{"id":279233,"date":"2024-06-17T13:51:22","date_gmt":"2024-06-17T06:51:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279233"},"modified":"2024-06-17T13:51:22","modified_gmt":"2024-06-17T06:51:22","slug":"mie-ayam-jadi-menu-sarapan-itu-bukan-kebiasaan-aneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-jadi-menu-sarapan-itu-bukan-kebiasaan-aneh\/","title":{"rendered":"Di Mata Saya, Kebiasaan Orang Jakarta Sarapan Mie Ayam Nggak Terlalu Aneh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering mendengar desas-desus aneh seputar kebiasaan sarapan orang Jakarta. Konon, mereka begitu suka<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sarapan-mie-ayam-kebiasaan-orang-jakarta-yang-paling-aneh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> sarapan mie ayam<\/a> semacam mie ayam Wonogiri.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menekankan kata \u201ckonon\u201d pada desas-desus itu karena belum pernah langsung melihatnya. Hingga pada beberapa minggu lalu saya bepergian ke Jakarta untuk urusan kerja. Pada saat itu saya menyadari kalau desas-desus yang saya dengar benar adanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sekali pedagang mie ayam yang buka di pagi hari. Lebih mengejutkannya, pembeli yang mengantre begitu banyak. Kebiasaan sarapan mie ayam ini benar-benar seperti sarapan bubur ayam dan nasi uduk.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dipikir-pikir, mi jadi bahan sarapan bukan hal baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, mie ayam lebih cocok menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bento-ala-sekolah-jepang-vs-makan-siang-gratis-ala-kadarnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menu makan siang<\/a> atau dimakan sore hari. Itu mengapa saya mencoba menyelami pola pikir warga Jakarta yang tampak begitu senang sarapan dengan menu yang satu itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah merenung begitu dalam, saya berupaya berdamai dengan kenyataan warga Jakarta menjadikan mie ayam menu sarapan. Saya pikir nggak mie ayam jadi sarapan nggak aneh-aneh amat. Toh ada menu sarapan berbahan mie lain yang sering dijadikan sarapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak aneh dari mana sih, bang? jelas-jelas sarapan dengan mie ayam aneh bin ajaib.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang Bogor sarapan soto mie, tapi nggak dianggap aneh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh sebelum orang Jakarta sarapan mie ayam, orang Bogor sudah duluan sarapan dengan mi, lebih tepatnya soto mie. Panganan khat Kota Hujan ini entah mengapa lebih mudah diterima masyarakat, padahal sama-sama menggunakan mie.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian akan berkomentar, \u201cTapi itu kan soto, bang. Di Semarang, orang-orang sarapan pakai soto.\u201d Iya, saya tahu mie tersebut terdapat dalam semangkuk soto. Namun ingat, Soto Semarang berbeda jauh dengan <a href=\"https:\/\/www.tribunnewswiki.com\/2023\/02\/21\/soto-mie-bogor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soto Mie Bogor<\/a> lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto Semarang itu kuahnya bening dan rasanya ringan. Berbeda dengan soto mie bogor yang berkuah kental dan rasanya kuat, masih pakai mie lagi. Pelengkapnya juga ada kikil dan risol.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari rasa dan tampilannya mie ayam dan soto mie bogor sama makanan berat yang sebenarnya lebih cocok dimakan siang hari. Namun, orang-orang lebih mudah menerima soto mie Bogor sebagai menu sarapan. Selain memang panganan khas, saya rasa penggunaan kata \u201csoto\u201d membuat makanan itu lebih mudah diterima sebagai menu sarapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mie ayam bisa jadi alternatif bagi kalian yang nggak cocok sarapan nasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya renungkan lagi sarapan mie ayam atau meni mie lain saat pagi hari sebenarnya sah-sah saja. Apalagi ada orang yang sebenarnya nggak cocok sarapan nasi. Banyak orang merasa begah kalau perutnya diisi nasi di pagi hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang seperti itu biasanya akan beralih memilih menu makanan lain seperti roti, oatmeal dan sereal. Namun, sarapan makanan itu setiap hari mungkin akan membosankan. Itu mengapa mie ayam muncul menu sarapan alternatif lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">kita sebenarnya nggak berhak men-judge kebiasaan makan orang lain. Kalau seperti itu semua orang di muka ini aneh karena tidak semuanya memiliki kebiasaan yang seragam. Jadi, pada intinya, mau sarapan apa saja silakan. Asal tahu konsekuensi terhadap tubuh dan kesehatan. Karena apa-apa yang kita konsumsi bisa jadi sumber kesehatan atau penyakit pada tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-untuk-makan-malam-ini-harusnya-jadi-menu-sarapan\/\"><b>Kuliner untuk Makan Malam Ini Harusnya Jadi Menu Sarapan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mie ayam untuk sarapan bukan kebiasaan aneh. Bahan mi juga ada di menu sarapan lain seperti soto mie bogor. Malah bisa jadi alternatif nasi. <\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":279320,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[529,12228,796,13636,6103,24693],"class_list":["post-279233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-jakarta","tag-menu-sarapan","tag-mie-ayam","tag-orang-jakarta","tag-sarapan","tag-soto-mie-bogor"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279233\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}