{"id":278738,"date":"2024-06-15T11:16:46","date_gmt":"2024-06-15T04:16:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=278738"},"modified":"2024-06-15T11:16:46","modified_gmt":"2024-06-15T04:16:46","slug":"orang-wonogiri-orang-paling-bakoh-se-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-wonogiri-orang-paling-bakoh-se-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama dua tahun terakhir saya punya kesempatan bertemu banyak orang baru. Uniknya, saya selalu saja bertemu dengan orang Wonogiri. Di tempat kerja lama, tempat kerja baru, maupun ketika saya bepergian ke suatu daerah, pasti selalu ada saja orang yang mengaku dari Wonogiri. Saat itu saya hanya membatin, orang Kota Geplak ini benar-benar ada di mana-mana ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan orang Wonogiri yang ada di mana-mana menandakan mereka pekerja keras, tahan banting, dan bisa beradaptasi. Tidak mudah lho membangun kehidupan baru di luar tanah kelahiran. Apalagi kebanyakan dari mereka membuka usaha <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliner\/rekomendasi-mie-ayam-di-wonogiri-paling-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung mie ayam <\/a>di perantauan, tantangannya jadi berkali-kali lipat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penilaian itu semakin valid ketika saya mendengar cerita orang-orang Wonogiri di sekitar saya. Kebanyakan dari mereka benar-benar tahan banting. Nggak berlebihan rasanya kalau orang Wonogiri disematkan sebagai warga paling bakoh se-Jawa Tengah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Rela nglaju Wonogiri-Solo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempat kerja saya ada dua orang asli Wonogiri yang punya latar belakang berbeda. Salah satu dari mereka sudah berkeluarga, sementara lainnya masih bujangan. Namun, mereka memiliki kesamaan yakni rela nglaju dari Solo-Wonogiri setiap hari. Iya, kalian nggak salah dengar, setiap hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang belum tahu betapa jauhnya jarak dua daerah itu, sini saya kasih tahu. Jarak Wonogiri-Solo itu sekitar 40 kilometer. Perlu waktu tempuh 1 jam 15 menit kalau menggunakan kendaraan bermotor. Itu baru sekali jalan ya, mereka harus menempuh jarak dan waktu yang sama ketika pulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin akan terdengar masuk akal kalau jalanan lancar dan cuaca cerah. Sayangnya, kondisi seperti itu tidak terjadi setiap hari. Ada kalanya cuaca buruk dan jalanan macet. Jarak 40 kilometer itu terasa seperti nggak ada ujungnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kedua orang Wonogiri itu tetap memilih nglaju. Sebenarnya bukan memilih sih, mereka memang tidak punya banyak pilihan lain. Nglaju jadi satu-satunya opsi agar terlepas dari jerat UMK Wonogiri yang rendah. Di sisi lain, mereka masih ingin berkumpul dengan keluarga di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, UMK Wonogiri menduduki peringkat dua terbawah se-Jawa Tengah. Memang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-solo-memang-nyaman-tapi-umk-nya-memprihatinkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK Solo<\/a> juga nggak begitu tinggi. Namun, setidaknya banyak peluang lebih terbuka di Solo. Siapa tahu, mereka bisa dapat peluang yang lebih baik dengan membangun jaringan di Kota Bengawan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja mati-matian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dua teman yang nglaju dari Wonogiri tadi. Saya juga bertemu dengan orang-orang Wonogiri yang rela <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terima-kenyataan-bahwa-work-life-balance-memang-bukan-untuk-semua-pekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bekerja lebih dari 8 jam sehari<\/a>. Saya menemui orang-orang Wonogiri ini di warung makan ayam goreng milik tetangga saya. Sebuah rumah makan yang namanya sudah mentereng di wilayah karesidenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di warung tersebut, mereka mulai bekerja setelah subuh hingga tutup warung jam 8 malam. Katakan mereka mulai<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Berarti mereka bekerja selama kurang lebih 14 jam. Bayangkan, kita yang kerja selama 8 jam saja sudah capek dan banyak sambat, apalagi mereka yang bekerja hingga belasan jam. Nggak bisa bayangin to?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Wonogiri yang bakoh juga saya jumpai di Mie Ayam Wonogiri di Kartasura. Warung tersebut buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Selama 12 jam penuh mereka tidak berganti shift dengan orang lain. Bayangkan saja mereka melakukan semuanya dari persiapan warung buka hingga closingan.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Totalitas tenan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Wonogiri memang punya etos kerja tinggi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu kagum dengan kebanyakan warga Wonogiri yang bakoh. Setelah saya telusuri, warga Kota Gaplek ini memang punya etos kerja yang tinggi. Bahkan, beberapa tulisan di Mojok pernah meliput betapa uletnya orang Wonogiri. Banyak warag daerah tersebut merantau demi kehidupan yang lebih baik. Kalau bertahan di tanah kelahiran, mereka akan berakhir sebagai buruh tani atau nelayan, nasib mereka tidak banyak berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui fakta-fakta itu saya jadi nggak heran lagi kalau ketemu warga Wonogiri sedang merantau. Mereka sedang berupaya mengubah nasib. Sekecil apapun perubahannya, mereka akan tetap upayakan. Mereka nggak mau hanya berpangku tangan menerima nasib hidup di daerah dengan <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/02\/07\/072036326\/info-gaji-umr-wonogiri-2024-terendah-kedua-di-jateng#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Plt%20Gubernur%20Jawa,ditetapkan%20sebesar%20Rp%202.047.500.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK terendah kedua se-Jawa Tengah<\/a>. Bukankah semangat orang-orang Wonogiri ini patut dicontoh?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akbar Maulana<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-bantul-coret-bingung-termasuk-bantul-atau-jogja\/\"><b>Dilema Menjadi Warga \u201cBantul Coret\u201d: Terlalu Jogja untuk Disebut Bantul, Terlalu Bantul untuk Disebut Jogja\u00a0<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebanyakan orang Wonogiri pekerja keras dan tahan banting. Tidak sedikit yang merantau dan berjuang keras demi merubah nasib hidup.  <\/p>\n","protected":false},"author":2349,"featured_media":279099,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10004,24643,2284,9578,24645,24644,783],"class_list":["post-278738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-tengah","tag-orang-wonogiri","tag-solo","tag-umk-solo","tag-umk-wonogiri","tag-warga-wonogiri","tag-wonogiri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278738"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278738\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}