{"id":279511,"date":"2024-06-19T17:01:15","date_gmt":"2024-06-19T10:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279511"},"modified":"2024-06-19T18:23:57","modified_gmt":"2024-06-19T11:23:57","slug":"bus-ekonomi-madura-surabaya-bikin-saya-kapok-naik-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bus-ekonomi-madura-surabaya-bikin-saya-kapok-naik-lagi\/","title":{"rendered":"Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya pikir ulang seribu kali kalau mau naik bus ekonomi Madura-Surabaya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang tidak tahan banting dan punya kesabaran setipis tisu sebaiknya hindari naik bus ekonomi Madura-Surabaya. Harga bus ini memang bersahabat, hanya Rp60.000 saja per orang. Namun, sepanjang perjalanan Madura-Surabaya kalian akan menderita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara fisik bus ekonomi Madura-Surabaya bikin geleng-geleng kepala. Armadanya jadul dan tidak terawat. Beberapa bagian bahkan sudah keropos. Saking mengenaskannya, kekasih saya sempat berkomentar ketika mengantar ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/tukang-gendam-terminal-bungurasih-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Bungurasih<\/a>, \u201cItu bus ekonomi Madura masih layak jalan, ta?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Armada bobrok nggak layak mengaspal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir saya mengendarai bus ekonomi Madura-Surabaya adalah minggu lalu. Saya terpaksa memilih bus yang satu ini karena sedang tidak ada bus nonekonomi yang berangkat pukul 5 pagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya benar-benar kapok. Satu jam perjalanan masih aman. Namun, setelah menyentuh Pamekasan, bus berhenti karena ada suara berdesing dari bagian mobil. Kebetulan saya duduk di depan, jadi tahu percakapan para kru. Kata sopirnya, dinamo busnya memang lagi bermasalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya semakin was-was ketika bus memasuki <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Medaeng,_Waru,_Sidoarjo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Medaeng<\/a>. Kondektur berkata pada sopir bus bahwa dirinya tidak menyangka bus bisa sampai di Sidoarjo dengan selamat.\u00a0 Mendengar percakapan itu timbul rasa kesal di hati. Perjalanan ini seolah-olah dipaksakan, sangat tidak memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sikap kondektur dan sopir b<\/b><b>us ekonomi Madura-Surabaya<\/b><b>\u00a0nggak profesional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, saya tahu standar fasilitas bus ekonomi memang tidak akan sebaik kelas bus lain. Namun, profesionalitas kondektur dan sopir seharusnya tetap sama di kelas apapun. Menurut saya, layanan kru bus ekonomi Madura-Surabaya benar-benar bintang satu alias buruk sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang mengganggu sepanjang perjalanan adalah asap dari rokok yang dihisap oleh sopir dan kondektur. Bau rokok menyeruak dalam bus karena sopir dan kondektur nggak membuka jendela. Padahal tidak semua orang betah dengan bau dan asap rokok. Sopir dan kondektur itu benar-benar nggak memikirkan kenyamanan penumpang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan lainnya muncul saat bus berhenti di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pamekasan-madura-bukan-kabupaten-paling-maju-masih-ada-bangkalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Pamekasan<\/a>. Sopirnya minta penumpang tidak usah berlama-lama istirahat. Padahal saya dan penumpang lain ingin istirahat dan kencing. Awalnya, saya tidak terlalu kesal karena saya pikir mereka mengejar waktu agar segera sampai tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang seribu sayang, pikiran positif saya sirnah saat tiba di Sampang. Di sana, kondektur dan sopir berhenti cukup lama untuk makan. Saya dongkol bukan main. Bukannya tidak memperbolehkan kru makan, tapi kalau saya hanya ingin mereka juga menghormati keperluan penumpang untuk pipis dan istirahat. Persis seperti penumpang menghormati kebutuhan mereka untuk makan dan minum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seolah belum cukup menyiksa penumpang dengan armada dan pelayanan, cara berkendara bus ekonomi bikin jantung berdebar. Sopir mengendarai bus secara ugal-ugalan. Tidak peduli kendaraan dari arah yang berlawanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sedikit perjelas di sini ya. Tulisan ini bukan bermaksud menyasar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/po-bus-dengan-penggemar-paling-banyak-po-haryanto-jawaranya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perusahaan Otobus (PO)<\/a> tertentu. Saya rasa semua bus ekonomi Madura-Surabaya sama buruknya, tidak ada yang lebih baik. Sebagai penumpang saya hanya ingin bus-bus ekonomi ini semakin baik dari sisi armada maupun pelayanannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akbar Mawlana<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kereta-panoramic-cantik-dan-unik-tapi-menyimpan-kekecewaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya kapok naik bus ekonomi Madura-Surabaya karena ugal-ugalan, armadanya bobrok, serta layanan kondektur dan sopir yang tidak profesional. <\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":279536,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[483,19117,24722,5020,280,405],"class_list":["post-279511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus","tag-bus-ekonomi","tag-bus-ekonomi-surabaya-madura","tag-madura","tag-penumpang","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}