{"id":279215,"date":"2024-06-16T11:57:24","date_gmt":"2024-06-16T04:57:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279215"},"modified":"2024-06-17T09:31:39","modified_gmt":"2024-06-17T02:31:39","slug":"naik-motor-kasihan-seturan-wujud-nyata-derita-orang-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-motor-kasihan-seturan-wujud-nyata-derita-orang-jogja\/","title":{"rendered":"Orang Paling Menderita di Jogja Adalah Mereka yang Tinggal di Kasihan Bantul tapi Kuliah atau Bekerja di Seturan Sleman, Naik Motor Pula"},"content":{"rendered":"<p><em>Inilah penderitaan warga Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta) yang nglaju dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul. Menyiapkan mental, skill berkendara, dan uang wajib banget dilakukan. Mereka adalah orang-orang yang patut dikasihani.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup sebagai warga Jogja memang menantang. Khususnya mereka yang harus menempuh jarak begitu jauh untuk menuju kantor, sekolah, hingga kampus. Ya gimana, kendaraan pribadi, khususnya motor, mendominasi jalanan Jogja. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rute-trans-jogja-nggak-ramah-untuk-daerah-pelosok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sudah begitu, transportasi umum tidak menjangkau \u201cwilayah pelosok\u201d.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing. Dan kali ini, saya mau menggarisbawahi penderitaan para pemotor sekaligus kaum penglaju warga Jogja, khususnya yang tiap hari pulang-pergi Kasihan Bantul dan Seturan Sleman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh yang paling gampang adalah warga Jogja yang tinggal di<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Kasihan dan kuliah di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) atau orang Seturan yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita harus mengapresiasi perjuangan mereka. Sebab, walaupun masih sama-sama di Jogja, mereka harus melakukan perjalanan yang nggak mudah tiap harinya. Berikut saya rangkumkan penderitaan pemotor yang melakukan perjalanan dari Seturan ke Kasihan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengeluaran warga Jogja untuk<\/b><b> biaya transportasi sudah pasti membengkak<\/b><\/h2>\n<p>Warga Jogja yang ingin menempuh jalur <span style=\"font-weight: 400;\">Kasihan Bantul dari Seturan Sleman, seenggaknya harus melintasi setengah dari total panjang ringroad. Iya, beneran, setengahnya ringroad dengan jarak kurang lebih 20 kilometer. Jadi, paling nggak, sepanjang 20 kilometer, pemandangannya cuma 1 jalan besar yang dibagi jadi 4 dengan separator putih-hitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, seorang pengendara harus menempuh jarak 40 kilometer tiap hari untuk pulang-pergi Kasihan Bantul dari Seturan Sleman. Sudah bisa dipastikan mereka ini kelompok warga Jogja yang paling rajin setor muka dan tangki bensin ke SPBU. Penghasilan atau uang saku yang harusnya bisa disisihkan untuk kebutuhan lain malah harus dipakai untuk beli bensin paling nggak 2-3 kali per minggu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sepanjang perjalanan Kasihan Bantul dari Seturan Sleman melewati jalur bencana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTiap hari PP 40 kilometer palingan cuma bosen karena pemandangannya itu-itu aja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah. Selain memang bikin bosan dan jenuh, menempuh perjalanan dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul itu juga menguji adrenalin karena harus melewati jalur bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap hujan turun dengan deras, daerah Seturan hampir selalu kebanjiran. Betapa menyebalkannya harus menerobos banjir yang kadang airnya bisa sampai ke dek motor. Belum lagi Seturan yang sudah biasa macet itu jadi semakin macet saat hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, warga Jogja yang naik motor menuju Kasihan Bantul juga harus senantiasa mengenakan masker. Kalau bisa sih yang tebal atau dobel. Pasalnya, di banyak titik di sekitar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ringroad-jogja-menyebalkan-bikin-saya-malas-melewatinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur lambat ringroad<\/a>, banyak tumpukan sampah. Kadang sampahnya berhamburan sampai ke jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tiga pilihan rute yang semuanya nggak menguntungkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa tiba di Kasihan Bantul, pemotor dari Seturan Sleman punya beberapa pilihan rute. Tiga rute utama melewati jalan-jalan yang tergolong besar. Akan tetapi, semua rute ini sudah pasti hampir merugikan warga Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, melintasi ringroad memerlukan 2 skill. Pertama, mempertahankan kecepatan kendaraan sesuai rambu-rambu lalu lintas. Kedua, menjaga agar penglihatan selalu awas. Skill yang kedua ini wajib banget karena ada banyak jebakan alias lubang-lubang. Kalau sudah malam atau habis turun hujan, berkamuflaselah lubang-lubang itu jadi serupa jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur selanjutnya adalah jalan dalam kota Jogja. Lebih aman, tapi nggak cocok buat pemotor yang terburu-buru. Berikut rinciannya:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Melalui ringroad utara dan barat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringroad utara dan ringroad barat relatif lebih ramai dibandingkan ringroad selatan dan timur bagi warga Jogja. Kapan saja, entah siang maupun malam, rute ini selalu penuh oleh kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor. Waktu tempuh yang diperlukan jadi jauh lebih lama kalau memilih lewat jalur ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun rute pertama ini lebih bersih dibandingkan rute ringroad timur dan selatan, kondisi jalannya lebih menantang. Begitu sampai di daerah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gamping,_Sleman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gamping<\/a>, wih, mantap sekali jalannya. Jalur lambatnya nggak rata! Maka dari itu pengendara yang lewat harus berhati-hati karena banyak sekali terjadi kecelakaan di daerah ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Melintasi ringroad timur dan selatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya pengendara Kasihan Bantul dan Seturan Sleman bermental baja (atau lebih tepatnya nekat) yang memilih rute ringroad timur dan selatan. Rute ini menyeramkan kalau sudah malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerangannya yang kurang menjadikan jalur ini sering \u201cdiambil alih\u201d oleh remaja-remaja ndugal. Yaps, daerah ini banyak sekali kasus klitihnya. Kalau pun bukan klitih, banyak juga remaja usia sekolah yang melakukan konvoi malam-malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rute ini sebenarnya ramai, tapi lebih karena banyak bus antarkota dan truk, bukan kendaraan pribadi. Agak serem sih ya kalau warga Jogja harus berkendara sebelahan sama bus dan truk besar, apalagi kalau harus mendahului atau menyeberang di depannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Warga Jogja mencoba lewat jalur dalam kota<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalo ringroad berbahaya, tinggal lewat dalam kota aja kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang betul bahwa jalan dalam kota Jogja relatif lebih aman. Tapi pengendara bakal tetap merasakan takut, tepatnya takut terlambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Macetnya jalan dalam kota Jogja tuh menguji kesabaran dan skill berkendara. Pemotor dari Seturan Sleman dan Kasihan Bantul harus melewati Jalan Laksda Adisucipto ke jalan HOS Cokroaminoto dan ke Jalan Wates. Titik macetnya ada banyak banget. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lippo-plaza-jogja-yang-hidup-segan-mati-tak-mau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tapi yang paling legend sudah pasti kemacetan di depan Lippo. Langganan banget jadi tempat motor dan mobil antre nungguin lampu hijau.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu. Kalau kita lewat dalam kota, lampu merah yang harus kita lewati dari Seturan sampai Kasihan minimal ada 13! Dan salah satu di antaranya adalah Bangjo Pingit yang terkenal lama banget durasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah penderitaan warga Jogja yang nglaju dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul. Menyiapkan mental, skill berkendara, dan uang wajib banget dilakukan. Sudah gitu di jalan harus melintasi jalan yang entah ramai dan macet atau gelap dan berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seturan-jogja-bekas-kerajaan-jin-yang-kini-jadi-surga-kos-lv\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seturan Jogja: Bekas Kerajaan Jin yang Kini Jadi Surganya Coffee Shop dan Kos LV<\/a><\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah penderitaan penglaju dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul. Menyiapkan mental, skill berkendara, dan uang wajib banget dilakukan.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":279216,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11998,5766,8961,115,24539,5193,24676,23861,17205,24675,7235],"class_list":["post-279215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangjo-pingit","tag-bantul","tag-jalan-rusak","tag-jogja","tag-kasihan-bantul","tag-klitih","tag-ringroad-barat","tag-ringroad-utara","tag-seturan","tag-seturan-sleman","tag-sleman"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279215"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279215\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}