{"id":278808,"date":"2024-06-12T22:40:46","date_gmt":"2024-06-12T15:40:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=278808"},"modified":"2024-06-13T13:34:56","modified_gmt":"2024-06-13T06:34:56","slug":"membayangkan-orang-tua-upin-ipin-masih-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-orang-tua-upin-ipin-masih-hidup\/","title":{"rendered":"Membayangkan Orang Tua Upin Upin Masih Hidup, Pasti Kehidupan Mereka Lebih Bahagia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan di Terminal Mojok berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/upin-ipin-yang-hidupnya-hancur-setelah-opah-meninggal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Membayangkan Kehidupan Upin Ipin setelah Opah Meninggal dan Menghilang dari Kehidupan Kak Ros<\/a>. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, tulisan itu sangat menarik. Saya jadi terpantik membayangkan skenario kehidupan Upin Ipin lainnya. Saya penasaran, bagaimana alur ceritanya kalau orang tua Upin Ipin masih hidup ya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton setia Upin dan Ipin pasti sudah tahu kalau duo kembar dan Kak Ros adalah yatim piatu. Di Kampung Durian Runtuh mereka hidup hanya bersama neneknya, Opah. Sehari-hari kehidupan Upin Ipin memang sederhana, tapi tidak pernah kekurangan. Upin, Ipin, dan Kak Ros masih bisa tumbuh dengan baik.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit fakta menarik, ternyata karakter Upin Ipin diceritakan yatim piatu karena ketidaksengajaan. Ini pernah disinggung dalam tulisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-misteri-upin-ipin-yang-jawabannya-sangat-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Misteri Serial \u201cUpin Ipin\u201d yang Selama Ini Bikin Penonton Penasaran, Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana<\/a>. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin dibuat yatim piatu karena alasan teknis saja yakni dikejar deadline. Membuat 2 tokoh baru bisa memakan waktu hingga 2 minggu, sementara jadwal tayang sudah dekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai saja waktu itu pihak produksi memiliki cukup waktu untuk membuat karakter emak dan bapak, bagaimana kelanjutan cerita Upin Ipin ya?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Upin, Ipin dan Kak Ros tidak akan tinggal di Kampung Durian Runtuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya kedua orang tua Upin, Ipin, dan Kak Ros masih hidup, mereka mungkin tidak akan hidup di Kampung Durian Runtuh. Seperti yang kita tahu, selama ini mereka hidup di sana karena tinggal bersama Opah. Saya yakin kalau orang tua mereka masih hidup, mereka akan sering pindah-pindah rumah karena pekerjaan emak dan abah. Masih ingatkan cerita Opah tentang abah yang bekerja sebagai tentara dan emak sebagai perawat? Pekerjaan sebagai tentara akan sering pindah rumah tergantung penugasan atasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Potret keluarga kecil bahagia dan berkecukupan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hidup bersama Opah, duo kembar dan Kak Ros tidak pernah kekurangan kasih sayang. Mereka bisa tumbuh sebagai anak-anak dan remaja yang bahagia. Namun, saya membayangkan, kalau hidup bersama emak dan abah, kebahagiaan mereka akan bertambah-tambah lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kasih sayang, secara finansial kehidupan mereka akan lebih aman. Emak yang bekerja sebagai perawat dan abah sebagai tentara mampu memenuhi kebutuhan hidup primer hingga tersier. Nggak ada lagi cerita Upin dan Ipin harus bersusah payah membantu Opah dahulu untuk mendapat sebuah mainan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pendidikan mereka bakal terjamin. Cita-cita si kembar menjadi astronot akan didukung penuh. Begitu pula dengan impian Kak Ros yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, saya yakin bakal difasilitasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Merayakan hari Ibu dengan mengunjungi Opah, bukan ke pusara kuburan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini Upin, Ipin dan Kak Ros merayakan hari Ibu dengan mendatangi kuburan orang tua. Mereka mendoakan emak dan abah di pinggir pusara. Hari Ibu jadi salah satu episode yang begitu mengharukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya Emak dan Abah masih hidup, saya yakin episode hari Ibu akan berbeda. Mungkin vibes-nya lebih seperti rekreasi karena mereka akan berkunjung ke rumah Opah di <a href=\"https:\/\/upinipin.fandom.com\/ms\/wiki\/Kampung_Durian_Runtuh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kampung Durian Runtuh<\/a>. Mungkin juga hari ibu dirayakan secara lebih meriah di rumah atau di tempat-tempat favorit emak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Opah dan Tok Dalang bakal kesepian di Kampung Durian Runtuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, kalau emak dan abah masih hidup, duo kembar dan Kak Ros tidak akan tinggal di Kampung Durian Runtuh. Opah akan hidup sendiri dan kesepian. Sehari-hari dia hanya bekerja di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ah-tong-upin-ipin-tokoh-paling-berpengaruh-di-durian-runtuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebun karet milik Ah Tong<\/a> dan sesekali berharap dijenguk oleh anak cucunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya Opah saja yang kesepian, Atok Dalang pun merasakan hal yang sama. Dia akan mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari ngurus ayam hingga mengelola homestay. Padahal, biasanya, kegiatan-kegiatan itu dia lakukan bersama si kembar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Fizi tidak akan mem-bully Upin dan Ipin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin terakhir ini mungkin yang paling melegakan bagi pembaca. Kalau emak dan abah masih hidup saya yakin Fizi tidak akan mem-bully duo kembar dengan kata-katanya yang menyakitkan. Kalian masih ingat kan bagaimana Fizi nyeletuk Upin Ipin nggak punya surga karena sudah nggak punya ibu? Mendengar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/celetukan-nyelekit-fizi-upin-ipin-bikin-penonton-mengelus-dada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kata-kata dari Fizi yang nyelekit<\/a>, Upin dan Ipin murung, menangis sesenggukan dan mengadu kepada Opah. Gara-gara ucapan itu, Fizi sempat dilabeli kurang ajar oleh para netizen. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari itu, si kembar jelas nggak akan di-bully Fizi karena tidak tinggal di Kampung Durian. Ya bagaimana bisa dibully kalau kenal saja tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah bayangan saya kalau emak dan abah masih hidup. Coba saja tim produksi masih punya cukup waktu untuk membuat karakter emak dan abah, bisa jadi kisah Upin Ipin saat ini jadi lebih menarik.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Acep Saepulloh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gosip-yang-beredar-di-kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\"><b>Gosip-gosip yang Beredar di Kampung Durian Runtuh \u201cUpin Ipin\u201d: Kak Ros, Rajoo, dan Bang Roy Jadi Topik Hangat<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seandainya orang tua Upin Ipin masih hidup, kehidupan duo kembar pasti lebih terjamin, tidak akan kena bully, dan lebih bahagia.<\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":278904,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[9299,14435,15095,24345,9298,5855],"class_list":["post-278808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-ipin","tag-kak-ros","tag-kampung-durian-runtuh","tag-orang-tua-upin-ipin","tag-upin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/278904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}