{"id":279110,"date":"2024-06-15T12:22:33","date_gmt":"2024-06-15T05:22:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=279110"},"modified":"2024-06-15T12:22:33","modified_gmt":"2024-06-15T05:22:33","slug":"5-makian-kasar-dan-enak-didengar-untuk-benjamin-netanyahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-makian-kasar-dan-enak-didengar-untuk-benjamin-netanyahu\/","title":{"rendered":"5 Makian Paling Kasar dan Paling Enak Didengar untuk Si Biadab Benjamin Netanyahu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benjamin Netanyahu memang biadab. Dia bukan manusia dan sudah jelas tidak berperikemanusiaan. Dia itu sebenarnya adalah berak iblis neraka yang menjelma sebagai manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benjamin Netanyahu mungkin jadi alasan Tuhan merasa menyesal menciptakannya ke dunia. Dia bukan dari tanah atau segumpal darah, tapi dari ceceran berak iblis di neraka. Dan Tuhan pun pasti sudah menyiapkan tempat khusus baginya di neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak terhitung kejahatan yang dilakukan Benjamin Netanyahu sejak menjabat sebagai perdana menteri Israel. Sudah tidak terhitung pula berapa banyak nyawa yang hilang akibat komandonya. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alkitab-tidak-memaklumi-penjajahan-israel-atas-palestina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warga Palestina jadi pihak yang paling banyak menanggung korban akibat genosida<\/a> dan kejahatan Netanyahu. Tapi apakah itu membuat Netanyahu terketuk hatinya? Jelas tidak, karena dia tidak punya hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gugatan dari Mahkamah Pidana Internasional, kecaman dari berbagai pemimpin dunia, hingga demonstrasi dari warga Israel sendiri bahkan tidak mampu membuat Netanyahu menyadari apa yang telah diperbuatnya. Dia tetap congkak. Khas tabiat iblis. Dia bahkan menyebut pihak-pihak yang mengecamnya sebagai pihak yang kurang ajar, sok pahlawan, hingga disebut sebagai antisemit. Menjijikkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selagi terus menyebarkan awareness tentang genosida di Palestina, kita juga harus menyelipkan makian ke Benjamin Netanyahu. Apalagi kita ini orang Indonesia, negara yang punya banyak sekali makian yang kasar, berbeda-beda di setiap daerah, yang sepertinya cocok banget ditujukan ke wajah hina Netanyahu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, inilah beberapa makian yang sepertinya pas untuk si hina dan si biadab Benjamin Netanyahu.<\/span><\/p>\n<h2><b style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;\">#1 Mbokne Ancok!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebaiknya-bahasa-jawa-jateng-dan-jatim-tidak-usah-dibanding-bandingkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jancok<\/a>\u201d sudah terlalu pop dan kerap jadi bahasa keakraban alih-alih makian. Maka dari itu, \u201cmbokne ancok\u201d mungkin lebih enak dan lebih nendang kalau dipakai sebagai makian. Apalagi objek makiannya adalah sosok Benjamin Netanyahu. Makian \u201cmbokne ancok\u201d ini kerap dipakai oleh orang-orang Surabaya, Malang, dan sekitarnya, wilayah yang masih tergolong dalam Budaya Arek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara makna, \u201cmbokne ancok\u201d ini mungkin kurang lebih mirip dengan makian \u201cputa madre\u201d dalam bahasa Spanyol. Bagi arek Suroboyo, atau arek Malang, makian \u201cmbokne ancok\u201d ini keluar kalau memang sudah kesal banget, atau marah banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, biasanya akan ada bogem mentah setelah makian \u201cmbokne ancok\u201d keluar dari mulut. Maka dari itu, berhubung kita ini sudah mangkel dan marah banget dengan Benjamin Netanyahu, mungkin kita perlu mulai menggunakan makian \u201cmbokne ancok\u201d ini setiap menyebut nama hina itu. <\/span><\/p>\n<h2><b style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;\">#2 Raimu kontol tok, Benjamin Netanyahu!\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRaimu kontol tok\u201d ini tidak hanya kasar, tapi juga sangat menghina, pantas jika diarahkan ke muka Benjamin Netanyahu. Coba bayangkan jika makian ini benar-benar terjadi, betapa hinanya orang yang dimaki itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kalau itu benar-benar terjadi kepada Netanyahu, rasanya oke-oke saja. Bayangkan, seluruh muka Netanyahu, mulai dari jidat, mata, pipi, sampai dagu, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Benjamin_Netanyahu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penuh kontol atau berbentuk seperti kontol<\/a>. Hina dan jijik sekali, bukan? Hina dan jijik, tapi sangat pantas<\/span><\/p>\n<h2><b style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;\">#3 Tuwek Bidhog!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makian ini sebenarnya berasal dari Bahasa Jawa dan sering diucapkan di daerah tempat saya tinggal di Kota Batu. Kalau kata \u201ctuwek\u201d artinya kan tua. Namun, saya sebenarnya tidak tahu arti harfiah kata \u201cbidhog\u201d ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulisannya pun juga belum jelas, apakah \u201cbidog\u201d, \u201cbidok\u201d, atau \u201cbidhog\u201d. Tapi, saya memakai penulisan \u201cbidhog\u201d agar pengucapannya lebih enak, puas, dan nendang. Tapi, \u201cbidhog\u201d ini kerap digunakan untuk menyebut dan memaki orang yang bodoh, dungu, keras kepala, keras hati, dan pokoknya semua hal buruk yang sudah nggak ketolong, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makian \u201ctuwek bidhog\u201d ini pantas banget ditujukan untuk Benjamin Netanyahu. Secara dia sudah tua, hina, bodoh, dungu, nggak berperikemanusiaan, keras kepala, dan juga keras hati. Pas banget, apalagi kalau diucapkan di depan muka Netanyahu yang menjijikkan itu.<\/span><\/p>\n<h2><b style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;\">#4 Lanang Kampang!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menemukan makian ini dari Bahasa Palembang, dan ternyata artinya cukup kasar. \u201cKampang\u201d dalam Bahasa Palembang punya arti anak haram. Dan saya menambahkan kata \u201clanang\u201d yang berarti laki-laki, sama seperti Bahasa Jawa. Kasar, kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tapi kalau ditujukan kepada si biadab Benjamin Netanyahu rasanya makian ini pantas banget. Coba deh ucapkan \u201cNetanyahu kampang!\u201d atau \u201cBenjamin Netanyahu lanang kampang!\u201d Asyik, kan?<\/span><\/p>\n<h2><strong>#5 Benjamin Netanyahu endog bonor!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya telur busuk, dan \u201cendog bonor\u201d ini sebenarnya bukan kata makian. Tapi, saya beberapa kali sering memakainya sebagai makian untuk orang-orang yang saya benci.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun bukan kata makian secara harfiah, \u201cendog bonor\u201d ini enak banget kalau dipakai untuk memaki. Bayangkan, kita memaki orang dengan makian yang artinya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mematahkan-mitos-putih-telur-yang-menyebalkan-di-istana-air-tamansari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">telur busuk<\/a>. Tahu sendiri bahwa telur busuk itu udah nggak bisa diapa-apain. Sudah nggak ada gunanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, makian \u201cendog bonor\u201d ini cocok banget kalau ditujukan kepada Benjamin Netanyahu. Dia memang seperti telur busuk, bau, nggak berguna, nggak ketolong, dan nggak bisa diapa-apain. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah membuangnya jauh-jauh, bahkan kalau perlu dibinasakan saja. Netanyahu pantas diperlakukan seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makian-makian di atas juga boleh ditujukan kepada selain Benjamin Netanyahu. Misalnya kepada IDF, propagandis Israel, atau kepada para cecunguk Hasbara juga silakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil memaki Netanyahu, kita juga perlu berdoa agar Netanyahu diberikan hidup yang sengsara oleh Tuhan. Semoga dia mendapat kematian yang menderita, seperti pendahulunya, Ariel Sharon, yang menderita dalam koma selama 8 tahun sebelum nyawanya sirna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/turi-tempat-terbaik-untuk-pensiun-di-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pedoman Singkat Memahami Penjajahan Israel untuk Golongan Netral dan Pemuja Zionis Goblok Sok Edgy<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makian \u201cRaimu kontol tok\u201d ini tidak hanya kasar, tapi juga sangat menghina, pantas jika diarahkan ke muka kontol Benjamin Netanyahu.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":279112,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12101,24656,8002,24658,24657,24655,646,21125],"class_list":["post-279110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-benjamin-netanyahu","tag-genosida-palestina","tag-israel","tag-makian-bahasa-daerah","tag-makian-khas-indonesia","tag-netanyahu","tag-palestina","tag-zionis"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279110"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279110\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}