oleh orang lain sebagai bentuk saling menghargai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi seperti ini sepertinya masih akan tetap berlanjut karena ya sama-sama mutualan alias saling menguntungkan. Meskipun banyak celahnya, sering diperdebatkan, dan dianggap cuma sebatas arisan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tips-sukses-menyelenggarakan-resepsi-pernikahan-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Tips Sukses Menyelenggarakan Resepsi Pernikahan di Rumah<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngunduh mantu di desa jadi seperti arisan saja. Jadi, seolah-olah, harus \u201cmengembalikan\u201d sejumlah nominal atau barang yang dulu didapat.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":279655,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[24730,23324,4920,16165,2758,24729],"class_list":["post-279623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-amplop-pernikahan","tag-ngunduh-mantu","tag-pesta-pernikahan","tag-resepsi","tag-resepsi-pernikahan","tag-sumbangan-nikah"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}